<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583</id><updated>2011-12-17T18:15:18.738-08:00</updated><category term='internal'/><category term='public'/><category term='relations'/><title type='text'>yenirosilawati</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi materi-materi perkuliahan yang diampu sejak tahun 2008 di Komunikasi UMY yaitu MK Internal relations, MK Dasar-dasar manajemen, Entrepreneurship dan Komunikasi Bisnis 
Okey, yang terakhir, met belajar dan perdalam ilmu.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>79</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-2468348012273061162</id><published>2011-11-24T19:34:00.001-08:00</published><updated>2011-11-24T19:35:58.797-08:00</updated><title type='text'>PENGABAIAN THD CSR</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;PENGABAIAN-PENGABAIAN&amp;nbsp; TERHADAP CSR (Corporate SocialResponsibility)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;YeniRosilawati , Dosen Public Relations UMY &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Seringkali tanggung jawab sosialperusahaan atau CSR&amp;nbsp; oleh perusahaanseringkali hanya dimaknai dangkal. Apa yang diartikan sebagai tanggung jawabsosial (CSR) adalah ketika perusahaan memberikan bantuan sosial kepadakorban-korban bencana alam, memberi &amp;nbsp;bantuan-bantuan &amp;nbsp;pada panti sosial atau yang disebut dengan praktekphilanthropic, kemudian diliput media dan mendapat simpati dari masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Padahal CSR bukan praktek celebrasisemata, CSR sesungguhnya adalah tanggung jawab moral yang penuh bagi para pemangku kepentingan perusahaan sepertikaryawan, konsumen , masyarakat luas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1962545720msonormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kita lihat salah satu definisi tentangtanggung jawab sosial. Menurut &lt;b&gt;WorldBusiness Council for Sustainable Development&lt;/b&gt; , CSR adalah komitmen untukberkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan yang mana korporasiatau perusahaan bekerja dengan para karyawan, keluarga karyawan, &amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;local community&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan masyarakatsecara umum untuk bersama-sama mewujudkan kualitas kehidupan &lt;i&gt;(improving the quality of life)&lt;/i&gt;. Artinyaapa? Bahwa tugas perusahaan tidak hanya mengambil keuntungan sebanyak-banyaknyasaja.&amp;nbsp; Namun dia harus memiliki komitmenuntuk meningkatkan kualitas kehidupan karyawan, memiliki tanggung jawab moralkepada komunitas lokal , konsumen serta pemangku kepentingan yang lain.&amp;nbsp; CSR &amp;nbsp;adalah cara dimana perusahaan berdialog denganlingkungan dimana dia memberikan &lt;i&gt;feedback&lt;/i&gt;yang positif kepada lingkungannya,&amp;nbsp; &amp;nbsp;dimana lingkungan juga memberikan &lt;i&gt;feed-back&lt;/i&gt;nya kepada bisnis, demikianseterusnya sehingga lingkaran dialektika ini yang sering disebut dengan mekanisme&lt;i&gt;triple bottom line&lt;/i&gt; (People, Planetdan Profit) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1962545720msonormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="yiv1962545720apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;Bisnisdengan CSR sangat berbeda dengan bisnis traditional. Bisnis tradisional yangmengabaikan etika yang hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek akansemakin ditinggalkan orang dan akan meninggalkan image yang negatif (bad image)di mata public. Ada banyak sekali contoh, Enron sebagai salah satu perusahaanglobal yang harus kehilangan reputasi besarnya, kehilangan investor dankonsumennya karena banyak pelanggaran etika bisnis yang dilakukan. Di dalamnegeri, kita mencatat Lapindo Brantas meninggalkan kenangan buruk akan parakorban lumpur yang harus kehilangan tempat tinggal, pekerjaan dan tercerabutdari akar kulturnya&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Pengabaian-pengabaian terhadaptanggung jawab sosial yang dilakukan oleh korporasi akhir-akhir ini menjaditopic yang hangat untuk dibicarakan serta direnungkan&amp;nbsp; Aksi demonstrasi anti Wall Street beberapawaktu yang lalu, dan masih dilakukan hingga kini&amp;nbsp; dilakukan karena masysrakat geram padaperilaku perilaku yang sangat tidak etis dari para eksekutif korporasi dinegeri Paman Sam, yang antara lain membagi-bagikan bonus pada para eksekutifnyayang sumber dananya berasal dari suntikan dana Pemerintah AS . Di dalamnegeri,&amp;nbsp; demo besar-besaran jugadilakukan oleh karyawan Freeport yang pada intinya menuntut peningkatankesejahteraan sosial dari perusahaan .&amp;nbsp;Demo dan aksi karyawan pada karyawan Freeport bahkan mencapai puncaknyaketika hampir dari 90 persen karyawan Freeport ikut turun dan berdemo. Parakonsumen operator seluar berbondong-bondong memprotes perusahaan operatorkarena mereka kehingan pulsanya karena praktek bisnis yang dipandang tidak fairyang dilakukan perusahaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Menumbuhkan semangat tanggung jawabsosial dan etika manajerial menjadi tantangan tak terpisahkan dari bisnis dankorporasi modern, dan harus dimulai serta diawali sedini mungkin. Dari hal-halyang sederhana, semisal memberikan upah yang layak bagi karyawan, memberikanlingkungan kerja yang sehat, bersikap jujur kepada konsumen, memberikaninformasi yang benar alias tidak menyesatkan kepada calon investor dan konsumen,hingga tidak mengurangi ukuran berat timbangan atau bandul adalah bagian daripenegakan-penegakan etika bisnis yang kiranya tidak berat untuk dilakukan olehperusahaan.&amp;nbsp; Banyak tindakan-tindakannyata yang dapat dilakukan oleh bisnis untuk bertindak secara etis dan memilikimoral yang tinggi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Adalah kewajiban manajemen untukmembuat suatu pilihan dan mengambil tindakan yang akan memberikan kontribusiterhadap kesejahteraan dan kepentingan masyarakat serta organisasi itu sendiri.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-2468348012273061162?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/2468348012273061162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=2468348012273061162' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2468348012273061162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2468348012273061162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/pengabaian-thd-csr.html' title='PENGABAIAN THD CSR'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-5555292645680347372</id><published>2011-11-15T17:05:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T17:06:27.789-08:00</updated><title type='text'>The beauty of batik with natural dye</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Theword batik comes from the javanese word "amba" means wide and "titik" means point. Theword batik refers to the textile with the pattern produced by a specific kindof wax namely malam accordingly it restrains the entrance of dye or it calledwax-resist dyeing. &amp;nbsp;The history of batikcan be traced from the ancient since seventeenth century and portrayed inlontar leaves. At that time, the motifs or patterns were dominated by animal orplant patterns. Later in its improvement, the motives turned to abstract motifsthat resemble clouds, reliefs of temple, wayang and another motifs. Therefore,with the joining painting motives with clothing decorative,&amp;nbsp; apparently appears the hand made as we call today&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Batikbecame famous especially among Javanese people and their culture. The Batikthey produced was a hand- made batik &amp;nbsp;andprinted batik was promoted after the first world war. In 2009 October, tookplace in Abu Dhabi, batik was stated as an intangible cultural heritage byUNESCO. UNESCO has appraised that batik is the icon of nation’s culture andalso reflecting the entire meaning and philosophy of human’s life since born todie &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;One of the batik centre of production islocating in Bantul region, found mainly in Karang Rejek Village. The uniquenessof these batik product was the using of natural dye. The dye were obtained fromnatural plants and recources around the villages. They have been using mango leaves,indigofera (a plant that can produce a blue colour ), mahoni branches, manykind of trees like joho, tingi , and tegeran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;Thesekind of plants are planted around the back yard at their homes. Giri Asri wasthe name group of batik makers from Karang Rejek Vilage. With the 30 membersand headed by Ibu Mujilah, this group was trying to enhance the prosperityamong members. They existence came from the concern of batik makers whose theirincome weren’t sufficient &amp;nbsp;to fulfill theirlives. To respond to this situation, the government of the village promote thegroup of batik makers to increase welfare of the members &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;The promotion of batik Giri Asri is stillvery limited. The visitors can come and visit their humble showroom which islocated in Ibu Mujilah’s house. The visitors mostly informed by word of mouhmarketing and also from the internet. Even Jogja’s people do not know where theBatik Giri Asri is. It indicates that the information of this place is still narrowand limited . &amp;nbsp;The government especiallythose who has an authority such as Dinas Pariwisata should take painstakingly attentionof its promotion &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-5555292645680347372?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/5555292645680347372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=5555292645680347372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5555292645680347372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5555292645680347372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/beauty-of-batik-with-natural-dye.html' title='The beauty of batik with natural dye'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-9139797199665484663</id><published>2011-11-06T02:51:00.000-08:00</published><updated>2011-11-06T02:51:49.499-08:00</updated><title type='text'>PUBLIC RELATIONS IN CYBER ERA</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%;"&gt;Tulisan ini adalah bahan diskusi PR yangdilakukan oleh PURITY (Public Relations Community ) UMY yang dilaksanakantanggal 3 Juni 2009 di LOBBY Hukum UMY:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Era internet menciptakan paradigma baru sekaligustantangan baru. Tidak hanya mempengaruhi dunia marketing, branding namun jugaPublic Relations sebagai salah satu fungsi strategis pada organisasi danperusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Menarik apabila kita mencermati perubahan eradigital pada public relations, apabila 10-15 tahun yang lalu social media toolsbelum di"ketemukan", maka pada saat ini kita akan menemui media-mediakomunikasi horizontal baik berbasis blog, maupun social media tools sepertiFacebook, Twitter dan lain sebagainya. Apabila dicermati pada media sosial ini, organisasi , korporasi memanfaatkan semaksimal mungkin untuk melakukankegiatan komunikasi (pemasaran ) dan melakukan kegiatan PR-ing (membanguncitra/image), juga lihat pada bagaimana perusahaan -perusahaan memanfaatkanwebsite mereka untuk melakukan kegiatan pemasaran dan membangun image misalnyaGaruda Food, Unilever, P&amp;amp;G, Shell, Pertamina, Toyota, Body Shop, Mc Donaldsdan Tupperware, bahkan newletter perusahaan yg dikirimkan kepada eksternalstakeholdernya pun tidak lagi melalui imprinted melainkan dikirimkan melaluionline. Kesuksesan Toyota dalam penjualan New Corolla Altis beberapa waktu yanglalu tidak lepas dari peran media baru, yaitu memanfaatkan keberadaan parablogger. Seiring dengan tumbuhnya on line communities maka perusahaan berusahauntuk memperluas target sasarannnya/pasarnya pada kelompok ini (catatan : 44 %dari populasi pengguna internet saat ini terhubung dengan dunia maya dan 70%diantara mereka menghabiskan watu lebih dari 2 jam untuk berinternet ria) .Disisi lain tingkat kepemirsaan media konvensional seperti TV, media cetak danradio cenderung menurun. Penggunaan media online digunakan sebagai mediakomunikasi, termasuk dalam Public Relations. Praktik kegiatannya biasa dikenaldengan istilah e-public relations atau cyber-public relations. Yaitu seorang PRyang menggunakan media internet sebagai media publisitas. Jika mediakonvensional seperti TV, media cetak, radio, dll hanya dapat melakukan one tomany relations. Internet dapat mengembangkan one to one communication.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Sekarang ini bahkan keluhan pelanggan /customerpada perusahaan dapat disampaikan melalui media on line ini. Komplain dapatdisampaikan kapan saja , karena media online ini berkekuatan interaktif dan 24jam secara terus menerus.Media sosial juga dilakukan untuk melakukan internalPr-ing, beberapa perusahaan memanfaakan media sosial seperti FaceBook untukberkomunikasi secara horizontal, mengkomunikasikan tujuan dan melakukankoordinasi. Perkembangan teknologi terutama perkembangan internet telah banyakmembantu pekerjaan seorang PR. Teknologi telah mengubah bagaimana PR harusdijalankan dan menuntut kemampuan atau kompetensi seorang PR untuk memanfaatkanatau menggunakan media baru tersebut. Dengan adanya perkembangan di duniateknologi informasi tentu saja memperluas sarana untuk melakukan komunikasi.Dalam hal ini seorang PR yang handal harus tanggap untuk memanfaatkanmedia-media terbaru sebagai instrument aplikasi tugasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Esensi dari Online Public Relations adalahpercepatan informasi. Internet telah mengubah cara banyak perusahaan dalammenangani kontak pers dan kegiatan yang berhubungan dengan media relatios.Selain itu keuntungannya yang dapat diperoleh antara lain jangkauan secaraglobal/dunia, banyaknya informasi yang tersedia dan aktual , mengembangkaninvestor relations, dapat mempertinggi kontak dengan media, akses yang mudah,biaya efisien. Dengan internet, perusahaan memiliki kemampuan berkomunikasilebih tinggi dan memiliki nilai tambah yang membedakannya dengan perusahaanlainnya. Internet membuka pintu untuk komunikasi dua arah antara perusahaan danpubliknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Pembangunan branding online dilakukan melaluisarana email, presskit, website, weblog, blog, milis, newsgroup, ezine,e-newsletter, direct email, iklan online, online media relations, investorrelations dan alat-alat komunikasi pemasaran lain di dunia online.Di duniamaya, konsumen bisa mengekspresikan kehendak mereka tanpa tergantung pada mediamainstream. Mereka dapat membentuk komunitas online mereka sendiri, baikberbasis hobi maupun sebuah brand yang dimiliki atau disukai. Bahkan, merekajuga bisa saling berbagi informasi melalui blog, forum, dan media online.Termasuk, menjalin networking melalui social media seperti Facebook,Friendster, Twitter, Plukr, Linkedin, dan sebagainya. Pr dapat menagkap peluangini untuk melakukan kegiatan Marketing PR atau membangun image perusahaan danatau produk serta mengedukasi konsumen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Menurut Ong Hock Chuan, Penasihat Teknis danpendiri Maverick pada seminar yang diadakan oleh majalah Mix Marketing beberapawaktu yang lalu, dalam membuat rencana untuk digital PR campaign, ada beberapahal yang harus diperhatikan. Di antaranya, know your audience, be clear aboutyour objective, decide on strategy, and decide on channel to implement againststrategy.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Hanny Kusumawati Associate Head of New MediaDivision dalam seminar tersebut menjelaskan mengenai obyektif dari penggunaanmedia online sebagai media baru. Menurut Hanny, ada lima hal yang menjadiobyektif dari penggunaan media baru tersebut. Kelimanya adalah listening,talking, energizing, supproting dan embracing. “Kelimanya tidak harus semuadipakai, tapi pilih salah satu yang tepat, sesuai dengan obyektif dariperusahaan,” jelas Hanny.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Hanny pun memberikan contoh perangkat apa sajayang dapat dimanfaatkan untuk mencapai lima obyektif di atas. PerangkatListening misalnya, berupa googlereader dan RSS—teknologi untuk memonitor berita.Talking dapat menggunakan perangkat blog, seperti wordpress dan blogger. AdapunEnergizing, bisa menggunakan facebook, Myspace, Linkedin, Friendster, danlainnya sebagai tools. Untuk obyektif Supporting, perangkat yang dapatdimanfaatkan adalah discussion group seperti google group, yahoo group, dansebagainya. Terakhir, untuk obyektif Embracing, seluruh perangkat yang telahdisebutkan di atas dapat menjadi pilihan (Use the channel above to docrowsourcing).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Dengan adanya perkembangan media baru ini makakompetensi PR selayaknya tidak hanya terbatas pada penguasaan konseptual (keahlian kognitif) tetapi juga ditambah dengan penguasaan (keahlian) teknisuntuk mengoperasikan new media (media baru ) tersebut. PR tidak hanya bsmenjadi seorang juru bicara (spoke person) namun di sisi lain dia juga memilikikemampuan tuk dapat membuat sebuah konsep blog dan website dengan baik,memanfaatkan secara konstruktif media-media sosial yang ada, facebook misalnya,adalah smart media yang dapat kita pakai untuk menjaring networking sosialdengan para stakeholder kita, yahoo group atau google group dapat digunakan PRuntuk menjaring pendapat (opini publik). Yang perlu diperhatikan dalampenggunaan media baru adalah beberapa kelemahan yang muncul, misalnya kemungkinanterjadinya delayed feedback (Snail Mail , misalnya).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;Medium komunikasi yang lain face to facecommuncation , small group communication, large group communication dan mediaPr yang lain tentu tetap diperlukan dan sifatnya tentu saja saling melengkapi,karena masing-masing media memiliki kelebihan dan kekurangan .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-9139797199665484663?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/9139797199665484663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=9139797199665484663' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/9139797199665484663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/9139797199665484663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/public-relations-in-cyber-era.html' title='PUBLIC RELATIONS IN CYBER ERA'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-1189494148410243993</id><published>2011-11-06T02:45:00.001-08:00</published><updated>2011-11-06T02:45:54.094-08:00</updated><title type='text'>Kepompong Kemiskinan di Lombok-NTB</title><content type='html'>&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Pernahkahkita membayangkan tinggal di daerah tepi pantai, yang berair payau, hidup denganpengasilan yang rendah , tinggal di rumah yang dapat dikatakan tidak layakhuni, di sinilah terletak kepompong-kepompong kemiskinan masyarakat di PulauLombok NTB. Sebagai sebuah pulau yang memiliki potensi pariwisata yang luar biasa(pantai -pantai yang dimiliki sangat indah), sebagian masyarakat Lombok NTB justruterperangkap dalam kepompong-kepompong kemiskinan di mana mereka sulit untukkeluar dari kepompong tersebut.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan kemiskinan ditemui di daerah -daerah atau di desa tepi pantai.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sebagian dari mereka berprofesisebagai nelayan, dan pembuat batu bata yang berupah sangat minim.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Di daerah tepi pantai Sekotongmisalnya saya banyak menemukan rumah-rumah yang sangat tidak layak untukdihuni, dan kualitas kehidupan masyarakat yang sangat rendah&lt;br /&gt;(pendidikan yang rendah, air bersih yang tidak memadai, gizi buruk , statusekonomi yang rendah). Pantai Sekotong sendiri sangat terbengkalai, padahalpantai ini sangat jernih, indah.. dan pemandangan sunset yang sangat menawan ,namun sayangnya lingkungan&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sekitarpantai tidak terawat sebagaimana mestinya, sampah pengunjung berserakandimana-mana, mengusik keindahan alamiah yang dimiliki oleh pantai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr Bobby Marwal Syarizal, dosen FK UNRAM Mataram , sebanyak 65% KK diLombok adalah KK miskin, dan kebanyakan hidup di daerah pantai yang berairpayau. Angka yang luar biasa&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;besaruntuk sebuah angka kemiskinan. Menurut dr Bobby, belum banyak peningkatankualitas kehidupan masyarakat yang ada di NTB yang terjadi selama dia bertugasdi NTB selama 4 tahun.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data BPS, indeks pembangunan manusia di NTB (note: IPM merupakan suatu indekskomposit yang mencakup tiga bidang pembangunan manusia yang dianggap sangatmendasar yaitu usia hidup (longetivity), pengetahuan (knowledge), dan standar hiduplayak (decent living), propnsi NTB meduduki rangking kedua terendah sebelum PropinsiPapua yaitu 60.5 (longelivity) , 6.6 (Man years of schooling) da 5.2 (untuk&lt;br /&gt;literacy), alhasil dengan kondisi ini NTB menyandang rangking 32 dari 33propinsi yang ada di Indonesia (data tahun 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan melahirkan persoalan-persoalan baru di NTB. Fenomena putus sekolah, trafficking,sertaTKI dan TKW ilegal. Menurut dr Bobby Marwal, MPH tak jarang masyrakat tepi pantaimenjual murah tanahnya , yang paling parah adalah ketika harga diri manusiasudah tidak ada artinya lagi,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bahkan lebih rendah daripada seekor binatang, mereka bahkan rela anaknya"dijual" pada para (maaf) phedophilia hanya demi imbalan motorterbaru . Hasil penjualan tanah atau aset tidak digunakan untuk reinvestasi&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;atau digunakan utk melakukan kegiatanperekonomian produktif namun lebih banyak digunakan untuk naik haji (bagi orangNTB terutama penduduk asli, dapat menyandang predikat haji&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;adalah status sosial yang tertinggi sekalipun uang yang dipakai utk berhajiadalah hasil penjualan aset satu-satunya yg mereka miliki tau digunakan untukkegiatan ekonomi konsumtif yang membuat mereka jatuh&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terperangkap kembali dalam kemiskinan&lt;br /&gt;Melihat keadaan yang seperti ini, bagaimana NTB akan&lt;br /&gt;mensejajarkan diri dengan propinsi yang lain dalam bidang kualitas hidup&lt;br /&gt;masyarakatnya? Bagaimana dengan peran pemerintah selama ini untuk&lt;br /&gt;memberdayakan potensi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat NTB?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terpilihnya new goverment di Indonesia, apakah ada perubahan untuk NTB?Saya berharap sangat, angin segar akan berhembus segera ke arah timur..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-1189494148410243993?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/1189494148410243993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=1189494148410243993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1189494148410243993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1189494148410243993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/kepompong-kemiskinan-di-lombok-ntb.html' title='Kepompong Kemiskinan di Lombok-NTB'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-1539529941570880403</id><published>2011-11-06T02:38:00.000-08:00</published><updated>2011-11-06T02:38:03.268-08:00</updated><title type='text'>TENTANG GREEN PUBLIC RELATIONS</title><content type='html'>&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;ABOUT GREEN PR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Bagi teman-teman yang tertarikpada bidang amatan Public Relations, perlu tahu apa itu Green PR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Green PR adalah sub bidangdalam public relations yang mengkomunikasikan kepada publik mengenaipraktek-praktek ramah lingkungan atau program-program CSR yang dilakukan olehperusahaan. Tujuan dari green PR adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akanmerek product (brand awareness) dan meningkatkan citra. Green PR tidak sekedarmelakukan CSR, tetapi bagaimana program CSR tersebut dikampanyekan kepadapublik dan mengajak orang untuk agar memiliki kesadaran&amp;nbsp; sesuai&amp;nbsp;dengan program kampanye tersebut. Dari hasil riset yang pernah dilakukan, adatemuan menarik bahwa 85% konsumen di dunia ingin untuk mengubah kebiasaankonsumsinya agar bumi (earth) memiliki masa depan yang lebih baik, 55% konsumenbersedia mempromosikan produk jika ada kampanye (cause) di belakang producttersebut, dan sebanyak 41% orang membeli produk karena pengaruh social purpose.Nah, jadi konsumen saat ini ternyata tidak semata-mata melihat harga, desaindan kualitas barang tapi praktek-praktek sosial termasuk CSR mendapat perhatianjuga dari konsumen&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Contoh dari Green PR&amp;nbsp;salah satunya “The Body Shop” , value Body Shop sejak awal keberadannyamemberikan perhatian besar terhadap isu-isu dunia ketiga dengan No AbuseAgainst Women, No traficcking and No Animal Testing. The Body Shop turut mengajakmasyarakat , baik lokal, nasional dan global agar ikut memerangi atau mencegahkekerasan dalam rumah tangga , perdaangan perempuan dan test uji coba padabinatang,apa yang dilakukan The Body Shop tidak hanya berhenti pada campaign,tapi juga sampai pada tataran produk .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Another one , Tupper Ware,memiliki kepedulian besar terhadap isu lingkungan, dengan gerakannya, REDUCEREUSE dan RECYCLE, mengajak masyarakat dan komunitas untuk bergabung danmelakukan kampanye publik bersama&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Namun perlu diingat, tidak&amp;nbsp;harus perusahaan besar yang bisa melakukan hal tsb (Green PR) , kita bisamulai dari diri sendiri, masysrakat di lingkungan sekitar kita, CSR atau GreenPR tidak juga harus dilakukan oleh company besar. Kita bisa ajak komunitaskampus tuk bikin Green PR, remaja Masjid, Karang Taruna dan semua orang yangada di sekelilingmu&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Green PR juga tidak harusmahal, dengan kreativitas dan inovasi kita bisa cari kegiatan atau program yangimpactfull dan lowcost&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-1539529941570880403?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/1539529941570880403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=1539529941570880403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1539529941570880403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1539529941570880403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/tentang-green-public-relations.html' title='TENTANG GREEN PUBLIC RELATIONS'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-7113623311590106878</id><published>2011-11-06T02:34:00.001-08:00</published><updated>2011-11-06T02:34:51.680-08:00</updated><title type='text'>Thailand</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-GzW3EYv0puc/TrZiSXdFFiI/AAAAAAAAEC8/CIAULrRJt1Y/s1600/thailand.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-GzW3EYv0puc/TrZiSXdFFiI/AAAAAAAAEC8/CIAULrRJt1Y/s320/thailand.jpg" width="231" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Grand Palace, Thailand March 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2Wd8Bw1LA14/TrZiTM4PDVI/AAAAAAAAEDA/CiQxXYJYqZc/s1600/thailand2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-2Wd8Bw1LA14/TrZiTM4PDVI/AAAAAAAAEDA/CiQxXYJYqZc/s320/thailand2.jpg" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Grand Palace, Thailand -March 2010&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-7113623311590106878?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/7113623311590106878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=7113623311590106878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7113623311590106878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7113623311590106878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/thailand.html' title='Thailand'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-GzW3EYv0puc/TrZiSXdFFiI/AAAAAAAAEC8/CIAULrRJt1Y/s72-c/thailand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-4385822370414539919</id><published>2011-11-05T23:00:00.000-07:00</published><updated>2011-11-05T23:07:51.679-07:00</updated><title type='text'>Bengkulu and Sate Palang-Klaten</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-D2fto3To-Co/TrYhRpq-XDI/AAAAAAAAECk/-UGXalIQ8gM/s1600/bengkulu-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-D2fto3To-Co/TrYhRpq-XDI/AAAAAAAAECk/-UGXalIQ8gM/s320/bengkulu-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Visiting Bengkulu, Dec 2010 posed in front of Fort Marlborough&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kC3jLRdRhLE/TrYhb-ZK6CI/AAAAAAAAECs/P861Nb5r5G0/s1600/sate+palang-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-kC3jLRdRhLE/TrYhb-ZK6CI/AAAAAAAAECs/P861Nb5r5G0/s320/sate+palang-2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_eVyPiAy0f8/TrYhcsmXEzI/AAAAAAAAEC0/izgD8mwWJeM/s1600/sate+palang-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-_eVyPiAy0f8/TrYhcsmXEzI/AAAAAAAAEC0/izgD8mwWJeM/s320/sate+palang-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-4385822370414539919?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/4385822370414539919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=4385822370414539919' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4385822370414539919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4385822370414539919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/bengkulu-and-sate-palang-klaten.html' title='Bengkulu and Sate Palang-Klaten'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-D2fto3To-Co/TrYhRpq-XDI/AAAAAAAAECk/-UGXalIQ8gM/s72-c/bengkulu-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-3016571335033435976</id><published>2011-11-04T23:51:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T23:51:23.162-07:00</updated><title type='text'>Welcoming Dinner @UMY</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-o8Cdf_ZT-Yo/TrTc0Q8njGI/AAAAAAAAECc/aafaTg5u5B0/s1600/welcoming.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://2.bp.blogspot.com/-o8Cdf_ZT-Yo/TrTc0Q8njGI/AAAAAAAAECc/aafaTg5u5B0/s320/welcoming.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-3016571335033435976?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/3016571335033435976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=3016571335033435976' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3016571335033435976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3016571335033435976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/welcoming-dinner-umy.html' title='Welcoming Dinner @UMY'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-o8Cdf_ZT-Yo/TrTc0Q8njGI/AAAAAAAAECc/aafaTg5u5B0/s72-c/welcoming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-2422344704280337247</id><published>2011-11-04T23:38:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T23:38:46.459-07:00</updated><title type='text'>Making pizza @home</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rnyxuwMv-DI/TrTZtmbzu2I/AAAAAAAAECE/O70bLdy54-I/s1600/pizza1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-rnyxuwMv-DI/TrTZtmbzu2I/AAAAAAAAECE/O70bLdy54-I/s320/pizza1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jSoYJr9WTpA/TrTZu0BMxcI/AAAAAAAAECM/rci90NuKxT4/s1600/pizza2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-jSoYJr9WTpA/TrTZu0BMxcI/AAAAAAAAECM/rci90NuKxT4/s320/pizza2.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZvjJTlWwkNk/TrTZv2f6YVI/AAAAAAAAECU/gjkIITMBr5E/s1600/pizza3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZvjJTlWwkNk/TrTZv2f6YVI/AAAAAAAAECU/gjkIITMBr5E/s320/pizza3.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-2422344704280337247?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/2422344704280337247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=2422344704280337247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2422344704280337247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2422344704280337247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/making-pizza-home.html' title='Making pizza @home'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rnyxuwMv-DI/TrTZtmbzu2I/AAAAAAAAECE/O70bLdy54-I/s72-c/pizza1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-8969037307713734922</id><published>2011-11-04T23:33:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T23:33:35.052-07:00</updated><title type='text'>Buah cempedak depan rumah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FsmGED2vjPc/TrTYEWoTOkI/AAAAAAAAEB0/pO-VHl4QFB8/s1600/my+life-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-FsmGED2vjPc/TrTYEWoTOkI/AAAAAAAAEB0/pO-VHl4QFB8/s320/my+life-4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-8969037307713734922?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/8969037307713734922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=8969037307713734922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8969037307713734922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8969037307713734922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/buah-cempedak-depan-rumah.html' title='Buah cempedak depan rumah'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FsmGED2vjPc/TrTYEWoTOkI/AAAAAAAAEB0/pO-VHl4QFB8/s72-c/my+life-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-3718181521830888451</id><published>2011-11-04T23:32:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T23:32:49.844-07:00</updated><title type='text'>View on the garden</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6R5sw9w8IPQ/TrTYBnZVTaI/AAAAAAAAEBk/hC5l2NvJ-tU/s1600/my+life5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-6R5sw9w8IPQ/TrTYBnZVTaI/AAAAAAAAEBk/hC5l2NvJ-tU/s320/my+life5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-3718181521830888451?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/3718181521830888451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=3718181521830888451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3718181521830888451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3718181521830888451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/view-on-garden.html' title='View on the garden'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6R5sw9w8IPQ/TrTYBnZVTaI/AAAAAAAAEBk/hC5l2NvJ-tU/s72-c/my+life5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-7542587789470712690</id><published>2011-11-04T23:31:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T23:31:43.174-07:00</updated><title type='text'>My desk</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vmWAhEv2m5U/TrTYACR3uOI/AAAAAAAAEBY/2jxx0u2C-bQ/s1600/my+life1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-vmWAhEv2m5U/TrTYACR3uOI/AAAAAAAAEBY/2jxx0u2C-bQ/s320/my+life1.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-7542587789470712690?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/7542587789470712690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=7542587789470712690' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7542587789470712690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7542587789470712690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/my-desk.html' title='My desk'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vmWAhEv2m5U/TrTYACR3uOI/AAAAAAAAEBY/2jxx0u2C-bQ/s72-c/my+life1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-459890603208666913</id><published>2011-11-04T20:37:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T20:37:49.348-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-R7WMfSEiDkg/TrSvEB9TmpI/AAAAAAAAEA0/CQx4-lW1kPc/s1600/my+baby.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-R7WMfSEiDkg/TrSvEB9TmpI/AAAAAAAAEA0/CQx4-lW1kPc/s1600/my+baby.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;My Baby&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3_QEcGEYDSI/TrSvG-0IXuI/AAAAAAAAEA8/cvvg2KxLxYI/s1600/posed%2540IK.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-3_QEcGEYDSI/TrSvG-0IXuI/AAAAAAAAEA8/cvvg2KxLxYI/s320/posed%2540IK.jpg" width="248" /&gt;&lt;/a&gt;Posing @my department facade&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fBGOhz-PTbo/TrSvHZG0cKI/AAAAAAAAEBA/d1RUWTPdxQw/s1600/pose%2540JIK2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-fBGOhz-PTbo/TrSvHZG0cKI/AAAAAAAAEBA/d1RUWTPdxQw/s1600/pose%2540JIK2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;@Fisipol UMY&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-459890603208666913?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/459890603208666913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=459890603208666913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/459890603208666913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/459890603208666913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/my-baby-posing-my-department-facade.html' title=''/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-R7WMfSEiDkg/TrSvEB9TmpI/AAAAAAAAEA0/CQx4-lW1kPc/s72-c/my+baby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-8095623668604068096</id><published>2011-11-04T19:36:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T20:39:26.267-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-suHrQ1k9inA/TrShFt5cj1I/AAAAAAAAEAc/XmTyY63EGug/s1600/yeni%2540iconpo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-suHrQ1k9inA/TrShFt5cj1I/AAAAAAAAEAc/XmTyY63EGug/s1600/yeni%2540iconpo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;ICONPO (International Conf of Public Org)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OQkAY6sQ3v8/TrShGJqA2kI/AAAAAAAAEAg/U5OCEvVjz1E/s1600/yeni++%2540bmd.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-OQkAY6sQ3v8/TrShGJqA2kI/AAAAAAAAEAg/U5OCEvVjz1E/s1600/yeni++%2540bmd.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;At Budi Mulia School&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZjXdqSaSZZ4/TrShGyTiyqI/AAAAAAAAEAo/QATNAj_ppBc/s1600/yeni+makan+bakso.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZjXdqSaSZZ4/TrShGyTiyqI/AAAAAAAAEAo/QATNAj_ppBc/s1600/yeni+makan+bakso.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;At Gathering Fisipol Komunikasi UMY&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-8095623668604068096?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/8095623668604068096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=8095623668604068096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8095623668604068096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8095623668604068096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/blog-post_04.html' title=''/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-suHrQ1k9inA/TrShFt5cj1I/AAAAAAAAEAc/XmTyY63EGug/s72-c/yeni%2540iconpo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-3222613411108149144</id><published>2011-11-04T19:01:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T20:40:55.277-07:00</updated><title type='text'>My Prince and Princess</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RDXhB5bOmJA/TrSYlGZrwqI/AAAAAAAAEAE/OGIxIKMYhRE/s1600/58512_1612462917301_1408132755_31609728_3114357_n+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-RDXhB5bOmJA/TrSYlGZrwqI/AAAAAAAAEAE/OGIxIKMYhRE/s1600/58512_1612462917301_1408132755_31609728_3114357_n+%25281%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;My princess and prince: Vattaya and Hasnan&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UFCch87siJE/TrSYslCY7II/AAAAAAAAEAU/v4cp3Je309k/s1600/67420_1656200890723_1408132755_31702154_3159649_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-UFCch87siJE/TrSYslCY7II/AAAAAAAAEAU/v4cp3Je309k/s1600/67420_1656200890723_1408132755_31702154_3159649_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-3222613411108149144?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/3222613411108149144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=3222613411108149144' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3222613411108149144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3222613411108149144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/blog-post.html' title='My Prince and Princess'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RDXhB5bOmJA/TrSYlGZrwqI/AAAAAAAAEAE/OGIxIKMYhRE/s72-c/58512_1612462917301_1408132755_31609728_3114357_n+%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-527644461085066071</id><published>2011-11-04T18:49:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T18:49:41.829-07:00</updated><title type='text'>TEAM BUILDING</title><content type='html'>MEMBANGUN KERJASAMA TIM (TEAM BUIDING)&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN DAN MAKSUD PEMBENTUKAN KELOMPOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok adalah suatu unit yang merupakan sekelompok atau sekumpulan dua orang atau lebih yang satu sama lain berinteraksi dalam mencapai suatu tujuan yang telah  ditetapan secara bersama-sama dalam suatu wadah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelopok memiliki ciri-ciri:&lt;br /&gt;-Memiliki keberadan untuk melaksnakan tugas-tugas organisasi atau pekerjaan yang tidak berkaitan.&lt;br /&gt;Orang-orang yang ditunjuk oleh organisasi yang bersangkutan untuk menjalankan peran resm ttt misalnya sbg kepala bagian, kepala seksi dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa perlu dibentuk kelompok:&lt;br /&gt;-Dengan adanya kelompok maka resiko thd pekerjaan ditanggung oleh kelompok.&lt;br /&gt;Sumber lebih banyak dan terjad proses belajar dari kelompok lain.&lt;br /&gt;-Kelemahan individu teratasi oleh kelompok&lt;br /&gt;-Kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dapat lebih akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan kelompok&lt;br /&gt;1. Tahap pertama yaitu masa infasi (pembentukan)&lt;br /&gt;Pada fase ini anggota kelompok sedang mencoba mengenali orang lain, apa yang dapat dilakukan dan bgmertindak serta berusaha untuk menetapkan ketentuan-ketentuan dan perilakun b dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tahap kedua masa remaja&lt;br /&gt;Setelah menetapkamaan dan harapan, kelompok akan pindah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahap kedewasaan&lt;br /&gt;Pembentukan norma dan pelaksanaan norma. Pada tahapan ini kelompok mulai bekerja sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tahap transformasi&lt;br /&gt;Pengembangan terakhir terjadi ketika tujuan atau target suatu kelompok ttt telah dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok belum tentu merupakan tim, namun tim pasti merupakan suatu kelompok. Tim adalah kumpulan orang-orang yang memiliki kebutuhan tertentu.&lt;br /&gt;Tim adalah suatu kelompok yang memiliki ikatan dan interakasi yang harmonis memacu terjadinya perubahan, pertumbuhan dan perkembangan pribadi maupun organisasi.&lt;br /&gt;Ikatan dan interaksi yang harmonis akan muncul dalam wujud keterpaduan pola pikir (way of thinking), pola emosi dan motivasi (way of feeling) dan pola tindakan (way of action)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-cir atau kondisi organisasi sebagai tim tidak akan berhasil apabila:&lt;br /&gt;1. Desain visi, misi dan strategi perusahaan yang kurang imaginable, feasable, motavable, communicable.&lt;br /&gt;2. Moral atau semangat tim yang rendah&lt;br /&gt;3. Konflik of interest pribadi merebak&lt;br /&gt;4. Kemampuan mental (intelegensia, kreativitas) rendah&lt;br /&gt;5. Seleksi yang kurang berhasil&lt;br /&gt;6. Kepribadian yang dominan introvert atau ekstrovert&lt;br /&gt;7. Komposisi susunan team yang tidak efektif.&lt;br /&gt;8. Ketidakjelasan peran tim dan anggota-anggotaya&lt;br /&gt;9. Tertutup untuk evaluasi&lt;br /&gt;10. Pemberdayaan kurang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANFAAT MEMBANGUN TIM YANG EFEKTIF&lt;br /&gt;Robert B. Maddux&lt;br /&gt;1. Dengan adanya tim maka sasaran yang realistis ditentukan dan dapat dicapai secara optimal&lt;br /&gt;2. Anggota tim dan pemimpin tim memiliki komitmen untuk saling mendukung satu sama lain agar tim berhasil&lt;br /&gt;3. Anggota tim memahami prioritas anggota lainnya dam dapat aling membantu satu sama lain&lt;br /&gt;4. Komunikasi bersifat terbuka&lt;br /&gt;5. Pemecahan masalah lebih efektif karena kemampuan tim lebih memadai  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-527644461085066071?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/527644461085066071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=527644461085066071' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/527644461085066071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/527644461085066071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/team-building.html' title='TEAM BUILDING'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-4115606106862303859</id><published>2011-11-04T18:45:00.001-07:00</published><updated>2011-12-17T18:15:18.758-08:00</updated><title type='text'>CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Atau disebut dengan : corporate citizenship&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;responsible business&lt;/b&gt; and &lt;b&gt;corporate socialperformance&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond, serif;"&gt;adalah suatu konsep bahwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi" title="Organisasi"&gt;organisasi&lt;/a&gt;,khususnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond, serif;"&gt;( namun bukan hanya) &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan" title="Perusahaan"&gt;perusahaan&lt;/a&gt;adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen" title="Konsumen"&gt;konsumen&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karyawan" title="Karyawan"&gt;karyawan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemegang_saham" title="Pemegang saham"&gt;pemegangsaham&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas" title="Komunitas"&gt;komunitas&lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan" title="Lingkungan"&gt;lingkungan&lt;/a&gt;dalam&lt;span style="color: cyan;"&gt; segala aspek operasional perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;CSRberhubungan erat dengan "&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan" title="Pembangunan berkelanjutan"&gt;pembangunan berkelanjutan&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;", dimana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnyaharus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan,misalnya keuntungan atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deviden" title="Deviden"&gt;deviden&lt;/a&gt; melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosialdan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kewajibanmanajemen untuk membuat pilihan dan mengambil tindakan yang akan memberikankontribusi terhadap kesejahteraan dan kepentingan masyarakat serta organisasiitu sendiri (Daft, 2006: 213)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PANDANGANPRO –KONTRA TERHADAP CSR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dikalangan akademis dan kebijaksanaan publik, ada 2 pandangan yang salingbertentangan . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pandanganklasik beranggapan bahwa tanggung jawab manajemen dalam menjalankan suatubisnis adalah memaksimalkan laba &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beberapaalasan dalam menentang CSR :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengurangilaba perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MeningkatkanBiaya Perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MelemahkanTujuan Bisnis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terlalubanyak pengaruh Sosial bagi perusahaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Disisi lain, pandangan sosio economi beranggapan bahwa setiap organisasi harusmenaruh perhatian kepada kesejahteraan sosial perusahaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Keuntungan jangka panjang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Citra perusahaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perusahaan memiliki kewajiban etis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perusahaan memiliki Sumber daya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Lingkungan yang lebih baik bagi semua orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Masyarakat menginginkannya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Banyakkegiatan yang dapat dilakukan perusahaan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ekologi dan Lingkungan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kebenaran dalam membantu dan melindungi lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bantuan pendidikan serta pelayanan kebutuhanmasysrakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Praktek kerja yang memperhitungkan kaum minoritas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hubungan industrial yang progresif dan bantuanterhadap karyawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kedermawanan perusahaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;ENAM PROGRAM PILIHAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Phillip Kotler dan Nancy Lee dalambukunya &lt;i&gt;”Corporate Social Responsibility,Doing the Most Good for Your Company and Your Cause”&lt;/i&gt; (2005),mengidentifikasi enam pilihan program bagi perusahaan untuk melakukan inisiatifdan aktivitas yang berkaitan dengan berbagai masalah sosial sekaligus sebagaiwujud komitmen dari tanggung jawab sosial perusahaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Keenam inisiatif sosial yang bisa dieksekusioleh perusahaan adalah: pertama, &lt;i&gt;CausePromotions&lt;/i&gt; dalam bentuk memberikan kontribusi dana atau penggalangan danauntuk meningkatkan kesadaran akan masalah-masalah sosial tertentu seperti,misalnya, bahaya narkotika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kedua, &lt;i&gt;Cause-RelatedMarketing&lt;/i&gt; bentuk kontribusi perusahaan dengan menyisihkan sepersekianpersen dari pendapatan sebagai donasi bagi masalah sosial tertentu, untukperiode waktu tertentu atau produk tertentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Corporate Social Marketing di siniperusahaan membantu pengembangan maupun implementasi dari kampanye dengan fokusuntuk merubah perilaku tertentu yang mempunyai pengaruh negatif, sepertimisalnya kebiasaan berlalu lintas yang beradab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Keempat, &lt;i&gt;CorporatePhilantrophy &lt;/i&gt;adalah inisitiatif perusahaan dengan memberikan kontribusilangsung kepada suatu aktivitas amal, lebih sering dalam bentuk donasi ataupunsumbangan tunai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kelima, &lt;i&gt;CommunityVolunteering &lt;/i&gt;dalam aktivitas ini perusahaan memberikan bantuan danmendorong karyawan, serta mitra bisnisnya untuk secara sukarela terlibat danmembantu masyarakat setempat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Socially &lt;i&gt;Responsible Business Practices,&lt;/i&gt; ini adalah sebuah inisiatif di manaperusahaan mengadopsi dan melakukan praktik bisnis tertentu serta investasiyang ditujukan untuk meningkatkan kualitas komunitas dan melindungi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;TRIPLEBOTTOM LINES &lt;a href="http://www.corebest.net/tiga_tingkatan_csr.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"People,Planet and Profit" are used to succinctly describe the triple bottom linesand the goal of sustainability. The phrase was coined by John Elkington,co-founder of the business consultancy &lt;a href="http://www.sustainability.com/" title="http://www.sustainability.com"&gt;SustainAbility&lt;/a&gt; in 1994. It was laterexpanded and articulated in his 1998 book &lt;a href="http://www.heall.com/books/business/cannibals.html" title="http://www.heall.com/books/business/cannibals.html"&gt;Cannibals withForks: the Triple Bottom Line of 21st Century Business&lt;/a&gt;. (ref &lt;a href="http://www.bsdglobal.com/tools/principles_triple.asp" title="http://www.bsdglobal.com/tools/principles_triple.asp"&gt;Business andSustainable Development: A Global Guide&lt;/a&gt;). Sustainability, itself, was firstdefined by the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brundtland_Commission" title="Brundtland Commission"&gt;Brundtland Commission&lt;/a&gt; of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations" title="United Nations"&gt;UnitedNations&lt;/a&gt; in 1987.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=25288583" name="People"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;People&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"People"(&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Human_Capital" title="Human Capital"&gt;HumanCapital&lt;/a&gt;) pertains to fair and beneficial business practices toward laborand the community and region in which a corporation conducts its business. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Global_Reporting_Initiative" title="Global Reporting Initiative"&gt;Global Reporting Initiative&lt;/a&gt; (GRI) hasdeveloped guidelines to enable corporations and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/NGO" title="NGO"&gt;NGO&lt;/a&gt;'s alike to comparablyreport on the social impact of a business.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=25288583" name="Planet"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Planet&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Planet"(&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Natural_capital" title="Natural capital"&gt;Naturalcapital&lt;/a&gt;) refers to sustainable environmental practices. Generally,sustainability reporting metrics are better quantified and standardized forenvironmental issues than for social ones. A number of respected reportinginstitutes and registries exist including the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Global_Reporting_Initiative" title="Global Reporting Initiative"&gt;Global Reporting Initiative&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/CERES_Community_Environment_Park" title="CERES Community Environment Park"&gt;CERES Community Environment Park&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.4sustainability.org/international" title="http://www.4sustainability.org/international"&gt;Institute 4 Sustainability&lt;/a&gt;and others.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=25288583" name="Profit"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Profit&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Profit"is the bottom line shared by all commerce, conscientious or not. Arguably, fromthe perspective of sustainability, “Profit” is the most critical of the threetriple bottom lines. If a strong focus is not maintained on the valueproposition for the product or service for sale, profits will be affected andconsequently a business’s ability to have any impact through its purpose(People and/or Planet) will be eroded.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam melakukan CSR: perusahaan perlu melakukan CBBO: Cause-Business-Brand –Objective Analysis :program CSR tidak hanya cukup menghadirkan program sosial tanpa adanya analisasecara mendalam thd kesesuaian program tsb dengan misi dan tujuan perusahaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh ketepatan antarabusiness dan brand mission : Body Shop yang sejak awal kemunculannya menunjukkanperhatiannya pada dunia ketiga, tidak melakukan uji coba pada binatang sertamenolak kekerasan dalam rumah tangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut penelitiandari Cone/Roper Corporate Citizenship di AS menunjukkan 88% karyawan yangmenyadari program CSR memilik tingkat loyalitas yang tinggi terhadapperusahaannya bahkan 53% bekerja disebuah perusahaan karena komitmen perusahaanthd isu-isu sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2001,penelitian National Employee Benchmark Study yang dilakukan oleh WalkerInformation : 62% karyawan yang bekerja di perusahaan yang memiliki CSR akanmerekomendasikan perusahaan tersebut kepada orang lain, yang lebih menarik 73%karyawan menyebutkan mereka lebih loyal terhadap perusahaan yang memiliki misisosial dengan program CSR.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span lang="SV"&gt;Lima kriteria pentingdalam menjalankan program saat ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 39.0pt; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list 39.0pt; text-align: justify; text-indent: -21.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sustainable empowerment&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 39.0pt; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list 39.0pt; text-align: justify; text-indent: -21.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Strategic Aliances denganorganisasi nirlaba &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 39.0pt; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list 39.0pt; text-align: justify; text-indent: -21.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;employeeparticipation&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 39.0pt; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list 39.0pt; text-align: justify; text-indent: -21.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;CSR yang mampu membangunbuffer sosial dan politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 39.0pt; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list 39.0pt; text-align: justify; text-indent: -21.0pt;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;High Profile : stand out : yang mudah didengar,dilihat dan diingat orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;Contoh CSR: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;MARUBENI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;Creating a Better Workplace for Women&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;Marubeni is dedicated to &lt;span style="color: #f79646;"&gt;improvingworkplaces so that female employees can work comfortably and with peace ofmind.&lt;/span&gt; In addition to espousing equalemployment opportunities during recruitment, we have also introduced the &lt;span style="color: #f79646;"&gt;Childcare Leave System and Nursing Leave System.&lt;/span&gt; Duringfiscal 2005, we also organized a team to make recommendations suggested byfemale employees to the company.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 27px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-4115606106862303859?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/4115606106862303859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=4115606106862303859' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4115606106862303859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4115606106862303859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/corporate-social-responsibility.html' title='CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-7109425446619406212</id><published>2011-11-04T18:06:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T18:38:28.372-07:00</updated><title type='text'>STRATEGI POSITIONING GROUP BAND SLANK</title><content type='html'>&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Oleh :M.Ronald Reagan dan Yeni Rosilawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(DIMUAT PADA JURNAL ILMU KOMUNASI ATMAJAYA 2009)&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slank berdiri pada Desember 1983. bermula dari sebuah band sekolah yang diberinama (CSC) Cikini Stone Complex, yang terdiri dari anak-anak SMS perguruanCikini dengan Personilnya Bimo Setiawan (drum), boy (guitar), Kiki (guitar),Abi (bas), Uti (vocal), dan Well welly (vocal). Saat itu mereka membawakanlagu-lagu dari Rolling Stone sebagai ekspresi kesukaan terhadap grup idolamereka. Namun akhirnya band ini tidak bisa dilanjutkan, karena tekad dankeseriusannya dalam bermusik Bimo Setiawan yang akrab dengan panggilan bim-bimbersama kedua saudaranya Denny dan Erwan kembali membentuk sebuah band dengannama Red Evil yang kemudian berubah nama menjadi Slank dengan formasi Bim-bim(drum), Erwan (vocal), bongky (gitar), Denny (bas). Kali ini mereka tampildengan konsep berbeda dengan sebelumnya, dalam aksinya mereka mulai beranimenampilkan lagu-lagu ciptaan sendiri (www.Slank.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slank adalah salah satu band di Indonesia yang dapat menyatakan idealisme dirimasing masing tapi musik mereka masih dapat diterima oleh audiens. Perjalanankarir band yang tidak selalu mulus. Pergantian personil, masalah narkoba,sampai hubungan antar personil yang sering terjadi konflik. Tidak membuat bandini mundur.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu keberanian pada masa awal mereka untuk menawarkan jenis musikyang mereka mainkan. Mungkin dalam segi lirik masih kalah tajam dengan Sesepuhkita Iwan Fals. Tapi dalam segi aransemen musik Slank lebih bervariasi danlebih kental nuansa Rock N Roll serta komposisi nada yang kompleks. Mungkinkarena mereka muncul pada masa setiap musisi harus menguasai tehnik dengan baiktidak seperti akhir akhir ini yang setiap orang dapat bermain musik asal merekamemiliki modal maka jadilah dia sebuah band. Hubungan dengan para penggemarmenjadi unsur yang determinan bagi band ini. Karena itu mereka besar tidak lainKarena dukungan fans yang terus mensupport semua karya - karya mereka. Selainitu musik mereka banyak memberi kontribusi terhadap musisi-musisi indonesiasetelah generasi mereka, seperti kata Oppie Andaresta dikutip dari sebuah situs“Slank adalah musisi yang memberi pengaruh kepada banyak musisi lain,"(www.infomusik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematangan dalam aransemen, pola hidup para personil, serta didukung manajemenyang baik maka tidak heran Slank banyak yang mengemari, mereka menyebut dirimereka Slankers. Suatu hal yang menggagumkan dan patut diteliti bagaimana Slankdapat bertahan sampai dengan sekarang ini. Strategi apa yang membuat merekajadi demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positioning memegang peranan yang sangat penting. Karena tanpa hal tersebut,konsumen maupun masyarakat secara keseluruhan akan sulit membedakan keberadaanproduk di pasar, karena produk tidak memiliki citra yang kuat dan unik di benakkonsumen. Dengan pertimbangan banyaknya band-band baru yang bermunculanakhir-akhir ini, namun Slank tetap dapat mampu mempertahakan citra mereka dimata penggemarnya, oleh karena itu Slank bisa dikatakan sukses dalam membentukcitra yang unik di benak penggemarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slank sebagai salah satu band yang sudah cukup lama bertahan di kancah musiktanah air. hal ini terbukti efektif terlihat dari sambutan yang antusiasmasyarakat akan keberadaan mereka. Slank mampu bertahan hingga sekarang walaupunsaat ini dunia musik Indonesia sudah banyak berdatangan band - band baru yangberkualitas dan mempunyai kemampuan yang sangat baik dan kompetitif. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menguraikan strategipositioning grup band Slank dalam menanamkan citra sebagai salah satu grup Banddi Indonesia.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;b&gt;METODE PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya terdapat 2 pendekatan paradigma utama dalam penelitian yaitupendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Perbedaan kedua pendekatanini bukan semata-mata karena pemakaian statistik sebagai alat bantu, akantetapi menyangkut 3 perbedaan lain yang mendasar yaitu : pandangan dasartentang sifat realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan antargejala yang diamati, peranan nilai dalam penelitian dan kemampuan generalisasi.Kedua. Karakteritik penelitian yang berbeda. Ketiga, proses penelitian yangberbeda (Sugiyono, 2000:iv)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif, mengingat di dalamnya tidakakan melakukan uji hipotesis, tidak menggeneralisasi, intersubjektif, prosespenelitian yang bersifat siklus, serta mencerminkan karakteristik-karakteristikdari penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif, yaitu penelitian yangmembuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta,sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Muhammad Nasir,1988:63). Sebuah penelitian deskriptif terdiri dari beberapa jenis antara lain:penelitian survey, deskriptif berkesinambungan, studi kasus, analisa pekerjaandan aktivitas studi waktu dan gerakan (Muhammad Nasir, 1988: 55).&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRATEGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep strategi telah lama ada. Kata itu sendiri berasal dari bahasa Yunanistrategeia yan berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jenderal(Stoner,1996: 267). Orang Yunani mengetahui bahwa strategi lebih dari sekedarberperang dalam pertempuran. Jenderal yang efektif harus menentukan jalursuplai yang tepat, memutuskan kapan berperang atau tidak. Sejak zaman Yunanikuno, konsep strategi sudah memiliki komponen perencanaan dan pembuatankeputusan atau komponen tindakan (Stoner,1996: 267).&lt;br /&gt;Menurut Schemerhorn (1999: 174), strategi merupakan suatu perencanaan kegiatanyang komprehensif yang menentukan petunjuk dan pengarahan yang kritis terhadappengalokasian sumber daya untuk mencapai sasaran jangka panjang organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Ries dan Jack Trout mendefinisikan bagaimana Anda membedakan diri Andasendiri dalam pikiran calon konsumen Anda” (2002:3). Untuk membangunpositioning yang tepat, Hermawan berpendapat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Positioning haruslah dipersepsi secara positif oleh para pelanggan danmenjadi reason to buy mereka. ini akan terjadi apabila positioningmendeskripsikan value yang diberikan kepada pelanggan dan value ini benar-benarmerupakan sesuatu aset bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Positioning seharusnya mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitifperusahaan. Jangan sekali-kali merumuskan positioning, tetapi ternyata tidakdapat melakukannya. Karena bisa terjadi over-promise under-deliver. Sehinggapelanggan akan mengecap merasa dibohongi. Jika sampai dicap pembohong, makahancurlah kredibilitas di mata pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Positioning haruslah bersifat unik sehingga dapat dengan mudahmendiferensiasikan diri dengan para pesaing. Kalau positioning unik, makakeuntungan yang diperoleh adalah positioning tersebut akan tidak mudah ditiruoleh pesaing, sehingga konsekuensinya positioning tersebut akan sustainabledalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahandalam lingkungan bisnis, baik itu perubahan persaingan, perilaku pelanggan,perubahan sosial-budaya, dan sebagainya. Apabila terjadi situasi tersebut makaharus dilakukan repositioning. (Kartajaya, 2004:14).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Menurut Hermawan Kertajaya, “positioning merupakan being strategy”. Positioningmenjadi penentu eksistensi merek, produk, dan perusahaan di benak pelanggan.Positioning adalah reason for being bagi kita. Strategi menurut Poter adalahupaya untuk menghasilkan posisi yang unik dan valuable bagi pelanggan. Itu taklain adalah positioning. Positioning merupakan simpul dan titik awal perumusanstrategi. Positioning menjadi acuan bagi penyusunan differensiasi. Dan karenaitu, ia menjadi landasan dalam membangun ekuitas merek. (Kartajaya,2004:11).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi positioning merupakan strategi yang berusaha menciptakan diferensiasiyang unik dalam benak sasaran, sehingga terbentuk citra (image) merek atauproduk yang lebih unggul dibandingkan merek atau produk pesaing. Kunci utamakeberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan. Selainditentukan oleh persepsi pelanggannya sendiri, posisi atau citra sebuahperusahaan dipengaruhi oleh pesaing dan pelanggan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positioning berhubungan dengan bagaimana memainkan komunikasi agar dalam benakkonsumen tertanam citra tertentu. Seperti didefinisikan oleh Sutisna (2002:258), menjelaskan bahwa positioning sebagai “cara pemasar menanamkan citra,kesan dan persepsi imajinasi atas produk yang ditawarkan kepada konsumenmelalui proses komunikasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi yang dibangun oleh pemasar seharusnya menciptakan hubungan asosiatifantara produk dengan arti-arti tertentu yang positif. Sehingga mempunyaikeunggulan dibandingkan dengan produk lain. Agar keberhasilan sebuah komunikasipemasaran dari suatu produk sangat tergantung bagaiman kita melakukanpositioning tersebut dengan baik. Upaya ini dianggap perlu karena situasimasyarakat atau pasar konsumen sudah over communicated. Perlunya positioningdalam pasar yang sudah penuh dengan persaingan pasar dalam usaha lebih menempatkanposisi perlu juga untuk memperhatikan pesaing agar bisa menentukan unsur apasaja yang menjadi kekuatan untuk menempatkan diri lebih dari pesaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Slank adalah mimpi, proses, emosi, dan semangat” (wawancara dengan personilSlank tanggal 22 november 2007). Bim-Bim mendefinisikan Slank demikan. Di eraawal mereka dengan bangga membawakan lagu-lagu ciptaan mereka sendiri, disaatband-band lain masih berkutat dengan lagu-lagu orang lain. Image yang inginditanam oleh Slank sendiri yaitu kebebasan dan perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slank sendiri tidak memilih image tersebut seperti yang disampaikan Bim-Bim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Slank tidak memlilih, Slank hanya berekspresi, berekspresi dengan mimpi,proses, dan dengan gaya yang kita mau, jadi kita bukan memilih. kalo bisa jujuraja. Image yang ingin ditanam oleh Slank sendiri yaitu kebebasan dan perjuangandan image itu terbentuk setelah album pertama keluar. orang yang menilai musikSlank adalah jujur” (Sumber; wawancara dengan personil Slank, tanggal 22november 2007).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Karena berhubungan dengan citra. Tanpa disadari Slank telah melakukanPositioning. Slank sendiri pada awalnya memandang bahwa positioning merupakanhal tidak penting dikarenakan mereka tidak mengetahui hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Positioning itu untuk menggambarkan antara produk dan pasar yang ramai. Adaanak kecil, orang tua, Islam Kristen dan yang lainnya, terus ada produk barubernama Slank. Jadi positioning itu adalah penonjolan citra unik Slank untukmenjual dagangan Slank, awal berdirinya Slank, Slank gak pernah memikirkan itu,bahkan mereka gak tau apa itu positioning, ngalir aja” (Sumber; wawancaradengan manajer direksi Koran Slank, pada tanggal 28 November 2007).&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Selanjutnya manajer Direksi Koran Slank menjelaskan positioning Slank sebagaiberikut;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Positioning Slank adalah polos dan apa adanya, that’s Slank, anak menengahkebawah, anak orang susah, anak orang miskin, naek bus, pengamen, pemulung,berandalan, tukang ojek, tukang becak, segala macam. Itu adalah orang-orangyang polos dan apa adanya, apa adanya itu mereka gak maksain hidup, Slankpengen penggemarnya tuh hidup apa adanya.itu yang dilakukan Slank, Bim-bim bisakebeli BMW, Mercedes, tapi dia gak beli, dia hidup apa adanya” (Sumber;wawancara dengan manajer direksi Koran Slank, tanggal 26 September 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slank bisa dibilang adalah generasi awal grup musik di tanah air yangbertemakan apa adanya, ini menjadikan dampak positif bagi Slank karena apa yangdiinginkan pasar adalah sesuatu yang jujur dan dirasa mewakili apa yang pasarrasakan. Sehingga memudahkan dalam mensegmentasikan pasar dan lebih jauh lagiakan mempermudah untuk mengetahui musik serta lirik seperti apa yang belum adapada pesaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Slank selalu berusaha menstimulus kreativitas Slank. Peluang(opportunities)nya adalah besarnya peluang pasar pada segmen ini yaitu anakmuda. Bukti bahwa Slank mampu mempengaruhi perilaku slankers adalah ketika parapersonel Slank mengkonsumsi narkoba, slankers pun ikut mengkonsumsi obat-obatanterlarang itu. Dan ketika Slank memutuskan untuk tidak lagi mengkonsumsinarkoba, para slanker berhenti menggunakan narkoba. Kepatuhan slanker terhadapSlank telah membuktikan bahwa Slank tidak hanya grup musik yang menjual musikdan merchandise. Grup ini telah menjual gaya hidup. Kemudian yang terakhir adalahancaman (threats), yaitu adanya kompetisi dari berbagai grup musik dari dalammaupun luar negeri yang sangat ketat, hal ini akan mempengaruhi pasar Slankyang merupakan sumber keberlangsungan dari Slank. Dengan kondisi pasar sepertiyang telah dijelaskan sebelumnya, maka konsekuensi dari pemosisian yang telahditetapkan adalah bahwa Slank harus pula mencerminkan karakter dari positioningstatement mereka itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah grup musik Slank tidak hanya menjual produk semata. Grup musikini tidak lagi menjual kaset atau merchandise, tapi menjual gaya hidup. Gayahidup yang ditawarkan oleh Slank kepada para penggemarnya adalah kebebasan dananti kemapanan yang polos dan apa adanya. Inilah sebetulnya yang dicari dandibeli oleh slankers. Dengan membeli kaset Slank dan mendengarkan lagu-lagu didalamnya, para slankers dapat merasa senang dan melupakan kesulitan yang merekahadapi. Karena mereka merasa musik Slank dapat mewakili apa yang merekarasakan. akhirnya tujuan dari positioning Slank pun terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi positioning Slank pada dasarnya adalah untuk membedakan diri dari bandlainya. Hal ini perlu dilakukan karena Slank memiliki banyak pesaing dalamdunia musik. Semaraknya dunia musik di tanah air berimbas ke banyaknyaband-band baru yang bermunculan dengan kualitas yang siap bersaing. Fokus utamadalam persaingan ini adalah adanya pesaing langsung (utama), Directcompetitor/pesaing utama Slank adalah band-band yang sudah lama eksis di tanahair seperti Dewa, Padi, Sheila on 7 dsb, dan pesaing keduanya adalah band–bandbaru seperti Ungu, Radja, Peterpan dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu saat nanti ketika orang mengingat Slank, orang akan melihat nilai yangbaik (berpikiran bebas dan bertanggung jawab, gak mau mendikte tapi juga gakmau mendikte orang, gak mencuri dan gak dicuri, gak mau dipecundangin orang dangak mempencundangin orang.), dengan kata lain ketika orang melakukan kebaikanmaka orang itu adalah Slank”. (Sumber; wawancara dengan Manajer Direksi KoranSlank, tanggal 28 November 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positioning yang jelas dan tepat akan memudahkan pasar menangkap pesan untuksiapa produk yang bersangkutan diperuntukkan. Demikian pula dengan Slank,dengan positioning sebagai grup musik yang polos dan apa adanya, akanmemudahkan pasar target dari Slank adalah orang-orang mempunyai kesamaan visidengan Slank yakni orang yang polos dan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;b&gt;UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK MENGKOMUNIKASIKAN POSITIONING SLANK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positioning adalah bagaimana caranya agar yang kita pikirkan dan yang inginkita sampaikan kepada konsumen dapat dipersepsikan seperti yang kita inginkan.Mengingat aspek terpentingnya berada di pikiran konsumen, bukan di kemasanproduk. Persepsi terhadap Slank yang berada dalam pikiran konsumenlah yangbekerja untuk mempengaruhi keputusan konsumen dan akhirnya akan memberi manfaatyang sangat besar bagi Slank sendiri. Banyaknya berbagai band yang salingbersaing, tiap band mempunyai kedududukan (posisi) tertentu dalam ingatankonsumen, sehingga strategi positioning Slank perlu diperjuangkan dengan gigihuntuk mendapatkan tempat yang menguntungkan di benak konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bim-Bim menjelaskan upaya yang dilakukan Slank dalam mengkomunikasikanpositioningnya adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Melalui televisi yakni dengan pemutaran video klip, konser Slank, dan melaluikoran Slank, tapi itu semua harus sesuai dengan tema yang Slank usung yaknipolos dan apa adanya karena apabila itu sesuai dengan tema-tema yang Slankusung, media akan menulis dengan semangat. Kalo Slank Cuma bilang kitangeluarin album baru media akan lewat saja. contoh kita ngeluarin album baruuntuk solidaritas terhadap yatim piatu. Itu akan lebih menarik media. AlbumTerakhir slow but sure. Itu soal demokrasi sama lingkungan hidup (Sumber;wawancara dengan personil Slank, tanggal 22 November 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi positioning Slank pada dasarnya adalah untuk memberikan keunikan(Unique selling proposition) sehingga berbeda dari band lainnya. Unique sellingproposition (keunggulan/penawaran kompetitif) yang dimaksud adalah bahwa Slanksebagai grup musik menawarkan gaya hidup kebebasan dan anti kemapanan, namunjujur, polos, apa adanya, dan bertanggung jawab. Hal inilah keunikan Slank yangmembedakan dari grup musik lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budi dalam mengkomunikasi positioning tersebut sebetulnya dilakukanoleh Slank pertama kali adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika sikap itu udah ada dalam diri mereka, kan harus disampaikan kemasyarakat, harus ada sosialisasi, dan mengkomunikasikan itu lewat koran Slank,dari koran Slank itu lalu berkembang, kemudian hampir sebagian besar lagu Slanksetelah koran Slank muncul itu udah mulai mengajak Slank secara langsung untukgak menggunakan kalimat-kalimat yang bersayap jadi langsung aja, seperti “luharus gerak”. Jadi itukan sikap-sikap jujur, terbuka, apa adanya untukmenggambarkan tentang sikap polos dan apa adanya itu. Jadi media yang palingefektif yang dilakukan Slank adalah koran Slank kemudian media lain, media lainitu ketika Slank konser, mereka pidato, retorika oleh kaka, ketika merekatampil dalam interview baik di media cetak maupun di media televisi. Namun yangpaling konsisten dilakukan Slank adalah melalui koran Slank (Sumber; wawancaradengan manajer direksi Koran Slank, tanggal 26 September 2008).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;1. Musik dan lirik Slank&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup kebebasan dan anti kemapanan telah ditunjukkan Slank sejak awalkemunculannya. Slank berani mendobrak aturan-aturan yang ada dalam petaindustri musik Indonesia. Misalnya Slank berani menyuarakan protes-protessosial dan mencampur warna dasar aliran musik mereka, rock ‘n roll, denganmusik lain, seperti bluess, reggae, pop sampai etnik (Sumber; HaiKlip Slank,hlm 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi lirik lagu pun, Slank juga berbeda. Grup ini berani menyuarakankritik-kritik sosial dan menyentuh berbagai permasalahan yang terjadi dalammasyarakat. Mulai dari masalah lingkungan (lagu Nggak Perawan), narkoba (laguJerry Preman Urban, Gara-Gara Kamu), kritik pada pemerintah (lagu Balikkin,Orkes Sakit Hati), hingga masalah cinta (lagu Maafkan, Schatzi). Grup ini jugaberani menggunakan bahasa-bahasa sehari-hari dalam lirik lagunya, sepertipenggunaan kata-kata nggak, gue, dan pake. Bagi Slank, inilah kebebasanberekspresi yang sesungguhnya. Istilah lain menurut Slank, polos dan apaadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu saja. Mereka berani menghancurkan conventional wisdom yang berlakusaat itu. Pada tahun 1980-an, lagu-lagu yang dinyanyikan berirama mendayu-dayudan puitis. Bahkan Bimbin menyebutkan sebagai lagu-lagu yang dinyanyikan denganbahasa Sansakerta (yang diintrodusir oleh Guruh Soekarnoputra dan Gypsi Band –Red. GATRA), dari puisi ke puisi. Tak tanggung-tanggung, ketika SlankMenyanyikan lagu dengan lirik yang simple dan tidak mengindahkan kaidahberbahasa Indonesia yang baik dan benar, lagu itu, Suit…Suit…He He, punlangsung menjadi hits. (Sumber; HaiKlip Slank, hlm 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slank sebagai grup musik dalam berkarya tidak sekedar membuat musik yang enakdi dengar, melainkan juga memuat lirik-lirik lagu yang unik, mulai dariungkapan cinta, masalah narkoba, lingkungan hingga kritik-kritik kepadapemerintah. Seperti penuturan Bim-Bim;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita selalu bikin lagu melihat lingkungan sosial zaman ini, kalo dulu kitamelihat banyak orang teriak reformasi kitapun ikut teriak reformasi, tahun inibanyak orang khawatir global warming kitapun teriak gobal warming, tugasseniman adalah menangkap keresahan masyarakat dan menjadikannya inspirasi. dansemua itu tetap dilakukan dengan polos dan apa adanya” (Sumber; wawancaradengan personil Slank, tanggal 22 November 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. COVER DAN LOGO SLANK&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Dalam penampilan produk, Slank dapat menunjukan apa adanya mereka. Ketika albumpertama Slank diluncurkan, Suit…suit …He He (Gadis Sexy), mereka tidakmenampilkan wajah personelnya sebagai sampul album seperti yang dilakukan olehPenyanyi/musisi lain. Slank hanya menampilkan logo SLANK saja. Nilai filosofidari logo Slank yang menyerupai kupu-kupu tersebut menurut Budi adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kupu-kupu adalah binatang yang bermetamorfosis, proses perkembangannya darisebuah kepompong hingga akhirnya dia jadi kupu-kupu. Hal inilah yang ingindicontoh Slank, bahwa Slank ingin berjuangan untuk menjadi sesuatu, dan ituharus melalui berbagai perjuangan yang tidak gampang” (Sumber; wawancara denganmanajer direksi Koran Slank, tanggal 7 november 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan-pesan yang ditampilkan oleh Slank juga berbeda. Dalam salah satu iklannyauntuk konser peringatan 20 tahun berdirinya Slank, grup musik ini memberikangambar bibir yang menggigit logo Slank. Ada makna yang terkandung dalam gambartersebut. Menurut penuturan Bim-Bim, gambar tersebut bermakna “Slank kiss me”hanya saja harus dibaca slankisme. Slankisme ini adalah polos dan apa adanya.(Sumber; wawancara dengan personil Slank, tanggal 22 november 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. VIDEO KLIP SLANK&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui video klip, karena hampir semua video klip itu digarap dengan budgetyang standar, karena ingin mengambarkan polos dan apa adanya, seperti penuturanBudi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Contoh klip yang polos dan apa adanya seperti klip Slank yang paling baru“seperti para koruptor” itu hanya shoting di potlot tepatnya di warung dekatmarkas Slank. Itu klip yang paling gampang di bikin oleh Slank, di album kelima“kalo kau jadi pacarku”. Buatannya mas adri “gap2” tema klip disesuaiin dengantema lagu. Yakni mengajak hidup sederhana. Seperti para koruptor disitu temanyabener-bener ngajak orang “uda deh ngapain lu gaya hidup berlebih-lebihan tapilu korupsi. dan itu tergambar di alur cerita video klip”. (Sumber; wawancaradengan manajer direksi Koran Slank, tanggal 26 september 2008).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;4. KONSER SLANK&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konser Slank selalu membawa nilai apa adanya, seperti Slank setiap ulangtahun, Slank selalu bikin konser yang tidak memposisikan diri mereka sebagaiartis. Seperti penuturan Budi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Slank mengundang artis-artis yang secara musik, secara moral bisadipertanggung jawabkan. Dalam pengertian apa yang dilakukan oleh Slank itudilakukan oleh anak-anak band yang diundang. Jadi Slank itu bersahabat denganorang-orang yang iramanya seperti mereka. Slank gak pernah ngundang orang-orangyang gak seirama dengan Slank seperti contoh Slank gak pernah undang Dewa diacara ulang tahunnya. Karena menurut gue, Dewa itu band yang borjuis sedangkanSlank enggak. Kayaknya gak ada semanggatnya Dewa yang harus disampaikan keSlankers, kagak perlu. (Sumber; wawancara dengan manajer direksi Koran Slank,tanggal 26 september 2008).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Seperti ketika konser Slank baru-baru ini, untuk memuaskan fansnya, Slankmengadakan acara bernama “Slankers day” banyak hal yang menjadi terlalu manisuntuk dilupakan Slankers pada momen ini, diantaranya adalah ketika merekaberhasil mendapatkan tanda tangan dan foto bareng Slank. Tetapi apa yangdirasakan oleh sepuluh slankers hasil seleksi se-Indonesia yang main diSlankers day 6 Juli 2008 pasti akan menjadi selalu dikenang sepanjang hidupnya.Karena mereka berkesempatan merasakan satu panggung dengan grup musik idolamereka yakni Slank. Selain kesepuluh band seleksi tersebut, Slank mengundangband-band yang menurut mereka sepaham dengan Slank seperti; Steven NCoconutstree sebuah band reggae yang sangat popular saat ini. Band yangliriknya banyak mengangkat kejadian-kejadian sosial yang terjadi disekitarmereka. Ada juga Changcuter band Rock N Roll baru yang bersinar saat ini, halini terbukti dengan kemampuan mereka membuat kegilaan padahal ini pertama kalimereka tampil sepanggung dengan Slank (sumber; Koran Slank, edisi 67,hal 11).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan cara mengajak para band-band yang sepaham dengan Slank. Slanksendiri dalam setiap konser selalu meneriakkan kata PLUR (Peace, Love, Unity,Respect) yang tak lain adalah bentuk lain dari polos dan apa adanya mereka. Dikonser tersebut Slank membagi-bagikan bendera kecil berwarna biru yangbertuliskan PLUR kepada penonton. Untuk penonton yang tepat berdiri di balikbarikade ada empat buah spanduk yang masing-masing bertuliskan ‘Peace’, ’Love’,‘Unity’, ’Respect’. Keempat spanduk tersebut dibentangkan di pagar barikade.Spanduk yang sama juga terdapat di back drop panggung mengapit poster Slankersday (sumber; Koran Slank, edisi 67,hal 11).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;5. Merchandise Slank&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko merchandise yang berlokasi di sebelah markas Slank ini menjual berbagaimacam barang bertema Slank mulai dari kaos, celana, tas, topi, bendera, gelas,korek api, jam dinding, bolpen, majalah, stiker, emblem, kalung, gelang, danKoran Slank. Barang-barang yang dijual di toko ini sebagian besar didesain olehtim kreatif Slank dan ada juga yang merupakan hasil karya Slankers yangdititipkan untuk dijual. Salah satu motivasi dibukanya toko ini adalah karenabanyaknya Slankers yang memiliki kreatifitas dan tidak adanya wadah untukmenyalurkan kreatifitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang yang di jual semuanya berdesain sederhana, baik dari bentuk maupun daribahan-bahannya, seperti sandal Slank, dengan desain sandal jepit harian,bahannyapun terbuat dari bambu-bambu bekas yang tidak terpakai lagi. Selainmendapatkan barang yang unik dari toko ini. Faktor kenyamanan juga menjadiprioritas, seperti yang peneliti lihat sendiri selain tata ruang yang nyaman,sirkulasi udaranya juga terjaga karena ruangannya ber AC, kita dapat membelikoran Slank disana atau hanya membacanya disana. Walau barang yang dijualcenderung barang-barang yang sederhana namun cara mendesain ruangan toko inimemberikan kesan yang tidak asal-asalan. Sehingga memberikan kesan tersendiribagi yang datang kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gaya hidup sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slank juga cuek dalam masalah penampilan. Meskipun sudah menjadi grup musikpapan atas Indonesia dengan honor mencapai Rp 80 juta sekali pentas untuk offair dan Rp 50 juta untuk tampil di televisi, Slank tetap tidak memilikiwardrobe division untuk mengurus penampilan mereka di atas pentas. Masalahkostum panggung dan aksesoris diserahkan pada masing-masing personel. PerilakuSlank yang slenge’an tersebut merupakan cerminan dari slogan Slank, polos danapa adanya. Slank ingin jujur dalam mengekspresikan diri, baik melalui musikmaupun dalam kehidupan mereka. Meminjam istilah Slank, mereka tidak ingindirekayasa. Hal ini sesuai dengan peryataan Budi bahwa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walaupun Slank itu anak-anak orang kaya tapi mereka gak hidup di kaum borjuis,kalo bim-bim beli mobil mercy atau BMW itu akan di cover oleh media danakibatnya adalah jarak dia dengan penggemarnya yang orang pinggiran danmenengah kebawah akan semakin jauh” (Sumber; wawancara dengan manajer direksiKoran Slank, tanggal 28 november 2007).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Melalui beberapa jalur komunikasi seperti Koran Slank, website, telepon, sertakegiatan-kegiatan sosial dan kegiatan-kegiatan musik inilah Slank dapatmemberikan unique experiences kepada para penggemarnya. Slank juga berhasilmenciptakan “ Nilai ” (value) melalui nilai kekeluargaan. Masukan-masukan daripara penggemarnya dijadikan dasar untuk menciptakan value-value baru yang dapatmemuaskan penggemar. Hasilnya, loyalitas para penggemarnya terhadap Slanksemakin tinggi. Selain itu, dengan strategi ini Slank dapat menarikpenggemar-penggemar baru. Pada akhirnya, hal ini menghasilkan pertumbuhan bisnisyang menguntungkan bagi Slank.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu citra bisa sangat kaya makna atau sederhana saja. Citra dapat berjalanstabil konsisten dari waktu ke waktu, diperkaya oleh jutaan pengalaman danbanyak jalan pikiran asosiatif, atau sebaliknya, bisa berubah-ubah dan dinamis.Citra bisa diterima secara homogen, sama pada setiap kepala anggota masyarakat,atau sebaliknya, setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda. Seperti itujugalah, ada banyak konsep teoritis tentang citra dan pencitraan yang secaratradisional dipelajari terus-menerus. (Al Ries dan Jack Trout, 1981;31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya berbicara mengenai image, berarti berbicara mengenai persepsi.Persepsi sendiri adalah sesuatu yang bersifat personal, sehingga persepsi akansesuatu tersebut bisa sama atau bisa saja berbeda dengan yang lainnya. Inidisebabkan oleh penerimaan setiap orang yang berbeda-beda. Karena yang ditujuadalah persepsi dari target pasar, maka persepsi itu dapat diciptakan melaluiperencanaan yang terstruktur. Untuk mendesain persepsi target pasar melaluipositioning, proses perencanaan mulai dari segmenting, targeting, hinggakemudian mendapatkan positioning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segmentasi pasar merupakan strategi yang dirancang untuk menganalisa sumberdaya perusahaan kepada segmen yang telah didefinisikan, maka agar bermanfaat,segmen pasar harus memiliki beberapa karakter. Karakteristik tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Berbeda atau distictive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segmen yang disasar harus memiliki karakteristik dan perilaku pembelian yangberbeda dengan segmen lain. Artinya segmen tersebut harus memilikikarakteristik yang khas dan cocok sebagai target market (pembeli) Slank. Iniberarti Slank juga harus memiliki identitas yang sesuai dengan karakteristiktarget pasarnya. Apabila dilihat kembali target utama pasar dari Slank yaitupara anak muda kalangan menengah kebawah. Namun demikian, karena Slank sekarangadalah sebuah band besar dan apa yang mereka lakukan sekarang mau tak mau makinbanyak audiens yang beragam. maka tidak menutup kemungkinan Slank akan diminatidan dibeli oleh khalayak umum seperti orang–orang kaya dan mapan, orang tua,ibu rumah tangga, atau malah kalangan elit sekalipun yang akhir –akhir inikalang kabut karena tersinggung dengan lirik-lirik yang ditulis oleh Slank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dapat diukur atau measurable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran, daya beli dan profil segmen yang dihasilkan harus dapat diukur.Maksudnya disini Slank harus mampu mengukur daya beli pasar sasarannya. Jikadilihat harga per album Slank sekarang ini yang seharga Rp. 25.000 untukkemasan kaset dan Rp. 30.000 – Rp 40.000 untuk kemasan CD, dan seiringperkembangan Slank mulai merambah ke nada dering pribadi dengan harga Rp.10.000 perbulan. maka harga ini sangat reasonable bagi segmen yang ditujuSlank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Dapat dijangkau atau accessible&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segmen harus dapat dijangkau dan dilayani dengan efektif. Hal ini berartikomunikasi dan distribusi barang harus mampu melayani coverage segmen yangdituju yang dituju Slank. Slank mendistribusikan penjualan albumnya melaluioutlet-outlet musik yang bekerja sama dengan Slank dan itu tersebar di seluruhindonesia . Selain itu Slank membuka lebar markas mereka di Potlot untuk paraSlanker yang ingin membeli produk-produk yang dibuat oleh Slank. Slank jugamelakukan hal-hal seperti di bawah ini sebagai bentuk partnership antara Slankdan Slankers;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Mengelola suatu wadah bagi para penggemar yang dikenal dengan nama Slankersmelalui manajemen Slankers yang dikelola oleh Pulau Biru Prodaction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Menciptakan jalur komunikasi antara Slank dan Slankers berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pembuatan website&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Forum di internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kegiatan kumpul bersama personel Slank dan Slankers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Nomor selular khusus untuk berhubungan dengan Slankers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bekerja sama dengan Telkomsel dengan promosi Kartu-As&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Email dan surat tertulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Koran Slank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Toko merchandise Slank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jalur-jalur komunikasi ini, Slank mendapatkan input, baik secara langsungmaupun tidak langsung dari Slankers. Secara langsung dengan Slankers langsungmemberikan masukan atau keinginannya melalui media yang telah disediakan(seperti melalui surat atau forum), dan secara tidak langsung berarti Slankmendapatkan input melalui pembahasan atau wacana-wacana yang sedang berkembangdi kalangan Slankers. Dan sekaligus mampu memenuhi jangkauan para pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Cukup besar atau substantially&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segmen yang disasar oleh Slank yakni menengah kebawah, sudah terlihat betapabesar peluang pasarnya. Suatu tingkat dimana segmen itu luas dan cukupmenguntungkan untuk dilakukan suatu kegiatan pemasaran tersendiri. Maka dariitu Slank memilih target segmennya, yaitu mereka yang merasa memiliki kesamaanvisi dan nilai yang di dibawa oleh Slank. Dan hal ini sangat berpotensidikarenakan Negara kita adalah negara berkembang yang otomatis jumlah kalanganmenengah kebawahnya masih sangatlah banyak, dan kalangan itulah yang akanmenjadi peluang pasarnya. dan diyakini dapat menjamin kontinuitas pasar yangmenguntungkan bagi Slank.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Dapat digarap atau actionable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya segmen yang dibidik dapat dipergunakan sebagai acuan kebijakan yangdiambil Slank, baik dari musik dan lirik, Slank sangat mencerminkankarakteristik segmennya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan juga di buatsemenarik mungkin sehingga dapat menarik minat konsumen. Salah satunya adalahkegiatan penyembuhan bagi Slankers yang kecanduan Narkoba. Slank melihat bahwaNarkoba menjadi salah satu isu yang sangat penting yang harus diperhatikan darikalangan Slankers. Pada awalnya, personel Slank sendiri pernah terjerumusNarkoba dan berhasil menyembuhkan diri. Slank merasa menjadi panutan bagi parapengemarnya, untuk itu slank mencoba untuk memberikan bantuan denganmengirimkan pecandu di kalangan Slankers tersebut ke pusat rehabilitasi. Untukkegiatan ini, Slank bekerja sama dengan sebuah Lembaga Kemasyarakatan yangbekerja sama dengan rumah sakit dan Departemen Sosial. Selain kegiatan penyembuhanNarkoba, Slank juga menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial lainnya sepertimembentuk Organisasi Pecinta Alam di kalangan Slankers. Organisasi ini tercetuskarena banyaknya kerusakan alam yang terjadi, terutama di Indonesia danternyata banyak anggota Slankers yang sangat peduli dengan hal ini. Slankakhirnya berinisiatif membuat organisasi yang baku dan secara terencana membuatbeberapa kegiatan yang melibatkan seluruh anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima keuntungan yang dapat diperoleh Slank dengan melakukan segmentasipasar, seperti yang diterangkan oleh Rhenald Kasali (1999: 122-128) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mendesain produk-produk yang lebih responsive terhadap kebutuhan pasar,artinya dengan memahami segmen-segman yang responsive terhadap suatu stimulimaka Slank dapat membuat karya yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginanSlankers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menganalisis pasar, segmentasi pasar membantu Slank dalam mendeteksi siapasaja yang akan menggerogoti penjualannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menentukan peluang (niche), setelah menganalisis pasar, Slank yang menguasaikonsep segmentasi khalayaknya dengan baik akan sampai pada ide untuk menemukanpeluang yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Menguasai posisi yang superior dan kompetitif, artinya Slank yang menguasaisegmen dengan baik paham betul dengan kebutuhan Slanker yang membuat Slanksuperior dimata Slankers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keuntungan strategi segmentasi didapat, Slank dapat melanjutkanstrategi komunikasi yang efektif dan efisien yakni tahap selanjutnya, yaknitargeting dan positioning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pembahasan bagaimana proses strategi positioning yang digunakanSlank dalam menanamkan citra sebagai salah satu grup band di Indonesia”, dapatditarik beberapa kesimpulan mengenai strategi positioning yang dilakukan Slanksebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tujuan positioning Slank adalah untuk membedakan diri atau memberikan nilaiyang unik akan Slank dari band-band lain yang ada. Positioning Slank yang polosdan apa adanya pertama kali muncul ketika Koran Slank terbentuk. Nilai filosofidari positioning tersebut sudah ada sejak awal Slank terbentuk. Alasanpemilihan Positioning Slank yakni dari pilihan musik dan gaya hidup yang merekaambil, karena kesan orang-orang pinggiran yang mereka bawa menjadi suatu yangberbeda dengan musisi yang lain. Slank pun akhirnya mempertahankan kejujuranseperti itu hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Strategi positioning Slank salah satunya adalah melalui tagline :"polos dan apa adanya". Slank mengoptimalkan berbagai media yangmereka punya untuk mengkomunikasikan positioning mereka sebagai contoh liriklagu, video klip, merchandise dan gaya hidup sehari-hari mereka. Dalam laguBalikkin, Orkes Sakit Hati, Slank mencoba untuk menyuarakan kritik-kritiksosial dan menyentuh berbagai permasalahan yang ada dalam masyarakat, termasukmasalah lingkungan pada lagu Nggak Perawan. Dalam cover album, Slank hanyamenampilkan logo Slank, tidak menampilkan wajah-wajah personilnya, hal iniadalah salah satu upaya untuk mewujudkan "polos dan apa adanya".Dalam gaya hidup sehari-hari, perilaku Slank sangat natural, bahkan Slank tidakmemiliki wardrobe division untuk mengurus penampilan mereka di atas pentas.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui strategi positioning yang dilakukan Slank, Slank telah berhasilmenanamkan suatu pencitraan yang unik di benak para penggemar mereka, yakniSlankers. Namun ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan menyangkutstrategi positioning Slank, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Slank lebih memperbanyak memaksimalkan semua titik kontak dalam melakukankegiatan komunikasi pemasarannya untuk mendukung positioning statement Slankadalah “Polos dan Apa Adanya” dan mengelola media yang mereka milikimengkomunikasikan positioning nya, baik itu melalui situs resmi Slank, koranSlank, video klip, merchandise, dan media –media lain yang dimiliki oleh Slank.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Slank hendaknya mempertahankan citra polos dan apa adanya, menajemen Slanksebaiknya melakukan kegiatan evaluasi (controlling ) terhadap manajemenbranding dan positioning Slank.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trout, Jack dan Ries, L. (2002). Positioning, The Battle for your Mind. Jakarta: Salemba Empat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Kartajaya, Hermawan . (2004). On Positioning, Jakarta : Mark Plus dan PTGramdia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Koler, Philip. (2002) . Manajemen Pemasaran Edisi Milenium, Jakarta:Prenhalindo&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Kasali, Rhenald. (1999). Membidik Pasar Indonesia , Segmentasi, Targetting,Positioning, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Nasir, Muhammad (1988) . Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Schermerhorn, John, R. (1999). Manajemen . John Wiley and Sons dan PenerbitAndi Offset, Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Sutisna (2001), Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Bandung : RemajaRosdakarya&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Stoner, James, Manajemen, Prenhallindo, 1999&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Thompson, Arthur A JR and Strickland III, AJ . (1999). Strategic ManagementConcepts and Cases, Irwin Mc Graw Hill&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;www.infomusik.com&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;www.Slank.com&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Koran Slank, edisi 67, Agustus- September 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Majalah Rolling Stone, edisi 40, Agustus 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;HaiKlip Slank, 2004&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-7109425446619406212?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/7109425446619406212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=7109425446619406212' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7109425446619406212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7109425446619406212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/strategi-positioning-group-band-slank.html' title='STRATEGI POSITIONING GROUP BAND SLANK'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-5621645055600711740</id><published>2011-11-04T17:56:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T17:56:45.858-07:00</updated><title type='text'>MIE AYAM TUMINI -GIWANGAN</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 15.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-bidi;"&gt;Mi Ayam Bu Tumini Giwangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 15.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-bidi;"&gt;Pagi itu, kami mendapat kabar dari kawantentang nikmatnya mi ayam di bilangan Giwangan. Daerah tersebut merupakankawasan terminal bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan bus antar kota dalamprovinsi (AKDP) di sisi selatan Kota Jogja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 15.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-bidi;"&gt;Berbekal &lt;i&gt;ancer-ancer&lt;/i&gt;dari teman tersebut, kami meluncur ke sana. ‘’Tepatnya di sebelah utara pintumasuk terminal mas, timur jalan. Tepatnya di Jalan Imogiri Timur sebelum masukringroad kalau dari utara,’’ kata temen itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 15.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-bidi;"&gt;Tak susah kami menemukan warung mi ayamtersebut, cirinya terlihat jelas, banyak sepeda motor parkir di depan warungitu. Begitu kami masuk, terlihat puluhan orang asyik menyantap mi ayam yangkabarnya rasanya enak sekali tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 15.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-bidi;"&gt;Kami pun memesan dua mangkuk mi ayam dan duagela the manis panas. Sejurus kemudian tersedia di meja kami hidangan mi ayamtersebut. Tidak lama juga, kami meludeskan mi ayam tersebut. ‘’&lt;i&gt;Iki jenenge mi ayam rasa rending&lt;/i&gt; (ininamanya mi ayam rasa rending),’’ kata istriku Yeni mencoba mematahkan kabaryang mengatakan kalau mi ayam tersebut rasanya enak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 15.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-bidi;"&gt;Selesai menyantap mi ayam, kami pun membayarongkos makan mi ayam tersebut. Semangkuk mi ayam dihargai Rp 5.000 dan segelasthe panas seharga Rp 1.500. Jadi kami membayar semuanya Rp 13.000. ‘’Lumayanlah, jauh-jauh dari Jalan Kaliurang KM 5 Sleman ke sini, perut kenyang,’’ pikirsaya sembari masuk Greco dan meluncur pulang ke rumah menemui anak-anak kamiyang cerdas dan lucu, Aya dan Haznan, serta keponakan Arqi. (iwa/yro)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-5621645055600711740?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/5621645055600711740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=5621645055600711740' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5621645055600711740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5621645055600711740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/mie-ayam-tumini-giwangan.html' title='MIE AYAM TUMINI -GIWANGAN'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-5222634897078462848</id><published>2011-11-04T17:49:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T18:00:09.080-07:00</updated><title type='text'>BATIK PEWARNA ALAMI</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Sekelompok ibu ibu berusia 50 -60 tahunan tengah membaik dengantekun, di siang hari yang terik ketika rombongan kami datang. Seorang ibu,dengan sangat ramah menerima kedatangan kami, disambung oleh keramahan ibu yanglain...Bau malam terasa menjadikan atmosfer yang berbeda di ruangitu..selekabat saya sempat membaca spanduk kain di ruangan itu..KelompokPembatik Giri Asri....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Desa Karang Rejek, berada di Kecamatan Imogiri, adalah salahsatu sentra batik di wilayah Bantul. Salah satu keunikasn dan kekhasan batikdesa tersebut adalah pemanfaatan bahan-bahan dari alam, dan sama sekali tidakmenggunakan bahan kimia untuk pewarnaannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Dijelaskan oleh ketua kelompok Pengrajin Giri Asri, ibu Pujilah.Misalnya, penggunaan tanaman &amp;nbsp;indigofera untuk warna biru, tanaman Joho,Mahoni bahkan daun Mangga dan daun Jambu Mete untuk warna warnatertentu...hasilnya adalah warna -warna yang indah, alami, dan batik ini tidakluntur ketika di cuci&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Dengan ketekunan yang meibatkan cinta dan perasaan penuh padabatik, tanpa menihilkan peran mereka yang kebanyakan adalah ibu-ibu RTsederhana, karya -karya batik dengan pakem indah seperti trutum, ceplokan,babon angkrem, wahyu tumurun dan beberapa motif kontemporer mereka hasilkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Sayang, pemasaran batik yang luar biasa indah ini masih sangatterbatas, mereka sekedar menunggu &amp;nbsp;wisatawan yang datang ke Desa tersebut,&amp;nbsp;bahkan &amp;nbsp;banyak orang di Jogja pun belum mengenal keindahan BatikKarang REjek ini...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-5222634897078462848?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/5222634897078462848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=5222634897078462848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5222634897078462848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5222634897078462848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/batik-pewarna-alami.html' title='BATIK PEWARNA ALAMI'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-2445461200102973485</id><published>2011-11-04T17:34:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T18:01:06.695-07:00</updated><title type='text'>CSR VS TRADITIONAL BUSINESS</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;It is obviously seen in the our daily lives, Corporate SocialResponsibility (CSR) is relegated as a philanthropic activities.&amp;nbsp; Peoplealways relegated CSR when the company gives a donation to the victims of earthquake, doing such things a social causes and eventually they got a sincerepublication from the media.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Doing business with CSR is very different with traditionalbusiness. Doing business with CSR means that the businesses-men are running thebusiness with more ethical and act responsibly toward multiple stakeholders andthe society at large. In Indonesia many cases have shown the impact of doingdishonorable business conduct was a leading cause of losing the investors,consumers and all the potential outcome. The demonstration against managementin Freeport, which was happened recently, showed us how important the companyshould engage the social responsibility not just in a piece of paper but shouldbe well-planned and implemented. &amp;nbsp;of Within the weeks , many the consumersof cellular operators have protested against cellular operators becauseunfairly praxis of business made them loose their phone –credit. They senttheir expression of unsatisfactory in the mass media and also NGO. While inUSA, the public protested the dishonorable manner of business executives inWall Street. They shouted criticism and protested against the government.Businesses has failed to demonstrate their performance through good conduct andbehavior toward the stakeholders, if this has happened, they would have losetheir reputation as well as the customers, investors and chance to grow&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;CSR is a means of the company to make a dialogue to theirstakeholders.&amp;nbsp; Good management&amp;nbsp; of CSR is needed and will cause abenefit for the company and the stakeholders.&amp;nbsp;&amp;nbsp; CSR is needed for acorporations to go beyond their economic and legal obligations, and actresponsibly towards multiple stakeholders including society at large.&amp;nbsp; Bybetter understanding of CSR among practioners especially in Indonesia ,therefore it enhance to design a good CSR strategy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Note: this note is a part of my paper, titled CSR as a Dialoguetoward stakeloders&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-2445461200102973485?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/2445461200102973485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=2445461200102973485' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2445461200102973485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2445461200102973485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/csr-vs-traditional-business.html' title='CSR VS TRADITIONAL BUSINESS'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-2168896459803333111</id><published>2011-11-04T17:33:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T17:47:01.067-07:00</updated><title type='text'>Bahan  Mata Kuliah Dasar-dasar Manajemen</title><content type='html'>MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makluk sosial, sehingga ada kecenderungan dalam dirinya untuk berinteraksi dan bekerjasama. Sejarah manusia dapat ditelusuri melalui perkembangan organisasi sosial. Pertama-tama adalah keluarga dan suku nomadik, lalu muncul kampung yang permanen dan masyarakat berdasarkan suku dengan sistem feodal, dan kemudian terbentuk negara sebagai perkembangan lebih lanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam kehidupannya, manusia adalah anggota suatu organisasi, misalnya anggota organisasi kemasyarakatan, olah raga, bisnis dan sebagainya. Organisasi-organisasi tersebut mempunyai rencana dan cara pencapaian tujuan, termasuk di dalamnya adalah tugas mencari dan mengalokasikan sumber daya yang dimiliki oleh organisasi, dan mempunyai pemimpin yang juga disebut manajer yang bertanggung jawab atas keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen berasal dari kata management yang berasal dari kata to manage yang secara umum berarti mengelola. Dalam arti khusus manajemen dipakai bagi pimpinan dan kepemimpinan, yaitu orang-orang yang memimpin dalam suatu organisasi. Dengan demikian manajer ialah orang yang memimpin atau mengelola.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Organisasi adalah suatu sistem yang bersifat sosio-teknis. Sistem adalah suatu keseluruhan dinamis yang terdiri dari bagian-bagian yang berhubungan. Dinamis berarti bergerak di dalam, berkembangke arah suatu tujuan. Sosio (sosial) berarti yang bergerak di dalam dan yang menggerakkan sistem itu adalah manusia. Ekonomis berarti kegiatan dalam sistem bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORGANISASI SOSIAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada pola-pola interaksi sosial (frekuensi dan lamanya kontak antara orang-orang); arah pengaruh antara orang-orang; derajat kerja sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Keaggotaan dalam satu komunitas etnis, klub pendukung sepak bola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi yang didirikan untuk tujuan-tujuan ttt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis: dibentuk untuk menghasilkan barang yang dijual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serikat pekerja (union) diorganisasikan untuk memperkuat tawar menawar  buruh/karyawan pada majikan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANDANGAN SISTEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendekatan sistem, organisasi dipandang sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Jadi dalam pendekatan ini manajer seharusnya memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang merupakan bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Dalam teori sistem dijelaskan bahwa kegiatan setiap bagian dalam organisasi akan mempengaruhi kegiatan bagian lain  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah-istilah penting yang digunakan dalam pendekatan sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Subsistem, yaitu bagian-bagian yang membentuk keseluruhan sistem. Setiap sistem menjadi subsistem dari kesatuan yang lebih besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sinergi, yaitu apabila keseluruhan lebih besar daripada penjumlahan bagian-bagian. Sinergi berarti bagian-bagian terpisah dalam sebuah organisasi yang saling bekerja sama dan berhubungan, serta menghasilkan kerja yang lebih besar dibandingkan bila bagian-bagian tersebut bekerja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sistem terbuka dan tertutup. Suatu sistem dikatakan terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apabila sistem itu berhubungan dengan lingkungan luar organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sistem dikatakan tertutup apabila ia tidak berhubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan lingkungan luar organisasi  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Umpan balik: umpan balik merupakan kunci pengawasan terhadap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sistem. Dengan adanya umpan balik terhadap sistem maka dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilakukan perbaikan apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut. Teori sistem meramalkan bahwa aktivitas setiap segmen organisasi mempengaruhi aktivitas segmen lainnya, dengan tingkat pengaruh yang berbeda. Bagi manajer, mereka harus menghubungkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;departemen mereka dengan perusahaan secara keseluruhan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENDEKATAN KONTINGENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran ini berusaha menyesuaikan antara tanggapan manajerial dengan peluang dan permasalahan yang ada dalam berbagai macam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur yang terbaik : Tergantung pada banyak faktor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Kontingensi:  Struktur yang tepat suatu organisasi mungkin tidak tepat bagi yang lain. Pendekatan ini dikembangkan dikembangkan karena sering dijumpai metode-metode yang efektif untuk situasi tertentu yang ternyata tidak dapat diterapkan pada situasi lain. Menurut pendekatan ini, tugas seorang manajer adalah mengidentifikasi teknik mana yang akan digunakari dalam situasi dan waktu mana yang akan digunakan daiam stuasi dan waktu tertentu dalam membantu pencapaian tujuan. Dalam pendekatan kontingensi, satu jawaban yang dianggap paling tepat untuk mengatasi masalah manajemen adalah bergantung pada situasi yang dihadapi oleh manajemen.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANAJER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah orang yang bertanggung jawab atas kerja satu atau lebih dalam organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran manajer pada organisasi modern:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mengelola proses transisi dari era industri sederhana ke aera informasi yang jauh lebih kompleks.&lt;br /&gt;    * Membangun keuletan SDM dan kemampuan organisasi&lt;br /&gt;    * Melakukan destabilisasi sistem: menjg adanya suasana stress namun tetap dlm batas kemampuan individu.&lt;br /&gt;    * Menjaga keseimbangan antara dua kondisi yang saling berlawanan tetapi sama-sama dibutuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG DILAKUKAN SEORANG MANAJER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer yang efektjf akan memanfaatkan sumber daya organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga membuahkan hasil kerja yang baik dan memberikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepuasan bagi mereka yang terlibat dalam pelaksanaan kerja.&lt;br /&gt;MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian terhadap penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat-alat atau sarana yang dibutuhkan oleh manajemen (Tools of Management)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Men/Tenaga Kerja&lt;br /&gt;   2. Materials (bahan-bahan)&lt;br /&gt;   3. Machines (mesin-mesin)&lt;br /&gt;   4. Methods (cara-cara/sistem)&lt;br /&gt;   5. Money (uang)&lt;br /&gt;   6. Markets (pasar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSES MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Fungsi Manajemen:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perencanaan / planning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai serta langkah -langkah yang harus diambil  untuk mencapainya. Perencanaan didefinisikan  sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti. Para manajer mungkin membuat rencana untuk stabilitas (plan for stability), rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) atau para manajer mungkin juga membuat rencana untuk situasi yang berbeda (plan for contingency) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. BATASAN PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEWMAN : Perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOUIS A ALLEN : Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHARLES BETREHEIM : Rencana mengandung 2 tindakan : Tujuan dan alat untuk mencapai tujuan itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. PROSES PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Menentukan tujuan perencanaan&lt;br /&gt;   2. Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;   3. Mengembangkan dasar pemikiran kondisi mendatang&lt;br /&gt;   4. Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;   5. Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengorganisasian / organizing/staffing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemberian tugas, pengalokasikan  SD serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengarahan / directing/motivating&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesuntuk menumbuhkan semangat pada karyawan supaya bekerja dengan giat serta membimbing mereka melaksanakan rencana dalam mencapai tujuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengendalian / controlling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengukuran kinerja membandingkan antara hasil sesungguhnya dengan rencana serta melakukan evaluasi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORGANISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari unsur yang berkaitan. Bagian produksi dalam operasinya berkaitan langsung dengan bagian pemasaran dan bagian keuangan dan tergantung dari sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan dan sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi tidak berada dalam lingkungan hampa. Keberadaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai sebuah sistem dilingkupi sebuah medan yang dinamakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan lingkungan organisasi. Lingkungan organisasi terdiri atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lingkungan umum: lingkungan ekonomi, sosiaibudaya, teknologi, alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan legal, sedangkan lingkungan khusus terdiri atas pemasok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konsumen, pesaing dan pembuat aturan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lingkungan Ekonomi. misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * perubahan nilai mata uang&lt;br /&gt;    * perubahan perdagangan internasional&lt;br /&gt;    * perubahan kebijaksanaan ekonomi&lt;br /&gt;    * meningkatnya hutang luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat: biaya produksi dan perusahaan meningkat  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lingkungan Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * undang-undang&lt;br /&gt;    * undang-undang perburuhan&lt;br /&gt;    * undang-undang perindustrian&lt;br /&gt;    * undang-undang no 22, 1999 ttg otonomi daerah&lt;br /&gt;    * undang-undang no 25, 1999 perimbangan keuangan pusat daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Lingkungan Politik: Dalam dan Luar Negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * situasi politik yang tidak menentu&lt;br /&gt;    * disintegrasi bangsa&lt;br /&gt;    * euphoria reformasi (anomali/tanpa hukum)&lt;br /&gt;    * dampak: biaya pengelolaan perusahaan meningkatI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lingkungan kependudukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * pertambahan jumlah penduduk&lt;br /&gt;    * pertambahan jumlah rumah tangga&lt;br /&gt;    * berubahnya struktur umur penduduk&lt;br /&gt;    * meningkatnya perpindahan penduduk&lt;br /&gt;    * meningkatnya mobilitas penduduk&lt;br /&gt;    * dampak:&lt;br /&gt;    * lahan eksplorasi diduduki penduduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perubahan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * masyarakat berubah dari sifat kolektif ke individualistik&lt;br /&gt;    * meniru gaya hidup masyarakat global&lt;br /&gt;    * masyarakat yang serba diburu-buru waktu&lt;br /&gt;    * ingin melakukan banyak ha1 sekaligus&lt;br /&gt;    * tingkat stress meningkat&lt;br /&gt;    * kriminalitas semakin merringkat karena melemahnya norma sosial&lt;br /&gt;    * dan agama&lt;br /&gt;    * kekerasan dalam masyarakat meningkat&lt;br /&gt;    * emosi mudah tersulut&lt;br /&gt;    * dampak:&lt;br /&gt;    * biaya kesehatan memingkat&lt;br /&gt;    * biaya sekuriti meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Lingkungan Teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * perubahan bisnis menuntut kecepatan pengambilan keputusan&lt;br /&gt;    * efektivitas organisasi menuntut komunikasi yang cepat&lt;br /&gt;    * kompleksitas data yang harus diolah&lt;br /&gt;    * banyaknya informasi luar yang harus diserap dan diolah&lt;br /&gt;    * biaya pendidikan karyawan meningkat&lt;br /&gt;    * adanya kemungkinan PHK bagi yang tidak bisa mengikuti teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lingkungan hidup/ alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * undang-undang lingkungan hidup semakin ketat&lt;br /&gt;    * dunia internasional memboikot produk yang merusak lingkungan&lt;br /&gt;    * hidup&lt;br /&gt;    * kecaman masyarakat setempat pada masyarakat yang merusak&lt;br /&gt;    * lingkungan&lt;br /&gt;    * sertifikasi lingkungan yang harus dipenuh (ISO)&lt;br /&gt;    * akibat:&lt;br /&gt;    * biaya lingkungan hidup meningkai:&lt;br /&gt;    * biaya pendidikan lingkungan hidup&lt;br /&gt;    * teknologi dan bahan kimia yang ramah lingkungan memerlukan&lt;br /&gt;    * biaya tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Lingkungan Birokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * budaya birokrasi akan menyulitkan pengelolaan bisnis, bila birokrasi&lt;br /&gt;    * memiliki karakteristik sbb:&lt;br /&gt;    * bersifat feodalistik&lt;br /&gt;    * peraturan yang berbelit-belit&lt;br /&gt;    * kesetiaan pada pimpinan (budaya petunjuk pengarahan)&lt;br /&gt;    * lebih banyak minta dilayani&lt;br /&gt;    * bekerja lamban&lt;br /&gt;    * teknologi yang dipakai dalarn bekerja&lt;br /&gt;    * terlalu banyak karyawan&lt;br /&gt;    * bekerja berdasarkan juklak dan juknis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. LINGKUNGAN KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan: Konsumen atau klien khusus, individu dan organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang memberi barang /menggunakan jasa perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasok: Pihak yang memberikan SDM, informasi keuangan &amp;amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahan baku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesaing : Organisasi Khusus yang menawarkan barang &amp;amp; jasa yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mirip Pada konsumen dan kelompok klien yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuat Aturan : Pihak-pihak pemerintah , baik tingkat lokal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;propinsi &amp;amp; Nasional  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERENCANAAN SEBAGAI FUNGSI MANAJEMEN  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan didefinisikan  sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti. Para manajer mungkin membuat rencana untuk stabilitas (plan for stability), rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) atau para manajer mungkin juga membuat rencana untuk situasi yang berbeda (plan for contingency) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. BATASAN PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEWMAN : Perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOUIS A ALLEN : Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHARLES BETREHEIM : Rencana mengandung 2 tindakan : Tujuan dan alat untuk mencapai tujuan itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PROSES PERENCANAAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Menentukan tujuan perencanaan&lt;br /&gt;   7. Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;   8. Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang&lt;br /&gt;   9. Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;  10. Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. TIPE PERENCANAAN YANG DIGUNAKAN  PARA   MANAJER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Perencanaan Jangka pendek (Short Range Plans)&lt;br /&gt;   2. Perencanaan Jangka panjang (Long Range Plans)&lt;br /&gt;   3. Perencanaan Strategi&lt;br /&gt;   4. Perencanaan Operasional&lt;br /&gt;   5. Perencanaan Tetap&lt;br /&gt;   6. Perencanaan Sekali Pakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Perencanaan Jangka Panjang &amp;amp; Jangka Pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka Pendek : Perencanaan untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengah : 1 s/d 2 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang : Jangka waktu 5 tahun atau lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perencanaan strategi dan operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Perencanaan Strategi : Kebutuhan jangka panjang dan menentukan komprehensif yang telah diarahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan tujuan untuk organisasi kegiatan apa yang hendak diambil sumber-sumber apa yang diperlukan untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap perencanaan strategi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. identifikasi tujuan dan sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. penilaian kinerja berdasar tujuan dan sasaran yang ditetapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. penentuan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. implementasi perencanaan strategi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      5. evaluasi hasil dan perbaikan proses perencanaan strategi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan perencanaan strategi: mendapatkan keuntungan kompetitiff (competitive advantage). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Strategi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen strategi: proses pengarahan usaha perencanaan strategi dan menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga menjamin kesuksesan organisasi dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap manajemen strategi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. perumusan strategi (strategy formulation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. pengimplementasian strategi (strategy implementation) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang digunakan organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tingkatan strategi yang digunakan organisasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. strategi korporasi (corporate strategy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tujuan: pengalokasian sumber daya iuntuk perusahaan secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Srtategi ini digunakan pada tingkat korporasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. strategi bisnis (business strategy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      strategi untuk bisnis satu produk lini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Strategi ini digunakan pada tingkat divisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. strategi fungsional (functional strategy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      mengarah ke bidang fungsional khusus untuk beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Strategi ini digunakan pada tingkat fungsional seperti penelitian dan pengembangan, sumber daya, manufaktur, pemasaran, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perencanaan operasional: kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan operasional yang khas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Perencanaan produksi (Production Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan&lt;br /&gt;   2. Perencanaan keuangan (Financial Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas  operasional&lt;br /&gt;   3. Perencanaan Fasilitas ( Facilites Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan fasilitas &amp;amp; layaout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas.&lt;br /&gt;   4. Perencanaan pemasaran (Marketing Plans) : Berhubungan dengan keperluan penjualan dan distribusi barang /jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perencanaan tetap (standing plans)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk kegiatan yang terjadi berulang kali (terus menerus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertuang dalam : Kebijaksanaan Organisasional , Prosedur dan Peraturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan tetap yang mengkomunikasikan pengarahan yang luas untuk membuat berbagai keputusan dan melaksanakan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya : Penyewaan karyawan, Pemberhentian sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur dan aturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan tetap yang menggambarkan tindakan yang diambil pada situasi tertentu sering disebut : Standard Operating Prosedurs (SOPs) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perencanaan sekali pakai (single-use plans)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan hanya sekali untuk situasi yang unik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan sumber-sumber untuk mengerjakan aktivitas proyek atau program&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan alat Manajemen yang ampuh untuk mengalokasikan berbagai macam sumber yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang beranekaragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal Proyek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan rangkaian kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan khusus dan yang  menghubung-hubungkan dengan kerangka waktu yang khusus, target kinerja dan Sumber Daya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUNTUNGAN PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fokus dan fleksiblitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOKUS : Mengetahui apa yang terbaik , mengetahui apa yang dibutuhkan dan bagaimana melayani pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLEKSIBILITAS: Beroperasi dan  punya pandangan kedepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan membantu Manajer  karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2.. Perencanaan berorientasi pada hasil- Menciptakan pengertian arah orientasi kinerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. Perencanaan Orientasi pada prioritas -Memastikan hal yang paling penting dan mendapatkan perhatian utama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      5. Perencanaan orientasi pada keuntungan -Membantu sumber -sumber untuk mendayagunakan kekuatan terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      6. Perencanaan orientasi pada perubahan -membantu mengantisipasi masalah dan kesempatan sehingga dapat dicapai kesesuaian yang  terbaik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Perencanaan mengembangkan koordinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tujuan-tujuan dari masing-masing subsistem ditata sehingga saling mendukung satu sama lain. Tingkatan tujuan yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkatan tujuan yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Perencanaan mengembangkan pengendalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pengendalian meliputi Pengukuran dan evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan membantu kemungkinan tersebut dalam menentukan tujuan, keinginan hasil kinerja dan menentukan tindakan khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDEKATAN-PENDEKATAN PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Perencanaan inside-out dan perencanaan outside-in&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan inside-out: terfokus pada yang sudah dilakukan dan mengusahakan untuk melakukan yang tebaik yang dapat dilakukan. Ini meningkatkan efektivitas organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan outside-in: dari analisa lingkungan eksternal muncul perencanaan untuk mengeksploitasi kesempatan-kesempatan dan meminimisasi permasalahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kedua perencanaan ini dapat dikombinasikan agar optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Perencanaan top-down dan perencanaan bottom-up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan dari atas ke bawah (top-down): manajer dibawah manajer puncak membuat perencanaan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan manajer puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up) dikembangkan pada tingkatan yang lebih bawah tanpa adanya batasan yang secara teratur melewati hirarki tersebut ke tingkat manajer puncak. Kelebihan: kuatnya komitmen dan kepemilikan dalam perencanaan yang lebih rendah. Kelemahan: bila terlalu ekstrim mungkin akan gagal untuk menghasilkan seluruh tugas yang terintegrasi dalam organisasi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. Perencanaan contingency&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      -&amp;gt; perencanaan yang terfokus pada pemikiran ke depan. Perencanaan ini meliputi penentuan alternatif-alternatif tindakan yang dapat diimplementasikan seandainya perencanaan orisinil tidak sesuai karena adanya perubahan keadaan. Kunci: prediksi perubahan yang akan datang yang dapat berakibat pada perencanaan yang sedang dijalankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DASAR-DASAR PERENCANAAN YANG BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. forecasting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è proses pembuatan asumsi-asumsi tentang apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  a. forecasting kualitatif: prediksi masa depannya menggunakan pendapat para ahli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  b. forecasting kuantitatif: prediksi masa depannya menggunakan analisa data secara matematis dan statistis (analisa time series, model ekonometri, survey statistik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Penggunaan skenario&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è meliputi penentuan beberapa alternatif skenario masa yang akan dtaang atau keadaan peristiwa yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengidentifikasian kemungkinan skenario yang berbeda waktunya akan membantu organisasi beroperasi lebih fleksibel dalam lingkungan yang dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. benchmarking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è perbandingan eksternal untuk mengevaluasi secara lebih baik suatu arus kinerja dan menentukan kemungkinana tindakan yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Tujuan: untuk mengetahui apakah orang-orang dan organisasi bekerja dengan baik dan merencanakan bagaimana menggabungkan ide-ide tersebut dalam pengoperasiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. partisipasi dan keterlibatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è perencanaan partisipatif yang aktif: perencanaan di mana semua orang yang mungkin akan memperngaruhi hasil dari perencanaan dan atau akan membantu mengimplementasikan perencanaan-perencanaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      5. penggunaan staf perencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è fungsi staf perencana: bertanggung jawab dalam mengarahkan dan mengkoordinasi sistem perencanaan untuk organisasi secara keseluruhan atau untuk salah satu komponen perencanaan yang utama.  &lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-2168896459803333111?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/2168896459803333111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=2168896459803333111' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2168896459803333111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2168896459803333111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/bahan-mata-kuliah-dasar-dasar-manajemen.html' title='Bahan  Mata Kuliah Dasar-dasar Manajemen'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-6919002346910530227</id><published>2011-11-04T17:30:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T17:58:54.004-07:00</updated><title type='text'>GREEN PUBLIC RELATIONS</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Green Public Relations is a sub area in public relations thataimed to communicate environmentally –friendly practices or CSR programsconducted by the companies. The objective of Green PR is enhancing theawareness of brand and reputation or image of corporate. Green PR is not onlydoing a CSR but also campaign them (CSR) toward the public and persuadesawareness of people which accordance to the campaign objectives or program&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;The research showed that 85% consumers in the world would liketo change their habit of consumption for the better future for earth, 55 %would like to promote to others &amp;nbsp;if there ‘s a social causes behind theproduct and 41% buying the product because of the social purposes behind theproduct.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;The result showed that their buying decision not only based onprice, design and the quality of product but the practices CSR also get moreattention from customers&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;The example of Green PR e.g Body Shop which showed&amp;nbsp; theircommitment since the beginning of their existence toward &amp;nbsp;to the issue ofthird world &amp;nbsp;, like “No Abuse Against Women”, “No Trafficking and NoAnimal &amp;nbsp;Testing . Body Shop invites people and society at the large toconcern and combat the abuse against women, trafficking and animal testing .&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;The action of Body shop &amp;nbsp;revealed also on their product,not just by their campaign. Tupperware also a good example that they have acampaign and showed their concern on environmental issues by their movement, REDUSE,RE-USE and Re CYCLE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-line-height-alt: 8.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;We can start Green PR from our organizations. Not only a bigcompany &amp;nbsp;can do this. Invite your friends on your community to start dothis. Remaja Masjid, &amp;nbsp;Karang Taruna , a writer club or magazine, &amp;nbsp;PRClub in your campus can be invited to apply this program. Invite the peoplearound you to join with this. Green PR is &amp;nbsp;NOT the activity that must bespent a lot of money, but with twisting your creativity and innovation you canfind a lured activities of Green PR…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-6919002346910530227?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/6919002346910530227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=6919002346910530227' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/6919002346910530227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/6919002346910530227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/green-public-relations.html' title='GREEN PUBLIC RELATIONS'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-4000002803210419</id><published>2011-11-04T17:28:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T17:28:08.568-07:00</updated><title type='text'>PRESENTASI BISNIS</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;PRESENTASI BISNIS &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Presentasi bisnis : bentukkomunikasi yang berorientasi yang disajikan dalam suatu lingkungan bisniskepada khalayak yang relatif homogen (x heterogen)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Presentasi bisnis :melaluisikap yang sangat efektif, penyaji diharapkan dapat memanfaatkan semua SDmanusia dan sumber daya fisik yang tersedia untuk memaksimalkan peluangkeberhasilan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Presentasi :diberikan untukmendatangkan perubahan (seringkali pada saat presentasi), mendukung tindakankhusus, dan/atau mendorong kelompok atau seseorang yg berwenang utk mengambilkeputusan yang khusus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IT;"&gt;JENIS-JENIS PRESENTASI&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IT; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Presentasi informatif : terdiri dari penjelasanringkas , laporan, atau instruksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Penjelasan ringkas (briefing) biasanya bersifatumum atau informal. Penjelasan ringkas internal melibatkan pembicara dankhalayak dalam organisasi yang sama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Presentasi instruksional melibatkan pelatihandan/atau orientasi pegawai baru, pembaharuan pelatihan semua pegawai ataupenjelasan prosedur &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;atau metode baru &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;KIAT KEBERHASILAN DALAM PRESENTASI PERSUASIF&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Ketika mengembangkan kiat persuasif anda harus memulainyadengan mempelajari sebanyak-banyaknya anggota khalayak, baik sebagai individumaupun sebagai kelompok. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Kiat untuk meningkatkan etos dan kredibilitassumber : sumber pesan&amp;nbsp; adalah orang yangberpengetahuan luas, dapat dipercaya, sungguh-sungguh dan peduli thdkhalayaknya.&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;FUNGSI PUBLIC SPEAKING&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;(Whitman&amp;amp;Boase, dalam Yayan hal. 2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Menarik perhatian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Menghibur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Memberikan informasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Mempertanyakan suatuperkara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Membujuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Meyakinkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;7.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Memberikan rangsangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;8.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Memberikan kritikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;9.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Membentuk kesan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;10.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Memperingatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;11.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Membangun semangat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;12.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Memberikan instruksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;13.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Menyajikan sebuahpenelusuran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;14.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Menggerakkan mas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt;"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;MENDENGARKAN SEBELUM BERBICARA/PIDATO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Siapapun pembicara biasanya, pendengar akan bertanyakepada diri sendiri pertanyaan seperti:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apakah pembicara menyampaikan sesuatu yang berguna untuk disampaikan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apa yang akan saya dapatkan dari mendengarkan pembicara tersebut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apakah saya punya waktu untuk mendengarkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apakah saya ingin mendengarkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Mendengarkan adalah ketrampilan yang dapat dilatih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apakah anda memahami seluruh apa yang disampaikan pembicara? Apa yangmenjadi kendala untuk memahami?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apa yang anda lakukan atau katakana jika anda tak memahami pembicara?Bagaimana respon dari pembicara?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l6 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apakah aksen, kecepatan menyampaikan, atau istilah dan singkatan-singkatanyang digunakan pembicara mempengaruhi anda untuk memahami pesan dari pembicara.Mengapa? Beri contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Kunci untuk menjadi pendengar yang baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l5 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Tunjukkan ketertarikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l5 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Hindari gangguan (radio, TV, HP, dll)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l5 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Perhatikan pilihan/penggunaan kata-kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l5 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Berikan respon kepada pembicara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l5 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Bertanya bilamana perlu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l5 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Buatlah pembicara merasa nyaman dan enak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Pembicara yang baik biasanya dinilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l7 level1 lfo5; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Bagaimana presentasi disusun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l7 level1 lfo5; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Bagaimana cara pembicara menyampaikan pidatonya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l7 level1 lfo5; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Bagaimana pembicara merasa nyaman dengan topik, pendengar maupun dengandiri mereka sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt;"&gt;7langkah Membuat Presentasi yang efektif &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l6 level2 lfo3; tab-stops: list .75in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Tentukan Topik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l6 level2 lfo3; tab-stops: list .75in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Analisa Pendengar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l6 level2 lfo3; tab-stops: list .75in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Batasi topik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l6 level2 lfo3; tab-stops: list .75in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Kumpulkan informasi atausumber berkaitan topik yang dipilih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l6 level2 lfo3; tab-stops: list .75in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Buatlahpidato/presentasi relevan dengan pendengar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l6 level2 lfo3; tab-stops: list .75in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Susun materi pidatosecara efektif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l6 level2 lfo3; tab-stops: list .75in; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;7.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Pilihlah visual atauverbal untuk membantu mengilustrasikan materi dan menjaga perhatian pendengar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-style: italic;"&gt;Menggali Ide&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Strategi mendapatkan ide:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;a. Dari diri sendiri -- membuatlist tentang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0in; mso-list: l0 level2 lfo6; tab-stops: list 1.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;minat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0in; mso-list: l0 level2 lfo6; tab-stops: list 1.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;kegiatan yang menarik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0in; mso-list: l0 level2 lfo6; tab-stops: list 1.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;hobi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0in; mso-list: l0 level2 lfo6; tab-stops: list 1.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;memori&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0in; mso-list: l0 level2 lfo6; tab-stops: list 1.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;catatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0in; mso-list: l0 level2 lfo6; tab-stops: list 1.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;pengalaman dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;b. Dari Pendengar:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa yang menarik atau penting untukpendengar?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan cara;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0in; mso-list: l1 level2 lfo7; tab-stops: list 1.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;menanyai mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0in; mso-list: l1 level2 lfo7; tab-stops: list 1.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;membaca atau mendengarkan sesuatu yang disukaipendengar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0in; mso-list: l1 level2 lfo7; tab-stops: list 1.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;menganalisa pendengar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;MEMILIH TOPIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l8 level1 lfo8; tab-stops: list .75in; text-indent: -.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apakah topik yang sayapilih menarik saya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l8 level1 lfo8; tab-stops: list .75in; text-indent: -.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apakah topik menarik danpenting untuk pendengar?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l8 level1 lfo8; tab-stops: list .75in; text-indent: -.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apakah saya mampumendapatkan bahan pendukung serta waktu yang cukup untuk topik yang saya pilih?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; mso-list: l8 level1 lfo8; tab-stops: list .75in; text-indent: -.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Apakah saya cukup tahutentang topik dan dapat memulai riset serta menterjamahkan apa yang sayatemukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;MEMFOKUSKAN/MEMBATASI&amp;nbsp;TOPIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Sekali anda memilih topik, anda harus fokus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l4 level1 lfo9; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Tidak terlalu sempit dan tidak terlalu luas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l4 level1 lfo9; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Didasarkan pada waktu yang disediakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l4 level1 lfo9; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Tidak memaksakan memberikan banyak/semua informasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; mso-list: l4 level1 lfo9; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Membuat sub-sub topik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoTitle"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;MATRIK PRESENTASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Header&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Topik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;subyek yang akan dibicarakan&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Tujuan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Apa yang anda ingin pendengar tahu, melakukansesuatu atau pikirkan setelah mendengar presentasi anda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Pendengar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;grup atau orang-orang yang akan mendengarkan pidato/presentasianda&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Kalimat penarik perhatian&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;cerita, humor/cerita lucu, pernyataan yangkontroversial, pertanyaan untuk membuat pendengar tertarik&lt;b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Thesis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Satu kalimat pernyataan tentang apa presentasianda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Kalimat metode&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Outline tentang beberapa poin yang akan andasampaikan&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Isi/badan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Ide utama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;hal-hal utama yang akan disampaikan sesuai thesis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Ide pendukung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;ide yang erat hubungannya dan langsungberhubungan dengan salah satu ide utama dan membantu memahami ide utama&lt;b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Detil/Contoh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;:&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Informasi khusus yang memberi ilustrasi terhadap ide utama atau idependukung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Transisi+thesis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;kata-kata transisi untuk menyimpulkan&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoTitle" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Pernyataan penegasan ide pokok: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Rekap dari poin utama&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Penutup: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Kalimat penutup untuk merangkum presentasi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in; text-autospace: none; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in; text-autospace: none; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Tidak tahu : tahu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Belum sadar (unaware) : sadar(aware) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Tidak suka (unfavorable): suka(favorable) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Negatif : Positif &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; tab-stops: .3in .5in; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Tidak ada tindakan&amp;nbsp; (mis; pembelian) ; ada tindakan&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-4000002803210419?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/4000002803210419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=4000002803210419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4000002803210419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4000002803210419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2011/11/presentasi-bisnis.html' title='PRESENTASI BISNIS'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-9140739473475081239</id><published>2010-03-16T20:39:00.002-07:00</published><updated>2010-03-16T20:57:46.141-07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH VIII</title><content type='html'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH VIII&lt;br /&gt;REVISI PESAN-PESAN BISNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu direvi'si:&lt;br /&gt;- Edit isi dan pengorganisasiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAKUPAN :&lt;br /&gt;• Keseluruhan dokumen perlu dibaca terlebih dahulu secara keseluruhan &lt;br /&gt;• Pusatkan pada isi, organisasi dan alur surat-surat bisnis &lt;br /&gt;• Apakah poin-poin penting telah dimasukkan dengan urutan yang logis &lt;br /&gt;• Apakah ada keseimbangan yang baik antara yang umum umum dengan yang khusus ?&lt;br /&gt;• Apakah ide-ide yang paling penting telah memperoleh porsi yang cukup ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MENGEDIT GAYA PENULISAN &lt;br /&gt;Perhatikan gaya penulisan, yakinkan pada diri anda apakah anda telah memberikan telah memberikan kesan yang baik bagi audience ? &lt;br /&gt;Gunakan kata-kata dan frasa-frasa yang mampu menghidukan suatu kesan yang baik bagi audience &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MENGEDIT FORMAT &lt;br /&gt;Penelaahan terhadap tata bahasa, ejaan, kesalahan-kesalahan tulis , tanda baca, format tulisan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMILIHAN KALIMAT EFKTIF &lt;br /&gt;- Pilihlah kata-kata yang sudah dikenal/familiar&lt;br /&gt;- Pilihlah kata-kata yang singkat&lt;br /&gt;-Hindari kata-kata yang bermakna ganda  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBUAT KALIMAT EFEKTIF&lt;br /&gt;Kalimat efektif merupakan bentuk kalimat yang dengan sadar dan sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik  Kalimat yang baik: adanya kesatuan pikiran, kesatuan susunan dan kelogisan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kalimat sederhana efektif :&lt;br /&gt;”Saya sedang belajar Komunikasi Bisnis”&lt;br /&gt;”Laba perusahaan tahun 2007 meningkat”&lt;br /&gt;Contoh kalimat majemuk efektif:&lt;br /&gt;Saya belajar Komunikasi Bisnis dan teman saya belajar Manajemen Pemasaran&lt;br /&gt;Contoh kalimat kompleks efektif :&lt;br /&gt;Meskipun manajer dapat melihat laba perusahaan dengan cepat, namun ia harus melihat komponen laba secara rinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENYUSUN PARAGRAF YANG KOHEREN&lt;br /&gt;Paragraf adalah sekumpulan kalimat yang kesemuanya berhubungan dengan satu topik utama. Paragraf koheren adala paragraf dimana kalimat-kalimat penyusunnya berhubungan dengan satu topik utama bertalian secara logis&lt;br /&gt;Suatu paragraf terdiri dari topik, kalimat penjelas (related  sentence) dan kalimat antara (peralihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat penjelas (related sentence) merupakan kalimat yang menjelaskan topik dalam paragraf tertentu. Semua kalimat penjelas harus mengacu pada subyek utama atau topiknya.&lt;br /&gt;Kata penghubung (transitional element) merupakan kata atau sekumpulan kata yang menunjukkan kepada pembaca bagaimana hubungan antara paragraf dan bagaimana hubungan antara kalimat dalm paragraf tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBUAT SURAT LAMARAN PEKERJAAN&lt;br /&gt;Surat lamaran pekerjaan (kerja) dapat dibuat dengan dua cara yaitu:&lt;br /&gt;1. Surat lamaran pekerjaan yang digabungkan dengan riwayat hidup (resume, curriculum vitae). Dalam model ini riwayat hidup termasuk isi surat. Karena isinya berupa gabungan, model ini juga disebut model gabungan&lt;br /&gt;2. Surat lamaran yang dipisahkan dari riwayat hidup. Dalam model ini riwayat hidup merupakan lampiran. Karena itu model ini juga disebut model terpisah. Model terpisah ini lebih banyak dipakai. Walaupun dalam pembuatannya memerlukan dua kali kerja, namun surat lamaran model ini lebih digemari oleh pencari kerja karena suratnya tidak panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi surat lamaran harus singkat, padat, tidak bertele-tele, langsung mengenai persoalannya. Yang dikemukakan ialah semua hal yang disyaratkan oleh lowongan jabatan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Dalam menulis surat lamaran pekerjaan yang perlu diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Data pribadi pelamar yang meliputi :&lt;br /&gt;• Nama Lengkap&lt;br /&gt;• Tempat dan Tanggal Lahir&lt;br /&gt;• Alamat&lt;br /&gt;• Telepon dan/atau HP&lt;br /&gt;• E-mail (bila ada, tidak wajib)&lt;br /&gt;• Status Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Nomor Telepon atau Nomor HP tersebut di atas, jangan lupa untuk menuliskannya. Karena perusahaan penerima lamaran anda akan dapat langsung dan dengan cepat menghubungi anda. Bila anda tidak memiliki Telp/HP, maka gunakan Telp/HP tetangga/famili/rekan anda.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;2. Pendidikan&lt;br /&gt;    *Pendidikan formal misalnya SD/SMP/SMA/Akademi/S1/S2/S3, dsb.&lt;br /&gt;    * Pendidikan non formal yaitu kursus-kursus atau pelatihan yang pernah diikuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengalaman bekerja&lt;br /&gt;    * Jika telah memiliki pengalaman kerja, sebutkan dalam surat lamaran, apakah sesuai dengan jabatan yang dilamar atau di bidang lain. Bila belum pernah bekerja sebaiknya menyebutkan kemampuannya untuk jabatan yang dilamar berdasarkan kemampuan yang dimilikinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lampiran Surat Lamaran Pekerjaan&lt;br /&gt;    Lampiran adalah segala sesuatu yang disertakan dalam sebuah surat lamaran dengan maksud untuk mempertegas atau memperkuat surat tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi pihak badan usaha atau instansi yang menawarkan pekerjaan.&lt;br /&gt;    Lampiran dalam surat lamaran pekerjaan adalah :&lt;br /&gt;    * Daftar Riwayat Hidup atau CV (Curriculum Vitae) atau Resume&lt;br /&gt;    * Foto copy Ijazah terakhir&lt;br /&gt;    * Foto copy sertifikat kursus/pelatihan&lt;br /&gt;    * Pas Foto terbaru &lt;br /&gt;    * Surat Keterangan Catatan Kepolisian (tidak wajib, namun bila ada, lebih baik)&lt;br /&gt;    * Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter (tidak wajib, namun bila ada, lebih baik)&lt;br /&gt;Daftar Riwayat Hidup (CV)&lt;br /&gt;CV – yang merupakan ringkasan kualifikasi, pengalaman dan keberhasilan si pelamar, harus mudah dimengerti dan disajikan secara wajar dan teratur. CV ini harus mencakup rincian berikut:&lt;br /&gt;• Rincian pribadi – seperti nama lengkap, usia, jenis kelamin, status, alamat dan nomor telepon;&lt;br /&gt;• Kualifikasi pendidikan – seperti tanggal dan hasil ujian, pelatihan khusus dan pengetahuan yang diperoleh, bidang spesialisasi, jenis kualifikasi dan penghargaan;&lt;br /&gt;• Pengalaman kerja – didaftar mulai dari pekerjaan terakhir hingga terdahulu serta tahun-tahun kerjanya – seperti lingkup kerja, kewajiban, tanggung jawab, keahlian (dalam pekerjaan dan hubungan antar pribadi) dan keberhasilan-keberhasilan. Karena ini merupakan bagian yang terpenting dari CV, maka informasi yang diberikan tidak boleh berantakan dan terlalu panjang;&lt;br /&gt;• Latar belakang pribadi – seperti minat dan aktifitas yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, atribut yang menunjang pengalaman kerja dan hubungan sosial/kewarganegaraan;&lt;br /&gt;• Referensi – dari orang-orang yang dapat dihubungi si pemberi pekerjaan untuk memastikan kebenaran informasi yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENULISAN RESUME&lt;br /&gt;Istilah resume atau daftar riwayat hidup: salah satu prasyarat yang penting pada saat memasuki pintu gerbang dunia kerja. Menurut K.C Bay suatu resume sebenarnya merupakan presentasi penjualan formal diri anda, karena di dalam resume tercakup fakta yang relevan mengenai latar belakang, kualifikasi dan pengalaman kerja yang disusun dalam suatu format yang teratur, mudah dipahami dan menarik perhatian. Resume adalah daftar dokumen yang berisi kualifikasi dan jalur karir seseorang.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Persiapan menulis resume &lt;br /&gt;• Tercakup semua fakta yang relevan menganai latar belakang, kualifikasi dan&lt;br /&gt;• Pengalaman kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mempersiapkan resume: &lt;br /&gt;a) Mencari informasi penting &lt;br /&gt;b) Merencanakan resume  &lt;br /&gt;c) Membuat resume&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PENCARIAN INFORMASI PENTING  &lt;br /&gt;Langkah pertama yang perlu anda lakukan dalam membuat resume adalah mencari bebagai informasi penting, yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Anda dapat melakukan : &lt;br /&gt;- Analisis diri  (self analysis) &lt;br /&gt;- Analisis karir  (career analysis) &lt;br /&gt;- Analisis pekerjaan (job analysis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Analisis Diri &lt;br /&gt;Membantu anda mengenal diri anda secara lebih mendalam termasuk mengenal semua kemampuan atau kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Pertanyaan-pertanyaan berikut ini akan mempermudah anda melakukan analisis diri: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1) Apakah saya mempunyai aspirasi yang cukup tinggi?&lt;br /&gt;2) Apakah saya dapat berkomunikasi dengan baik ? &lt;br /&gt;3) Apakah saya orang yang energik ? &lt;br /&gt;4) Apakah saya mempunyai kecerdasan kuantitatif yang tinggi ? &lt;br /&gt;5) Apakah saya mempunyal kecerdasan verbal ? &lt;br /&gt;6) Apakah saya orang yang mempwiyai rasa percaya din &lt;br /&gt;7) Apakah saya mempunyai keunggulan dalam pemecahan suatu masalah ? &lt;br /&gt;8) Berapa index prestasi ? &lt;br /&gt;9) Pada mata kuliah apa, saya punya prestasi bagus ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. ANALISIS KARIR : &lt;br /&gt;membuat dan menjawab segala macam pertanyaan yang berkaitan dengan karir anda di masa depan. Contoh-contoh pertanyaan untuk analisis karir :&lt;br /&gt;1. Kecerdasan apa (kuantitatif atau verbal) yang paling bermanfaat bagi karir saya ?&lt;br /&gt;2. Apakah prestasi akademis menjadi syarat bagi penjenjangan karir ?&lt;br /&gt;3. Apakah bidang pekerjaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi?&lt;br /&gt;4. Apakah di masa mendatang, bidang yang anda pilih mempunyai tingkat persaingan yang tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Analisis pekerjaan: lakukan analisis terhadap faktor-faktor yang berkaitan dengan pekerjaan. Anda perlu menjawab pertanyaan berikut :&lt;br /&gt;1. Apa tugas dan tanggung jawab pekerjaan?&lt;br /&gt;2. Apakah karakteristik pribadi saya sesuai untuk tugas dan tanggung jawab pekerjaan ?&lt;br /&gt;3. Apakah latar belakang pendidikan saya sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh pekerjaan ?&lt;br /&gt;4. Apakah lokasi pekerjaannya sangat ramai?&lt;br /&gt;5. Berapa gaji standar bagi karyawan/pegawai baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERENCANAAN RESUME&lt;br /&gt;Tujuan anda membuat resume adalah agar anda dapat melakukan wawancara dengan team organisasi (perush yang anda lamar). Dalam merencanakan resume ada 3 hal yang perlu memperoleh perhatian :&lt;br /&gt;a. Tujuan karir: anda harus memutuskan posisi apa yang anda minati atau yang menjadi tujuan karir &lt;br /&gt;b. Informasi pribadi : nama, tempat, tanggal lahir, alamat rumah dan data lain yang berkaitan erat dengan  jenis pekerjaan yang dipilih : tinggi badan, berat badan, memiliki kemampuan berbahasa asing&lt;br /&gt;c. Referensi :beberapa referensi mungkin perlu dilampirkan di dalam resume. Referensi adalah orang-orang tertentu yang akan memberikan surat rekomendasi kepada anda, yang berisi berbagai hal yang mereka ketahui tentang anda semasa mereka mengenal anda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PENGORGANISASIAN&lt;br /&gt;Resume yang baik : kerapian, sederhana, akurat dan kejujuran&lt;br /&gt;RESUME KRONOLOGIS : disusun berdasarkan urutan kronologis dengan pendidikan dan pengalaman sebagai isinya&lt;br /&gt;RESUME FUNGSIONAL : disusun berdasarkan fungsi-fungsi dalam organisasi yang dapat dilakukannya dengan baik. Contoh : ketrampilan komunikasi, pembukuan, administrasi, penganggaran, pembelanjaan dan akuntansi &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Macam-macam judul resume : Daftar Riwayat hidup, Ikhtisar riwayat hidup, Curicullum Vitae (CV) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASALAH DALAM MEMBUAT RESUME&lt;br /&gt;A.  Dibuat terlalu panjang, sehingga berkesan tidak tegas&lt;br /&gt;B.  Dibuat terlalu singkat, sehingga tidak memberikan informasi/data yang cukup bagi pembaca &lt;br /&gt;C.  Format penulisan kurang baik,  kurang memperhatikan     &lt;br /&gt;     tanda baca&lt;br /&gt;D.  Terlalu banyak menggunakan kalimat yang bersifat kompleks&lt;br /&gt;E.  Pelamar tidak dapat menunjukka secara tegas tujuan pekerjaan (tujuan yang dikehendaki)&lt;br /&gt;F. Menampakkan keyakinan yang berlebihan&lt;br /&gt;G. Ketidakjujuran misal: menyatakan mampu mengaplikasikan program komputer, namun hasilnya stl diuji hasilnya sangat mengecewakan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH SURAT LAMARAN &lt;br /&gt;Yth;&lt;br /&gt;Bpk. Priyayi Gondokusumo&lt;br /&gt;Director Personalia&lt;br /&gt;PT. Gunung Mas Industri&lt;br /&gt;Jl. Gunung Sahari 45 A&lt;br /&gt;Jakarta 16554&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah lulusan Universitas Tri Sakti Jakarta jurusan Manajemen, dan akan diwisuda untuk menerima gelar Sarjana Ekonomi pada bulan April 2007 mendatang. Saya tertarik untuk bekerja sebagai staf yunior pada perusahaan Bapak. Seorang teman baik orangtua saya, yaitu Bapak Suryo Hadipranoto, memberikan informasi berharga bahwa PT. Gunung Mas Industri adalah perusahaan yang solid dan terdepan dalam industri pengelolaan perkebunan dan pengolahan hasil hutan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang telah saya tempuh selama perkuliahan mencakup bidang ekonomi yang cukup luas, dengan konsentrasi di bidang statistik, manajemen sumber daya manusia, produksi dan pemasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah melampirkan curriculum vitae yang menunjukkan riwayat pendidikan dan pengalaman saya, yang saat ini telah berhasil menjalankan manajemen tingkat mikro, dengan membuka sebuah toko kerajinan di pasar seni Ancol. Dari informasi tersebut, Bapak dapat melihat bahwa saya adalah seorang yang aktif, mempunyai motivasi, dan siap untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi yang bernilai di perusahaan Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap, Bapak sudi memberikan kesempatan wawancara. Saya bisa dihubungi di nomor telepon 021-5816679.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jolang Wisnupranolo&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH SURAT LAMARAN &lt;br /&gt;Human Resources Manager&lt;br /&gt;PT. Astrea Graphica Visual&lt;br /&gt;Jl. Jend. Sudirman kav.25&lt;br /&gt;Jakarta Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Sir/Madame;&lt;br /&gt;    I read your advertisement on Media Indonesia 2nd January 2007 edition, and I would like to apply for the position offered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   I was graduated from Bina Nusantara University Jakarta on 2004, majoring in Graphic Design. I have 3 years working experience in Graphic Design department at PT. Penerbitan Grahamedia, and successfully handling the graphic design for its several top rated magazines such as Indosehat, Gadisku and Komputekhno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Here by  I enclosed my resume and recent photograph. I will appreciate an interview opportunity where I can convince you that my service will be an asset to your company. I hope my educational background and excellent achievement on current works merit to your consideration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Thank you for kind attention. I am looking forward to your reply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                            Fathia Feminita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baiknya daftar riwayat hidup / CV adalah yang paling mempresentasikan diri anda sendiri namun tanpa mengesampingkan promosi yang maksimal akan diri anda sendiri sebagai pencari pekerjaan.&lt;br /&gt;DAFTAR RIWAYAT HIDUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Pribadi&lt;br /&gt;Nama       : Setyarini Rahayu&lt;br /&gt;Tempat, Tanggal Lahir   : Surabaya, 06 Nopember 1982&lt;br /&gt;Jenis Kelamin     : Perempuan&lt;br /&gt;Agama      : Katholik&lt;br /&gt;Kewarganegaraan    : Indonesia&lt;br /&gt;Alamat      : Jl. Kebagusan III/20&lt;br /&gt;       : Pal Merah, Jakarta Selatan 12220&lt;br /&gt;Telephon   : 021-7665239        (rumah)&lt;br /&gt;      021-5249972        (kantor)&lt;br /&gt;      0812-590590        (HP)&lt;br /&gt;Latarbelakang Pendidikan&lt;br /&gt;Formal&lt;br /&gt;1991 – 1994            : SMP 624, Jakarta&lt;br /&gt;1994 – 1997            : SMEA 804 Jakarta&lt;br /&gt;1997 – 2001            : Yayasan Administrasi Indonesia (YAI), Jakarta&lt;br /&gt;Non Formal&lt;br /&gt;1994 – 1996            : Kursus Komputer di Bina Informatika Nusantara, Jakarta&lt;br /&gt;1996 – 1997            : Kursus Bahasa Inggris di Berlitz English, Jakarta&lt;br /&gt;2003 – 2003            : Kursus Pajak (Brevet A &amp; B)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan&lt;br /&gt;• Kemampuan Akuntansi dan Administrasi (Accounting &amp; Administration Skills) Journal printing &amp; Calculation, Ledger, Project Data Updating, Teller, Salary Calculation, Petty Cash Payroll &amp; Calculation, Inventory Controls) &lt;br /&gt;• Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, MS Access, MS Outlook dan Internet) &lt;br /&gt;• Sistem Perpajakan&lt;br /&gt;Pengalaman Kerja&lt;br /&gt;• Praktek Kerja Lapangan:&lt;br /&gt;         Praktek Kerja di PT. ARJUNA CARGO, Jakarta&lt;br /&gt;         Periode: April 1997 - June 1997&lt;br /&gt;         Tujuan : Persyaratan kelulusan SMEA 804 Jakarta&lt;br /&gt;         Posisi   : Operator Administrasi&lt;br /&gt;         Rincian Pekerjaan:&lt;br /&gt;   -  Mengupdate data konsumen&lt;br /&gt;   -  Mengatur jadwal pertemuan dengan konsumen&lt;br /&gt;   -  Menyiapkan surat-surat pernawaran untuk konsumen&lt;br /&gt;   -  Menyiapkan tagihan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• Bekerja di PT. SAMUDRA SEDAYA CARGO, Jakarta&lt;br /&gt;         Periode : Januari 2002 - Mei 2005&lt;br /&gt;         Status  : Karyawan Tetap&lt;br /&gt;         Posisi   : Staf bagian Finance&lt;br /&gt;         Rincian pekerjaan :&lt;br /&gt;   -  Mengelola kas kecil&lt;br /&gt;   -  Melakukan surat menyurat bisnis&lt;br /&gt;   -  Mengontrol persediaan peralatan kantor&lt;br /&gt;   -  Menerbitkan dan menerima faktur dari pemasok&lt;br /&gt;   -  Penggajian (payroll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH CV &lt;br /&gt;PERSONAL SUMMARY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Pribadi&lt;br /&gt;Nama   : Surya Bhaskara, SE&lt;br /&gt;Tempat &amp; Tanggal Lahir  : Bandung, 10 September 1975&lt;br /&gt;Agama  : Islam&lt;br /&gt;Alamat rumah  : Jl. Setiabudi No. 24 RT 02/RW 06 Ciputat Tangerang 15155&lt;br /&gt;Nomor telepon  : 021- 5909090 (rumah)&lt;br /&gt;     08130967704 (mobilephone)&lt;br /&gt;     21- 5247585 ext. 2049 (kantor)&lt;br /&gt;e-mail  :  sbhaskara@gmail.comsbhaskara@gmail.com sbhas@gmail.com   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan&lt;br /&gt;• 2001 - 2004 : Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, jurusan Akuntansi, lulus dengan IPK 3,11.&lt;br /&gt;• 1994 - 1997 : Akademi Akuntansi YAI Jakart, lulus dengan IPK 3,21.&lt;br /&gt;• 1991 - 1994 : SMA BOEDI OETOMO Jakarta.&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Training dan Kursus Lainnya&lt;br /&gt;• System dan Kebijakan Budget 2005, HR Training PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta October 2004.&lt;br /&gt;• SAP version 4.7, HR Training PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta, August 2004.&lt;br /&gt;• Cognos PowerPlay Transformer release 7, Information &amp; Technology (IT) PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta, May 2004.&lt;br /&gt;• System dan Kebijakan Budget 2004, HR Training PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta, October 2003.&lt;br /&gt;• Accounting Workshop, Financial Control Group PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta, October 2003.&lt;br /&gt;• Accounting Workshop, Financial Control Dept PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta, February 2002.&lt;br /&gt;• Telephone Collection Techniques Training, Collection Unit BMS-IB PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta, October 1999.&lt;br /&gt;• Workshop, Credit Card Bad Debt Collection, Legal Aspect &amp; Strategy, Collection Unit BMS-IB PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta, March 1999.&lt;br /&gt;• On Line Collection (OLC) - CardPac System, Collection Unit BMS-IB PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta, October 1998.&lt;br /&gt;• Credit Card Operation Program (CCOP), PT. Bank Harapan Tbk., Jakarta, February - March 1997.&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Keahlian Komputer&lt;br /&gt;• MS Office (MS Word, MS Excel, MS Access, MS PowerPoint). &lt;br /&gt;• Lotus SmartSuite (Lotus123, Lotus WordPro, Freelance Graphic). &lt;br /&gt;• Cognos PowerPlay. &lt;br /&gt;• SAP (System, Application and Product). &lt;br /&gt;• Adobe Photoshop. &lt;br /&gt;• Internet&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Pengalaman Bekerja&lt;br /&gt;• Performance Monitoring Team Supervisor – Financial Control Group, PT. Bank Harapan Tbk. Jakarta, Januari 2000 – sekarang.&lt;br /&gt;Deskripsi pekerjaan:&lt;br /&gt;Menyajikan data Laporan Akuntansi dan Keuangan yang lebih mudah dimengerti dan dianalisa oleh para user ( termasuk Bord of Director ), dan dapat diakses oleh user melalui intranet website. Data akuntansi dan keuangan diperoleh dari system akuntansi utama, dan ditransformasikan ke dalam format PowerPlay melalui serangkaian proses komputer.&lt;br /&gt;Menyajikan Laporan Analisa Laporan Keuangan dan menyajikan Branch Performance Monitoring Report kepada Board Of Director.&lt;br /&gt;• Analyst, Agency Coordinator &amp; Controller Staff of Collection Unit Bank Harapan Card Center (BHCC), PT. Bank Harapan Tbk. Jakarta, Maret 1998 – September 2000.&lt;br /&gt;Deskripsi pekerjaan:&lt;br /&gt;Melakukan analisa terhadap piutang kartu kredit kategori macet, serta melakukan tindak lanjut untuk mengembalikan asset perusahaan tersebut, dengan mengupayakan penagihan melalui jasa pihak ketiga.&lt;br /&gt;Mengkoordinir serta mengontrol kolektor lapangan, untuk menghindari adanya pelanggaran, penyimpangan dan penggelapan yang dilakukan oleh kolektor lapangan, yang dapat merugikan perusahaan baik secara moral maupun material.&lt;br /&gt;• Credit Control - Cycle Due Team – Reminder (Staff) - Collection Unit Bank Harapan Card Center PT. Bank Harapan Tbk. Jakarta, Maret 1997 - Maret 1998.&lt;br /&gt;Deskripsi pekerjaan:&lt;br /&gt;Memberikan peringatan dini melalui telepon kepada nasabah kartu kredit untuk mencegah kecenderungan menjadi nasabah macet.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;WAWANCARA KERJA (JOB INTERVIEW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara kerja saat ini merupakan salah satu cara yang sangat populer sebagai salah satu metode untuk menyeleksi karyawan. Bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah wawancara kerja seringkali merupakan metode yang paling diandalkan, mengingat biaya yang dikeluarkan relatif murah dan “user” (baca: atasan) dapat langsung bertatap muka dengan si pelamar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pada jabatan tertentu wawancara kerja bisa dilakukan berkali-kali, sebelum calon karyawan diputuskan untuk diterima bekerja. Sementara bagi para pencari kerja, wawancara kerja mungkin sudah dianggap sebagai “menu sehari-hari” yang harus dilalui sebelum resmi diterima bekerja. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TUJUAN WAWANCARA KERJA &lt;br /&gt;Wawancara kerja (job interview) saat ini merupakan salah satu aspek penting dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Meskipun validitas wawancara dianggap lebih rendah jika dibandingkan dengan metode seleksi yang lain seperti psiko test, namun wawancara memiliki berbagai kelebihan yang memudahkan petugas seleksi dalam menggunakannya.&lt;br /&gt;Apapun penilaian pelamar (calon karyawan), wawancara kerja sebenarnya memberikan suatu kesempatan atau peluang bagi pelamar untuk mengubah lowongan kerja menjadi penawaran kerja. Mengingat bahwa wawancara kerja tersebut merupakan suatu proses pencarian pekerjaan yang memungkinkan pelamar untuk memperoleh akses langsung ke perusahaan (pemberi kerja), maka “performance” (baca: proses &amp; hasil) wawancara kerja  merupakan suatu hal yang sangat krusial dalam menentukan apakah pelamar akan diterima atau ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi si pelamar, wawancara kerja memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan secara langsung pengalaman, pengetahuan, ketrampilan, dan berbagai faktor lainnya yang berguna untuk meyakinkan perusahaan bahwa dia layak (qualified) untuk melakukan pekerjaan (memegang jabatan) yang ditawarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu wawancara kerja juga memungkinkan pelamar untuk menunjukkan kemampuan interpersonal, professional, dan  gaya hidup atau kepribadian pelamar. Jika di dalam CV (Curriculum Vitae) pelamar hanya bisa mengklaim bahwa dirinya memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik, maka dalam wawancara dia diberi kesempatan untuk membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi perusahaan, wawancara kerja merupakan salah satu cara untuk menemukan kecocokan antara  karakteristik pelamar dengan dengan persyaratan  jabatan yang harus dimiliki pelamar tersebut untuk memegang jabatan / pekerjaan yang ditawarkan. Secara umum tujuan dari wawancara kerja adalah:&lt;br /&gt; Untuk mengetahui kepribadian pelamar&lt;br /&gt; Mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan&lt;br /&gt; Mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan perusahaan&lt;br /&gt; Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar-pelamar yang layak untuk diberikan penawaran kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK WAWANCARA KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua teknik wawancara yang biasa dipergunakan perusahaan dalam melakukan wawancara kerja adalah wawancara kerja tradisional dan wawancara kerja behavioral. Dalam prakteknya perusahaan seringkali mengkombinasikan kedua teknik ini untuk memperoleh data yang lebih akurat.&lt;br /&gt;Wawancara kerja tradisional menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka seperti “mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini”, dan “apa kelebihan dan kekurangan anda”. Kesuksesan atau kegagalan dalam wawancara tradisional akan sangat tergantung pada kemampuan si pelamar dalam berkomunikasi menjawab pertanyaan-pertanyaan, daripada kebenaran atau isi dari jawaban yang diberikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lebih banyak bersifat mengklarifikasikan apa yang ditulis dalam surat lamaran dan CV pelamar. Dalam wawancara kerja tradisional, recruiter biasanya ingin menemukan jawaban atas 3 (tiga) pertanyaan: apakah si pelamar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan, apakah si pelamar memiliki antusias dan etika kerja yang sesuai dengan harapan recruiter, dan apakah si pelamar akan bisa bekerja dalam team dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Wawancara kerja behavioral didasarkan pada teori bahwa “performance” (kinerja) di masa lalu merupakan indikator terbaik untuk meramalkan perilaku pelamar di masa mendatang (baca: ketika bekerja). Wawancara kerja dengan teknik ini sangat sering digunakan untuk merekrut karyawan pada level managerial atau oleh perusahaan yang dalam operasionalnya sangat mengutamakan masalah-masalah kepribadian. Wawancara kerja behavioral dimaksudkan untuk mengetahui respon pelamar terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana pelamar memandang suatu tantangan/permasalahan dan menemukan solusinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya diajukan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "coba anda ceritakan pengalaman anda ketika gagal mencapai target yang ditetapkan” &lt;br /&gt;“berikan beberapa contoh tentang hal-hal apa yang anda lakukan ketika anda dipercaya menangani beberapa proyek sekaligus”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut si pelamar perlu mempersiapkan diri untuk mengingat kembali situasi, tindakan dan hasil yang terjadi pada saat yang lalu. Selain itu, sangat penting bagi pelamar untuk memancing pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut dari pewawancara agar dapat menjelaskan secara rinci gambaran situasi yang dihadapinya. Untuk itu diperlukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dari si pelamar. Keberhasilan atau kegagalan dalam wawancara ini sangat tergantung pada kemampuan pelamar dalam menggambarkan situasi yang berhubungan dengan pertanyaan pewawancara secara rinci dan terfokus. &lt;br /&gt;Dalam wawancara kerja behavioral, si pelamar harus dapat menyusun jawaban yang mencakup 4 (empat) hal:  (1) menggambarkan situasi yang terjadi saat itu, (2) menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil untuk merespon situasi yang terjadi, (3) menceritakan hasil yang dicapai, dan (4) apa hikmah yang dipetik dari kejadian tersebut (apa yang dipelajari)  : Lihat teknik STAR/PAR &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jenis Wawancara Kerja&lt;br /&gt;Dalam dunia kerja, dikenal beberapa tipe wawancara kerja sebagai berikut:&lt;br /&gt;Wawancara Seleksi (Screening Interview). Jika pelamar atau kandidat untuk menduduki jabatan berjumlah lebih dari satu orang maka dilakukan wawancara kerja untuk menyeleksi siapa diantara kandidat tersebut merupakan kandidat yang paling qualified sehingga bisa dilanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Wawancara seleksi biasanya berlangsung singkat antara 15 – 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara Telepon (Telephone Interview). Demi menghemat biaya dan efisiensi waktu, banyak recruiter yang melakukan wawancara kerja melalui telepon. Oleh sebab itu, pelamar harus siap dihubungi sewaktu-waktu, sebab seringkali recruiter tidak memberikan pilihan bagi pelamar untuk menentukan waktu kapan ia siap diwawancarai melalui telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara di Kampus / Sekolah (On-Campus Interview) . Meskipun tidak banyak perusahaan yang melakukan wawancara kerja di kampus, namun untuk perusahaan-perusahaan tertentu yang mencari para lulusan untuk dilatih lebih lanjut, cara ini dinilai sangat efektif karena memberikan akses bagi perusahaan tersebut untuk mendapatkan kandidat terbaik yang mungkin sangat sulit diperoleh jika menunggu para kandidat tersebut datang melamar.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Wawancara di Pameran Kerja  (Job Fair Interview). Pameran kerja diadakan untuk menjembatani perusahaan dengan para pencari kerja. Pada pameran kerja biasanya, perusahaan memberikan berbagai informasi mengenai perusahaannya, menerima surat lamaran dan CV dari pengunjung (pencari kerja), bahkan tidak jarang para recruiter langsung melakukan wawancara di stand (booth) mereka. Di Indonesia memang pameran seperti ini masih  sangat jarang dilaksanakan jika dibandingkan dengan pameran otomotif, rumah maupun furniture.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Wawancara di Lokasi Kerja (On-Site Interview). Ketika seorang kandidat telah lolos dalam tahap wawancara seleksi, seringkali perusahaan mengundang kandidat tersebut untuk melihat secara langsung lokasi kerja. Pada kesempatan tersebut recruiter biasanya langsung melakukan wawancara secara mendalam. Bagi pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja pada lokasi yang lingkungannya kurang lebih sama, wawancara kerja di lokasi mungkin bisa terasa menakutkan karena mungkin harus melakukan perjalanan dan berada di wilayah yang tidak ia kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara Kelompok (Panel or Group Interview). Wawancara kelompok adalah suatu jenis wawancara kerja dimana para pewawancara (recruiter) terdiri dari 2 (dua) orang atau lebih. Biasanya wawancara jenis ini dilakukan jika perusahaan memandang bahwa pelamar sudah hampir memenuhi syarat untuk diterima bekerja. Biasanya para penanya dalam wawancara inilah yang memiliki wewenang untuk memutuskan apakah pelamar akan diterima bekerja atau tidak.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Wawancara Kasus (Case Interview). Wawancara kerja jenis ini menekankan pada kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap suatu kasus tertentu. Biasanya dalam wawancara kasus, pelamar diminta untuk berperan sebagai pemegang jabatan yang ditawarkan, lalu diberikan sebuah kasus untuk dicarikan solusinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-Pertanyaan Umum&lt;br /&gt;Pada umumnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara kerja sangat tergantung pada teknik apa yang digunakan oleh si pewawancara.  Jika menggunakan teknik wawancara kerja tradisional maka pertanyaan-pertanyaan yang seringkali diajukan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;• Jelaskan pada saya bagaimana anda menggambarkan diri anda?&lt;br /&gt;• Apa kelebihan dan kekurangan anda?&lt;br /&gt;• Apa saja prestasi yang pernah anda raih pada pekerjaan yang   terdahulu / ketika sekolah?&lt;br /&gt;• Mengapa anda berhenti dari perusahaan yang lalu?&lt;br /&gt;• Apa tugas-tugas anda pada pekerjaan yang lalu?&lt;br /&gt;• Darimana anda mengetahui perusahaan ini?&lt;br /&gt;• Mengapa anda tertarik untuk bekerja di perusahaan ini?&lt;br /&gt;• Jika anda diterima bekerja untuk jabatan ini, apa yang akan anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apa itu profesionalisme menurut anda?&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;• Apa itu teamwork menurut anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apa hoby anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara yang menggunakan teknik wawancara kerja behavioral, maka pertanyaan-pertanyaan di atas seringkali ditambahkan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ceritakan pada saya/kami kapan anda mengalami suatu situasi yang sangat tidak menyenangkan dan bagaimana anda berhasil keluar dari situasi tersebut.&lt;br /&gt;• Ceritakan pada saya/kami bagaimana anda meyakinkan klien anda ketika anda melakukan presentasi.&lt;br /&gt;• Coba anda ceritakan bagaimana anda mengatasi situasi dimana anda harus melakukan banyak tugas dan anda harus membuat prioritas tugas mana yang harus didahulukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bisakah anda ceritakan keputusan apa yang paling sulit anda buat dalam setahun terakhir ini? Mengapa demikian?&lt;br /&gt;      Ceritakan mengapa team anda gagal mencapai target pada tahun sebelumnya dan bagaimana anda memotivasi team tersebut sehingga dapat meraih sukses di tahun berikutnya.&lt;br /&gt;      Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik? Bisa beri contoh?&lt;br /&gt;      Bisakah anda ceritakan suatu kejadian dimana anda mencoba untuk menyelesaikan suatu tugas dan ternyata gagal?&lt;br /&gt;      Ceritakan apa yang anda lakukan ketika dipaksa membuat suatu aturan yang tidak menyenangkan bagi karyawan tetapi menguntungkan bagi perusahaan.  &lt;br /&gt;Sebagai suatu proses yang melibatkan interaksi antara kedua belah pihak, dalam wawancara kerja si pelamar juga biasanya diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu akan sangat baik jika pelamar mempersiapkan beberapa pertanyaan, misalnya:&lt;br /&gt;• Apa yang diharapkan dari saya jika saya diterima untuk jabatan ini?&lt;br /&gt;• Menurut pengalaman di sini, apa yang merupakan tantangan terbesar bagi pemegang jabatan ini?&lt;br /&gt;• Apakah ada pelatihan (internal maupun eksternal) yang dapat membantu saya untuk lebih berperan jika saya diterima bekerja di perusahaan ini?&lt;br /&gt;• Adakah ada hal-hal khusus di luar uraian jabatan yang harus saya selesaikan dalam waktu tertentu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangani Pertanyaan Bersifat Pribadi&lt;br /&gt;Berbeda dengan kondisi di negara-negara maju dimana hak individu sangat dijunjung tinggi dan telah memiliki perangkat hukum sangat memadai tentang hal-hal yang mengatur hak-hak pribadi seseorang sehingga para recruiter (pewawancara) sangat berhati-hati dalam mengajukan pertanyaan, di Indonesia  justru sebaliknya. Dalam wawancara kerja di perusahaan-perusahaan di Indonesia seringkali pewawancara justru banyak menggali masalah-masalah yang bersifat pribadi. Contoh: Menanyakan latarbelakang pelamar (orangtua, saudara, istri, anak, status, agama, suku bangsa, umur) adalah merupakan hal  yang dianggap biasa.&lt;br /&gt;Meskipun seringkali pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak memiliki relevansi dengan jabatan yang  dilamar, pelamar harus menyiapkan diri untuk merespon pertanyaan-pertanyaan tersebut secara tepat dengan cara-cara yang elegan. Para penanya mungkin saja tidak bermaksud untuk menyudutkan pelamar, tetapi lebih didasarkan pada kepedulian mereka terhadap kecocokan antara pelamar (calon karyawan) dengan budaya yang ada dalam  perusahaan. Oleh karena itu jika pelamar ditanyakan mengenai hal-hal yang dirasa tidak berhubungan dengan pekerjaan yang ditawarkan, pelamar harus mampu mengidentifikasi apa makna dibalik pertanyaan tersebut. Untuk merespon pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi, pelamar dapat melakukan beberapa alternatif:&lt;br /&gt;Pelamar bisa mengklarifikasi kepada penanya apa relevansi pertanyaan yang diajukan dengan jabatan yang dilamar sehingga penanya dapat menjelaskan lebih jauh hubungannya dengan pekerjaan, lalu berikan jawaban yang tepat.&lt;br /&gt;      Pelamar dapat menjawab langsung secara diplomatis dengan kesadaran penuh bahwa pertanyaan tersebut memang tidak memiliki hubungan langsung dengan pekerjaan / jabatan yang dilamar.&lt;br /&gt;      Pelamar bisa juga menolak untuk menjawab pertanyaan tersebut jika dirasa sangat mengganggu privacy pelamar. Jika hal ini terpaksa dilakukan, maka harus dilakukan dengan cara-cara halus dan diplomatis sehingga recruiter tidak merasa dilecehkan karena dianggap telah memberikan pertanyaan yang keliru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-Faktor Negatif &lt;br /&gt;Beberapa faktor, baik fisik maupun psikologis, yang harus diwaspadai oleh pelamar adalah faktor-faktor negatif yang menjadi perhatian pewawancara.  &lt;br /&gt;Faktor-faktor tersebut misalnya:&lt;br /&gt;• Penampilan diri yang terlihat tidak profesional (dandanan menor, pakaian yang tidak enak dilihat, tidak rapi, dan tidak sesuai suasana)&lt;br /&gt;• Bersikap angkuh, defensive atau agresif&lt;br /&gt;• Ogah-ogahan (tidak terlihat antusias atau tertarik dengan materi pembicaraan yang diajukan pewawancara)&lt;br /&gt;• Gugup&lt;br /&gt;• Sangat menekankan pada kompensasi yang akan diterima&lt;br /&gt;• Selalu berusaha mencari-cari alasan atas setiap kegagalan yang pernah dialami di masa lalu&lt;br /&gt;• Tidak bisa berdiplomasi dan kurang bisa bersopan santun&lt;br /&gt;• Menyalahkan perusahaan lama atau bekas atasan dimasa lalu, atau mengeluhkan perubahan teknologi yang cepat&lt;br /&gt;• Tidak bisa fokus dalam menjawab pertanyaan atau pembicaraan pewawancara&lt;br /&gt;• Gagal memberikan pertanyaan kepada pewawancara&lt;br /&gt;• Berulang kali bertanya: “apa yang dapat diberikan perusahaan kepada saya kalau saya melakukan ......?”&lt;br /&gt;• Kurang persiapan: gagal memperoleh informasi penting seputar perusahaan, gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan pewawancara dan tidak bisa mengajukan pertanyaan bermutu kepada pewawancara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa Saran&lt;br /&gt;Bagi  anda pencari kerja yang dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, mungkin ada baiknya anda memperhatikan beberapa saran dibawah ini.&lt;br /&gt;Lakukan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;• Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara&lt;br /&gt;• Jika tidak diberitahu terlebih dahulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi&lt;br /&gt;• Mempersiapkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan pewawancara&lt;br /&gt;• Usahakan untuk tiba 10 (sepuluh) menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara)&lt;br /&gt;• Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah&lt;br /&gt;• Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.&lt;br /&gt;• Ucapkan salam (selamat pagi / siang / sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak lemas)&lt;br /&gt;• Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang&lt;br /&gt;• Persiapkan surat lamaran dan CV anda&lt;br /&gt;• Ingat dengan baik nama pewawancara&lt;br /&gt;• Lakukan kontak mata dengan pewawancara&lt;br /&gt;• Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara&lt;br /&gt;• Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan&lt;br /&gt;• Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut&lt;br /&gt;• Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih&lt;br /&gt;• Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi&lt;br /&gt;• Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda&lt;br /&gt;• Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara&lt;br /&gt;• Ajukan beberapa pertanyaan bermutu diseputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan  secara umum&lt;br /&gt;• Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara&lt;br /&gt;• Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya&lt;br /&gt;• Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hindari hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berasumsi bahwa anda tahu tempat wawancara, padahal anda tidak yakin&lt;br /&gt; Tidak melatih diri untuk menjawab pertanyaan yang kira-kira akan diajukan pewawancara&lt;br /&gt; Berpakaian seadanya atau berpakaian dan berdandan sangat mencolok&lt;br /&gt; Datang terlambat&lt;br /&gt; Tidak membawa surat lamaran dan CV&lt;br /&gt; Menganggap remeh satpam, resepsionis bahkan pewawancara&lt;br /&gt; Menjabat tangan pewawancara dengan lemas dan gemetar&lt;br /&gt; Merokok, mengunyah permen atau meludah selama wawancara&lt;br /&gt; Duduk selonjor atau bersandar&lt;br /&gt; Berbicara terlalu keras atau terlalu lembut&lt;br /&gt; Membuat lelucon&lt;br /&gt; Menjawab sekedarnya saja, seperti “ya” atau “tidak” atau “tidak tahu” atau “entahlah”.&lt;br /&gt; Terlalu lama berpikir setiap kali menjawab&lt;br /&gt; Mengalihkan topik pembicaraan ke hal-hal yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan&lt;br /&gt; Menyalahkan mantan atasan, mantan rekan kerja atau perusahaan yang lama&lt;br /&gt; Memberikan jawaban palsu, berbohong atau memanipulasi data&lt;br /&gt; Menanyakan gaji dan fasilitas yang diterima pada saat wawancara seleksi dimana anda belum tahu kemungkinan anda akan diterima atau tidak&lt;br /&gt; Memperlihatkan rasa putus asa anda dengan menunjukkan bahwa anda mau bekerja untuk bidang apa saja dan mau melakukan apa saja asal bisa diterima bekerja di perusahaan tersebut&lt;br /&gt; Membahas hal-hal negatif dari anda yang akan merugikan diri anda sendiri&lt;br /&gt; Mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kontroversial&lt;br /&gt; Menelpon atau menerima telepon, atau membaca buku selama wawancara&lt;br /&gt; Salah menyebut nama pewawancara&lt;br /&gt; Tidak mengajukan pertanyaan pada saat diberikan kesempatan untuk bertanya&lt;br /&gt; Lupa mengucapkan terima kasih kepada para pewawancara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOP SURAT&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;No. 01/RADDIFAMATA/II/2007                                                               Jakarta, 5 Februari  2007&lt;br /&gt;Kepada Yth.&lt;br /&gt;Brand Manager &lt;br /&gt;Fress Tea&lt;br /&gt;Di -&lt;br /&gt;    Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL : EVENT  FUTSAL TERBESAR DI INDONESIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sejahtera semoga Ibu selalu sehat dan sukses dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui bersama, Futsal - Sepakbola 5 lawan 5 -  adalah cabang olah raga yang sangat berkembang pesat di Indonesia. Jutaan penduduk Indonesia telah mengenal dan menjadi pelaku permainan tersebut. Hal ini tak terlepas dari Peraturan Permainan Futsal FIFA yang sangat mudah dimengerti dan disukai oleh orang dewasa, remaja maupun anak – anak. Sehubungan dengan ini, dan untuk lebih mempopulerkan Futsal di tanah air, kami – Difamata Sport E.O. – akan mengadakan Event Futsal TERBESAR antar SMA dan antar Perguruan Tinggi dengan nama KELME FUTSALISMO 2007 di 7 (tujuh) kota – Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Banjarmasin, Makassar – pada tanggal 10 Maret s/d 21 Agustus 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mensukseskan pelaksanaan event KELME FUTSALISMO 2007 yang menghabiskan biaya pelaksanaan sebesar 1,45 Milyar ini, kami mengharapkan adanya PARTISIPASI SPONSORSHIP dari perusahaan yang Bapak pimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan pertimbangan Bapak, bersama ini kami sampaikan Keterangan Event KELME FUTSALISMO 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perhatian, dukungan dan kerjasama Bapak, kami sampaikan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat kami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi A. Zamzami&lt;br /&gt;Director of Difamata Sport E.O.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No : 01/RADJA/FUTSAL/III/2007                         Jogja, 20 Maret 2007&lt;br /&gt;Hal : Bantuan Dana dan Titel Acara&lt;br /&gt;Lamp. : 1 Lembar TOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth.&lt;br /&gt;Bp. H Herry Zudianto SE Akt&lt;br /&gt;Walikota Jogja&lt;br /&gt;Di Jogja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sejahtera semoga Bapak selalu sehat dan sukses dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama perlu kami sampaikan, bahwa Radar Jogja (Jawa Pos) dipercaya oleh Difamata, Pengurus PSSI Nasional dan Badan Futsal Nasional  (BFN) untuk menjadi penyelenggara Event Futsal TERBESAR antar SMA dan antar Perguruan Tinggi dengan nama KELME FUTSALISMO 2007.&lt;br /&gt;Event berskala nasional tersebut digelar di 7 (tujuh) kota – Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Banjarmasin, Makassar – pada tanggal 10 Maret s/d 21 Agustus 2007.&lt;br /&gt;Sementara Radar Jogja dipercaya sebagai penyelenggaraan untuk wilayah Yogyakarta yang rencananya akan kami laksanakan di GOR UII, Jalan Kaliurang Km 14 pada tanggal 20 s/d 23 Mei 2007.&lt;br /&gt;Menindaklanjuti hal tersebut, kami berniat menunjuk Bp Walikota Jogja menjadi pelindung kegiatan sekaligus titel kejuaraan di Jogja. Sehingga titel lengkap kegiatan menjadi KELME FUTSALISMO PIALA WALIKOTA CUP 2007. &lt;br /&gt;Guna memperlancar terselenggaranya event tersebut, kami berharap Bapak Walikota bersedia untuk memberikan dukungan dana sebesar Rp 15 juta yang akan peruntukan bagi tingkat SMA dan Perguruan Tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, Futsal - Sepakbola 5 lawan 5 -  adalah cabang olahraga yang sangat berkembang pesat di Indonesia. Jutaan penduduk Indonesia telah mengenal dan menjadi pelaku permainan tersebut. Hal ini tak terlepas dari Peraturan Permainan Futsal FIFA yang sangat mudah dimengerti dan disukai oleh orang dewasa, remaja maupun anak–anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan pertimbangan Bapak, bersama ini kami sampaikan Keterangan Event KELME FUTSALISMO 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perhatian, dukungan dan kerjasama Bapak, kami sampaikan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat kami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berchman Heroe&lt;br /&gt;Project Officer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. :  031/PHK-A2 IK /I/ 2008&lt;br /&gt;Hal :  Pengumpulan Laporan Hibah Ajar &lt;br /&gt;               dan Laporan dana grantees&lt;br /&gt;Lamp : Laporan dana grantees &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta,  2 Februari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bpk.Krisna Mulawarman, S.Sos&lt;br /&gt;Pemenang Hibah Ajar PHK – A2 Tahun 2007&lt;br /&gt;Jurusan Ilmu Komunikasi UMY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalammu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt; Sehubungan dengan berakhirnya Program Hibah Kompetisi Tahun 2007,maka kami  ingatkan kembali kepada pemenang Hibah Ajar untuk segera mengumpulkan laporan final paling lambat kami terima tanggal 9 Febuari 2008.  Selanjutnya untuk penerimaan dana grantees dapat dilihat pada lampiran &lt;br /&gt; Atas bantuan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat kami,&lt;br /&gt;Wakil Ketua PHK A-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeni Rosilawati, SIP, MM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No   : 017/Radja–Futsal/IV/ 2007               Yogyakarta, 17 April 2007&lt;br /&gt;Hal  : Izin Pemakaian Lapangan&lt;br /&gt;Lampiran  : Proposal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth,&lt;br /&gt;Rektor Universitas Islam Indonesia&lt;br /&gt;UP - Kepala Pengelola GOR UII&lt;br /&gt;Di Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sejahtera, semoga Bapak selalu sehat dan sukses dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan akan diselenggarakannya Kejuaraan Nasional Futsal antar Perguruan Tinggi &amp; SMU dengan nama event KELME FUTSALISMO 2007.  Kami bermaksud menggunakan Gelanggang Olahraga yang berada di lingkungan Kampus UII sebagai tempat penyelenggaraan. Adapun keterangan kegiatannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama Event   : KELME FUTSALISMO 2007 &lt;br /&gt;Peserta   : 12  tim Perguruan Tinggi &amp; 12 tim SMA DIY &amp; JATENG&lt;br /&gt;Tanggal pelaksanaan  : 24 Mei – 27 Mei 2007&lt;br /&gt;Tempat pelaksanaan   : GOR UII&lt;br /&gt;Pukul    : 09.00 - 21.00 WIB                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pertimbangan Bapak, kami bersedia untuk mengganti bilamana terjadi kerusakan di lapangan pertandingan yang ditimbulkan pada saat pelaksanaan event ini berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah permohonan ini, atas perhatian dan kerjasama Bapak, kami sampaikan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UCAPAN TERIMAKASIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 19 November 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat&lt;br /&gt;Bersama surat ini kami mengucapkan terimakasih  sebesar-besarnya kepada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhdan Azis, SIP, S.Sn&lt;br /&gt;Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi UMY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kesediaannya menjadi pembicara/narasumber  pada workshop UMKM Krebet pada tanggal 17 November 2007  dengan tema ”Perluasan Pangsa Pasar, Inovasi Produk dan Administrasi Keuangan Pada Industri Kecil Kerajinan Batik Kayu”  yang didanai  oleh Program Vucer Dikti tahun 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas bantuan dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr. Wb&lt;br /&gt;Hormat kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Pelaksana &lt;br /&gt;Pengabdian Masyarakat                        &lt;br /&gt;                                                                                               &lt;br /&gt;                                                                                              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (Yeni Rosilawati, SIP, MM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM HIBAH A-2 &lt;br /&gt;JURUSAN ILMU KOMUNIKASI UMY &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURAT KETERANGAN &lt;br /&gt;Nomor : 067/PHK A-2/XII /2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bertanda tangan di bawah ini Ketua P3AI UNY menerangkan :&lt;br /&gt;Nama: Sovia Sitta Sari,  M.Si&lt;br /&gt;Pekerjaan : Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi UMY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah melaksanakan magang Metode Pembelajaran Partisiptif di UMY dengan mempelajari : Pengembangan Silabus berdasarkan KBK , Pengembangan Media Pembelajaran, Pengukuran dan Penilaian Hasil Pembelajaran, Metode Pembelajaran Pemecahan Masalah dan Metode Skenario Perkuliahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan magang dilaksanakan pada tanggal 13 Nopember -13 Desember 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 15 Desember 2006&lt;br /&gt;Ketua Hibah PHK A-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dessy Ratnasari, M.Si  …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berchman Heroe&lt;br /&gt;Event Manager&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAWANCARA BEHAVIORAL&lt;br /&gt;Teknik yang sering digunakan : STAR/PAR&lt;br /&gt;Kuliah Komunikasi Bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SITUATION &lt;br /&gt;Situation or  Problem or  Task&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pelamar diminta untuk menggambarkan situasi yang terjadi atau tugas-tugas yang harus dilaksanakannya pada masa lalu. Pelamar harus menggambarkan situasi atau tugas tersebut secara spesifik, rinci dan mudah dipahami oleh pewawancara. Situasi atau tugas yang digambarkan dapat berasal dari pekerjaan sebelumnya, pengalaman semasa sekolah, pengalaman tertentu, atau berbagai kejadian yang relevan dengan pertanyaan si pewawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Action&lt;br /&gt;Pelamar diminta untuk menggambarkan tindakan-tindakan yang diambil dalam menghadapi situasi / masalah / tugas di atas. Dalam hal ini pelamar harus bisa memfokuskan pada permasalahan. Meskipun mungkin permasalahan yang ada ditangani oleh beberapa orang atau team, pelamar harus memberikan penjelasan tentang apa saja peranannya dalam team tersebut – jangan mengatakan apa yang telah dilakukan oleh team tetapi apa yang telah dilakukan pelamar sebagai bagian dari team.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Results&lt;br /&gt;Pelamar diminta menjelaskan hasil-hasil apa saja yang dicapai. Apa saja hambatan yang terjadi jika hasil tidak tercapai. Apa yang terjadi kemudian setelah permasalahan tersebut selesai dikerjakan. Lalu apa pelajaran yang dapat dipetik oleh pelamar dari kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-9140739473475081239?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/9140739473475081239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=9140739473475081239' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/9140739473475081239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/9140739473475081239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/komunikasi-bisnis-kuliah-viii.html' title='KOMUNIKASI BISNIS KULIAH VIII'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-1384316746056042724</id><published>2010-03-16T20:39:00.001-07:00</published><updated>2010-03-16T20:39:47.973-07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH VI</title><content type='html'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH VI&lt;br /&gt;PENULISAN DIRECT REQUEST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKSUD DIRECT REQUEST:&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan  suatu respon dari para pembaca berupa jawaban pertanyaan, pengiriman barang atau jasa, atau suatu tindakan yang lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat direct request digunakan: &lt;br /&gt;• Melakukan pesanan barang atau jasa &lt;br /&gt;• Meminta informasi penting tentang suatu produk baru&lt;br /&gt;• Mengajukan klaim (aduan) dan adjusment &lt;br /&gt;• Permohonan Kredit&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorganisasian Direct Request&lt;br /&gt;Pengorganisasian  direct request:  menyajikan permintaan atau ide-ide pokok (main idea) yang diikuti dengan fakta-fakta yang perlu secara rinci, yang selanjutnya diikuti dengan pernyataan keramahan dari tindakan yang diinginkan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan ide utama atau pokok pikiran&lt;br /&gt;Pembuatan permintaan (request) dengan pendekatan langsung akan dimulai dengan menyatakan ide utama atau pokok pikiran yang akan disampaikan. Penerima pesan bisnis akan memperhatikan sst yang menarik baginya sehingga dokumen sebaiknya dimulai dengan pesan yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan&lt;br /&gt;Setelah menuliskan pokok pikiran surat permintaan langsung akan dilengkapi dengan keterangan secukupnya antara lain berupa penjelasan atau rincian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penjelasan : dituliskan pada bagian tengah permintaan, penjelasan berkaitan dengan suatu pokok masalah, mengapa demikian kemudian dilengkapi dengan penjelasan yang membenarkan suatu permintaan atau pertanyaan.&lt;br /&gt;b. Rincian : apabila menyangkut beberapa pokok pikiran, sebaiknya dibuat rincian (detail) pokok pikiran.&lt;br /&gt;c. Penutup : Penutup DR pada prinsipnya berisi 3 hal :&lt;br /&gt;1. Permintaan akan suatu tanggapan atau tindakan tertentu. Apabila memungkinkan lengkapi dengan batas waktu, tanggapan atau tindakan itu harus dilakukan.&lt;br /&gt;  Kedua : menunjukkan suatu penghargaan atau niat baik (goodwill)&lt;br /&gt;Ketiga memberikan info nomer telepon, handpone atau alamat yang menunjukkan dimana atau bagaimana penerima pesan menghub.kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan informasi rutin&lt;br /&gt;I . Permintaan di dalam organisasi&lt;br /&gt;Berbagai pesan permintaan dapat dibuat lebih permanen dalam bentuk Memo.   Memo dalam bentuk tertulis dapat menghemat waktu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Permintaan ke luar organisasi &lt;br /&gt;Untuk memperoleh berbagai berbagai informasi penting seperti info produk baru, katalog buku –buku terbaru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penulisan direct request  untuk aduan&lt;br /&gt;Surat aduan muncul karena ketidakpuasan konsumen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi dari  direct request antara lain&lt;br /&gt;1. Pengembalian  barang yang sudah dibeli dan meminta uang seharga barang tesebut &lt;br /&gt;2. Meminta pengiriman  barang yang baru sesuai pesanan.&lt;br /&gt;3. Penggantian  sebagian atau seluruh bagian yang rusak.&lt;br /&gt;4. Perbaikan gratis.&lt;br /&gt;5. Pengurangan harga karena ada produk yang cacat atau rusak &lt;br /&gt;6. Pembatalan suatu pesanan produk &lt;br /&gt;7. Pembetulan atas kesalahan penagihan produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang perlu diperhatikan dalam membuat surat aduan ?&lt;br /&gt;a. Jelaskan masalah yang anda hadapi secara rinci : &lt;br /&gt;Uraikan dengan jelas dan rinci masalah  masalah atau keluhan anda.&lt;br /&gt;b. Lampirkan informasi pedukung seperti faktur pembelian &lt;br /&gt;Berikan bukti-bukti atau dokumen pendukung pendukung yang memperkuat surat aduan.&lt;br /&gt;c. Usahakan nada surat anda tidak marah atau emosional &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan agar surat aduan tidak emosional, tidak marah dan tidak menggunakan kata-kata kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Permintaan tindakan khusus:&lt;br /&gt;• Kemukakan harapan/keinginan anda di kemudian harl.&lt;br /&gt;• Penulisan pesan-pesan rutin &lt;br /&gt;• Good news dan good will&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUGAS:&lt;br /&gt;- Saudara membeli laptop  ”Acer  Aspire 5570”  dari toko komputer ”VAZA” di jalan A. Yani nomer 20 A Yogyakarta. Ketika dipasang dan diuji coba oleh teknisi, laptop yang dibeli dapat digunakan dengan baik. Namun seminggu kemudian laptop benar-benar tidak dapat digunakan Bagaimana bentuk surat klaimnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-1384316746056042724?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/1384316746056042724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=1384316746056042724' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1384316746056042724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1384316746056042724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/komunikasi-bisnis-kuliah-vi.html' title='KOMUNIKASI BISNIS KULIAH VI'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-495688444136251356</id><published>2010-03-16T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T20:38:13.339-07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH V</title><content type='html'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH V &lt;br /&gt;PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN BISNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorganisasian pesan-pesan bisnis &lt;br /&gt;Tujuan pembelajaran: &lt;br /&gt;1) Mengetahui baik-baik hal-hal yang menyebabkan pesan-pesan tak terorganisir dengan baik &lt;br /&gt;2) Menjelaskan betapa pentingnya pengorganisasian pesan-pesan yang baik &lt;br /&gt;3) Mengetahui pengorganisasian pesan-pesan bisnis melalul outline&lt;br /&gt;4) Mengetahui beberapa bentuk rencana organisasional &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL-HAL YANG MENYEBABKAN PESAN-PESAN &lt;br /&gt;TAK TERORGANISIR&lt;br /&gt;a. Bertele-tele &lt;br /&gt;b. Memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan &lt;br /&gt;c. Menyajikan ide-ide yang tidak  logis&lt;br /&gt;d. Informasi penting kadangkala tidak tercakup dalam pembahasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENTINGNYA PENGORGANISASIAN YANG BAIK&lt;br /&gt;Pengorganisasian yang balk:&lt;br /&gt;• Subjek dan tujuan harus jelas. &lt;br /&gt;• Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan.&lt;br /&gt;• Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan  dengan cara yang logis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya manfaat pengorganisasian yang baik ?&lt;br /&gt;1.  Membantu audience memahami suatu pesan &lt;br /&gt;2.  Membantu audience menerima suatu pesan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghemat waktu : apabila pesan tidak terorganisir dengan baik. Penyampaiannya akan menghabiskan waktu audence &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempermudah pekerjaan komunikator &lt;br /&gt;pengorganisasian pesan-pesan yang baik dapat membantu pekerjaan komunikator, sehingga dapat selesai lebih cepat dan hemat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN MELALUI OUTLINE&lt;br /&gt;1. PENDEFINISIAN DAN PENGGOLONGAN IDE-IDE &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dengan ide pokok, ada 2 hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hal-hal apa yang dinginkan agar dilakukan atau dipikirkan oleh audience&lt;br /&gt;- Alasan mendasar, mengapa mereka harus melakukan atau memikirkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nyatakan poin-poin pendukung yang penting  sebagai  pendukung ide pokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. llustrasi dengan bukti-bukti  semakin banyak bukti-bukti yang dapat disajikan, semakin banyak outline yang dibuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menentukan urutan dengan rencana organisasional &lt;br /&gt;- Pendekatan langsung (direct approach) : disebut juga dengan istilah pendekatan induktif , dimana ide pokok muncul paling awal, kemlidian diikuti bukti-bukti pendukungnya &lt;br /&gt;- Pendekatan tak langsung (indlrect approach) juga disebut dengan pendekatan deduktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA-RENCANA ORGANISASIONAL:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Direct request&lt;br /&gt;Jenis / tipe pesan yang paling umum digunakan adalah penyampaian langsung pada poin yang dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pesan-pesan rutin atau goodwill &lt;br /&gt;Pesan-pesan badnews: berisi berita buruk (badnews seperti penolakan suatu lamaran, penolakan kredit, perampingan karyawan, penurunan pangkat , audience pada umumnya akan kecewa. &lt;br /&gt;Pesan-pesan persuasi : untuk melakukan tindakan tertentu seperti penagihan pinjaman , penjualan produk, pendekatan yang digunakan adaah persuasi adalah persuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-495688444136251356?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/495688444136251356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=495688444136251356' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/495688444136251356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/495688444136251356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/komunikasi-bisnis-kuliah-v.html' title='KOMUNIKASI BISNIS KULIAH V'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-5538758717142207702</id><published>2010-03-16T20:36:00.001-07:00</published><updated>2010-03-16T20:36:51.788-07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH IV</title><content type='html'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH IV&lt;br /&gt;BAGAIMANA TINGKAT PEMAHAMAN AUDIENCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyiapkan pesan-pesan, latar belakang audience seperti tingkat pendidikan, usia dan pengalaman perlu diperhatikan.  Jika komunikator memiliki latar belakang yang jauh. Jika komunikator dan audience memiliki latar belakang yang jauh berbeda, perlu diputuskan terlebih dahulu seberapa jauh audience tersebut harus dididik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memuaskan kebutuhan akan informasi audience&lt;br /&gt;Ada lima tahapan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan audience:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;a. temukan / carl apa yang diinginkan oleh audience komunikator harus menentukan apa yang ingin mereka ketahui dan segera memberikan informasi yang diminta.&lt;br /&gt;b. Antisipasi terhadap pemyataan yang tak diungkapkan: berikan tambahan informasi yang mungkin sangat membantu &lt;br /&gt;c. Berikan semua informasi yang diperlukan lakukan:  checking terhadap informasi yang diinginkan&lt;br /&gt;d. Yakinkan bahwa informasinya akurat&lt;br /&gt;e.  Tekankan ide-ide yang paling menarik bagi audience&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMILIHAN KATA YANG TEPAT &lt;br /&gt;Dalam penyampalan pesan bisnis, peranan kata penting artinya &lt;br /&gt;Pilihlah kata yang sudah dikenal/familiar &lt;br /&gt;Gunakan kata-kata yang sudah dikenal.  Kata-kata yang umumu, lazim digunakan.   Pilihlah kata-kata yang singkat dan hindari kata-kata yang bermakna ganda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-5538758717142207702?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/5538758717142207702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=5538758717142207702' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5538758717142207702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5538758717142207702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/komunikasi-bisnis-kuliah-iv.html' title='KOMUNIKASI BISNIS KULIAH IV'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-5124963887700691902</id><published>2010-03-16T20:35:00.001-07:00</published><updated>2010-03-16T20:35:57.383-07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH III</title><content type='html'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH III&lt;br /&gt;TUJUAN KOMUNIKASI BISNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada tiga tujuan komunikasi bisnis yaitu: &lt;br /&gt;- memberi informasi (informing)&lt;br /&gt;- persuasi (persuading)&lt;br /&gt;- serta melakukan kolaborasi (collaborating) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;TUJUAN UMUM PESAN-PESAN BISNIS&lt;br /&gt;Tujuan umum   Tujuan khusus&lt;br /&gt;Memberi informasi  Menyajikan penjualan bulan lalu ke manajer pemasaran&lt;br /&gt;Membujuk   Anda sebagai marketing executive meyakinkan calon nasabah agar mendepositokan uangnya di bank dimana anda bekerja &lt;br /&gt;Kolaborasi   Menyajikan presentasi ide iklan dan membujuk klien &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tujuan harus jelas?&lt;br /&gt;Tujuan yang jelas akan membantu pengambilan beberapa keputusan antara lain:&lt;br /&gt;a.Keputusan untuk meneruskan pesan&lt;br /&gt;b. Keputusan untuk menanggapi audience&lt;br /&gt;c. Keputusan untuk memusatkan isi&lt;br /&gt;d. Keputusan untuk menetapkan saluran dan media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguji sebuah tujuan :&lt;br /&gt;a. Apakah tujuan tersebut realistis ?&lt;br /&gt;b. Apakah waktunya tepat ?&lt;br /&gt;c. Apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat ?&lt;br /&gt;d. Sesuai dengan tujuan organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS AUDIENCE&lt;br /&gt;Mengembangkan profil audience&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UKURAN DAN KOMPOSISI&lt;br /&gt;Audience dalam jumlaii besar tentu saja akan menunjukkan perilaku  yang berbeda degan audience yang berjumlah sedikit sehingga  untuk menghadapi diperlukan teknik komunikasi yang berbeda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIAPA AUDIENCE&lt;br /&gt;Bila audience yang dituju lebih dari satu orang komunikator perlu mengidentifikasi siapa diantara mereka yang memegang kunci/posisi paling penting.  Blasanya orang yang memegang posisi kunci (penting) adalah mereka yang memiliki status organisasional tinggi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REAKSI AUDIENCE&lt;br /&gt;Setelah mengetahui siapa yang akan menjadi audience, perlu diketahui (diantisipasi) reaksi yang mungkin dimunculkan oleh audience tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINGKAT PEMAHAMAN AUDIENCE &lt;br /&gt;Ketika menyampaikan pesan-pesan, latar belakang audience spt tingkat pendidikan, usia dan pengalaman perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENENTUAN IDE POKOK&lt;br /&gt;Setiap pesan-pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok,yi ide pokok (main idea). Hal-hal selain ide pokok hanyalah merupakan ide pendukung (supporting idea).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik untuk menentukan ide pokok :&lt;br /&gt;1. Teknik Brainstorming: teknik ini memberikan keleluasaan pikiran, untuk mencari berbagai kemungkinan dan menguji berbagai alternatif.&lt;br /&gt;a. Story Teller’s Tour&lt;br /&gt;Fokuskan pada alasan berkomunikasi, poin utama, nada, rasionalitas dan implikasi bagi penerima.&lt;br /&gt;b. Random List&lt;br /&gt;Tulis segala sesuatu yang ada dalam pikiran di atas kertas kosong. Selanjutnya pelajari hubungan antara ide-ide tersebut.&lt;br /&gt;c. CFR (Conclusions,Findings, Recommendations) Worksheet&lt;br /&gt;Hubungan antara temuan (findings), kesimpulan (Conclusions) dan Rekomendasi &lt;br /&gt;d. Journalistic Approach&lt;br /&gt;Pendekatan jurnalistik memberikan poin yang baik sebagai langkah awal menentukan ide pokok. Jawaban siapa (who), apa (what), kapan (when), dimana (where) dan bagaimana (how). &lt;br /&gt;e. Question and Answer Chain&lt;br /&gt;Apa pertanyaan pokok audience anda?Apa yang diinginkan audience? Periksa atau cek jawaban atas pertanyaan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGORGANISASIAN PESAN BISNIS&lt;br /&gt;Hal-hal yang menyebabkan pesan-pesan tak terorganisasi:&lt;br /&gt;a. Bertele-tele &lt;br /&gt;b. Memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan&lt;br /&gt;c. Menyajikan ide-ide secara tidak logis&lt;br /&gt;d. Informasi penting kadangkala tidak tercakup dlm pembahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-5124963887700691902?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/5124963887700691902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=5124963887700691902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5124963887700691902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/5124963887700691902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/komunikasi-bisnis-kuliah-iii.html' title='KOMUNIKASI BISNIS KULIAH III'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-6598101677414790248</id><published>2010-03-16T20:33:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T20:34:05.811-07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH II</title><content type='html'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH II&lt;br /&gt;DASAR-DASAR KOMUNIKASI BISNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Communicating Succesfully in organization/business&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Communication occurs when an exchange of messages results in shared meaning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two functions of organizational communications (Fungsi komunikasi organisasi):&lt;br /&gt;- Helps group members fullfill organizational goals (Membantu anggota organisasi mencapai tujuan organisasi)&lt;br /&gt;-  Helps  bind group members into a cohesive unit (membantu mempererat anggota organisasi menjadi unit yang kohesive/solid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The uses of organizational communication/business  &lt;br /&gt;1. Setting Goals and Objectives (menetapkan tujuan dan sasaran)&lt;br /&gt;Tujuan organisasi sangat beragam dan ditetapkan dengan adanya komunikasi (thinking and talking) &lt;br /&gt;Sasaran organisasi (objective):&lt;br /&gt;- Sasaran keuangan (financial results)&lt;br /&gt;- Kualitas produk (product quality)&lt;br /&gt;- Dominasi  pasar &lt;br /&gt;- Kepuasan karyawan (employee satisfaction)&lt;br /&gt;- Pelayanan kepada pelanggan (services to customer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Making and implementing decisions (membuat dan menerapkan keputusan) : Manajer mengumpulkan fakta dan mengevaluasi alternatif (reading, asking questions. Etc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Measuring Results (Mengukur hasil)&lt;br /&gt;Manajer perlu mengukur hasil (output) keluaran organisasi. Dapat melalui : costs, sales, market share, productivity, employee turnover, inventory levels (tingkat persediaan)&lt;br /&gt;4. Hiring and developing staff. Organisasi mempekerjakan, melakukan training memotivasi dan mengevaluasi karyawan dengan berkomunikasi&lt;br /&gt;5. Dealing with customers (bernegosiasi dengan customer): melalui brosur, periklanan, personal sales&lt;br /&gt;6. Negotiating with suppliers and financiers (Bernegosiasi dengan pemasok dan lembaga pendanaan)&lt;br /&gt;7. Producing the product.&lt;br /&gt;8. Interaction with regulatory agencies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Understanding Business Communication&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi bisnis : komunikasi yang terjadi di dunia bisnis: external dan internal&lt;br /&gt;Komunikasi bisnis terdiri dari berbicara,mendengarkan, menulis dan membaca &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelaku bisnis mengalokasikan waktunya untuk masing-masing jenis komunikasi verbal spt dalam tabel di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Komunikasi Verbal Alokasi waktu&lt;br /&gt;1.Berbicara 30%&lt;br /&gt;2. Mendengarkan 45%&lt;br /&gt;3. Menulis 9%&lt;br /&gt;4. Membaca  16%&lt;br /&gt;Total 100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi bisnis baik secara lisan maupun tulisan mempunyai beberapa karakteristik sbb:&lt;br /&gt;1. Pesan yang terkandung dalam komunikasi bisnis disusun untuk audience atau penerima yang membutuhkan informasi&lt;br /&gt;2. Pesan bisnis disusun dengan mempertimbangkan batasan waktu dan biaya&lt;br /&gt;3. Pesan bisnis biasanya disusun untuk lebih dari satu tujuan&lt;br /&gt;4. Pesan bisnis harus memperhatikan nada dan pengaruhnya terhadap audience.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;PROSES PENYUSUNAN PESAN BISNIS  (Bovee and Thill)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perencanaan (Planning Phase)&lt;br /&gt;Menentukan apa yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Dalam perencanaan &lt;br /&gt;Akan ditentukan hal-hal pokok atau mendasar dari pesan tsb. Spt: maksud pesan, penerima, ide pokok dan saluran yang digunakan.&lt;br /&gt;2. Pengorganisasian&lt;br /&gt;Tahap selanjutnya adalah menuangkan pesan tsb dalam bentuk tertulis. Penyusunan kata-kata, kalimat, paragraf serta menentukan ilustrasi.&lt;br /&gt;3. Revisi: Pemeriksaan kembali apakah pesan yang disusun sudah mampu mengekspesikan apa ide pokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TABEL 1&lt;br /&gt;PROSES PENYUSUNAN PESAN BISNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap penulisan pesan  Rincian Kegiatan&lt;br /&gt;PERENCANAAN PESAN 1. Penentuan tujuan&lt;br /&gt; 2. Menganalisis audience&lt;br /&gt; 3. Menentukan ide pokok&lt;br /&gt; 4. memilih saluran dan media&lt;br /&gt;PENYUSUNAN PESAN  5. Mengorganisasikan pesan&lt;br /&gt; 6. Memformulasikan pesan&lt;br /&gt;REVISI PESAN 7.Mengedit pesan&lt;br /&gt; 8.Menulis ulang pesan&lt;br /&gt; 9. Membuat pesan&lt;br /&gt; 10. Proof Pesan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TUJUAN KOMUNIKASI BISNIS&lt;br /&gt;Secara umum tujuan komunikasi bisnis dapat dibedakan menjadi 3, yaitu memberi informasi, persuasi atau membujuk dan untuk melakukan kolaborasi dengan audience&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MENGUJI TUJUAN&lt;br /&gt;1. Apakah tujuan tsb realistis?&lt;br /&gt;2. Apakah waktunya tepat?&lt;br /&gt;3. Apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat?&lt;br /&gt;4. Apakah tujuannya dapat diterima perusahaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-6598101677414790248?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/6598101677414790248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=6598101677414790248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/6598101677414790248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/6598101677414790248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/komunikasi-bisnis-kuliah-ii.html' title='KOMUNIKASI BISNIS KULIAH II'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-8263209066971363768</id><published>2010-03-16T20:31:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T20:32:28.987-07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH I</title><content type='html'>KOMUNIKASI BISNIS KULIAH I&lt;br /&gt;LANDASAN PEMIKIRAN KOMUNIKASI BISNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BISNIS: Adalah kegiatan sistem ekonomi yang diarahkan pada manajemen dan distribusi hasil industri dan jasa profesional, yang mendatangkan keuntungan. Esensi dari kegiatan bisnis adalah sebuah kesibukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI&lt;br /&gt;Sering diartikan sebagai transfer informasi atau pesan-pesan (messages) dari pengirim pesan (komunikator) kepada penerima (komunikan). Dengan catatan bahwa proses tersebut tertujuan mencapai saling pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua pengertian di atas bagaimana kita menerangkan cakupan antara komunikasi dan bisnis yang menunjukkan integrasi (kesatuannya?) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dahulu kita telah tahu bagaimana proses komunikasi itu terjadi dan secara umum proses komunikasi dapat digambarkan sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UMPAN BALIK &lt;br /&gt;Sebelum komunikator mengirimkan pesan-pesan kepada komunikan,terlebih dahulu ia memberi makna pada pesan-pesan itu (decode). Pesan tadi ditangkap oleh komunikan dan diberi makna sesuai konsep-konsep yang ia miliki (encode). Melalui proses interpretasi, yakni menafsirkan makna-makna tersebut dari pelagai sudut pandang (perspektif), akan dihasilkan makna tertentu sesuai dengan kerangka pengalaman (field of experiences ) dan kerangka referensi (frame of references) yang dimiliki komunikan. Demikian seterusnya. Bila komunikan memandang perlu untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada komunikator, komunikan akan terlebih dahulu memberikan pemaknaan terhadap feedback.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI BISNIS &lt;br /&gt;MENGAPA PENTING??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTA :&lt;br /&gt;Lebih dari 70% hari kerja para eksekutif dan staf organisasi dilakukan untuk melakukan kegiatan komunikasi bisnis.&lt;br /&gt;Misal: Memberikan instruksi kerja, melakukan presentasi bisnis, memimpin dan menghadiri rapat kerja, wawancara, menulis surat dan memorandum serta menyusun laporan bisnis. Sayangnya, banyak manajer kurang mampu untuk berkomunikasi secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANFAAT KOMUNIKASI BISNIS&lt;br /&gt;Eksternal : Komunikasi bisnis dgn pihak ketiga yang efektif membawa dampak positif dalam keberhasilan usaha bisnis dan upaya membangun citra perusahaan di mata masyarakat.&lt;br /&gt;Mis: Laporan , brosur, brosur dan presentasi bisnis yang disusun secara profesional  dpt meningkatkan citra perusahaan.&lt;br /&gt;Komunikasi bisnis yang tidak efektif: sangat mahal ”biayanya”. Menurunkan citra perusahaan, memboroskan jam kerja dan menjauhkan pelanggan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Internal: Kemampuan berkomunikasi secara efektif  menunjang karir eksekutif perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 8 hal yang menjadi pertimbangan mempromosikan jenjang karir eksekutif:&lt;br /&gt;1. Kemampuan bekerja keras (hard worker)&lt;br /&gt;2. Kemampuan manajemen (manajerial ability)&lt;br /&gt;3. Kepercayaan diri ( self confidence)&lt;br /&gt;4.  Kemampuan mengambil keputusan yang sehat (making sound decisions)&lt;br /&gt;5. Latar belakang akademis (college education)&lt;br /&gt;6. Mempunyai ambisi untuk maju (ambition drive)&lt;br /&gt;7. Kemampuan berkomunikasi secara efektif (ability to communicate effectively)&lt;br /&gt;8. Berpenampilan menarik (good appearance)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA SAJA PESAN KOMUNIKASI BISNIS YANG DISAMPAIKAN OLEH LINGKUNGAN PERUSAHAAN ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pernyataan lingkungan perusahaan diwujudkan dalam bentuk tulisan.  Sebagian besar pernyataan komunikasi lingkungan adalah nonverbal, dan dikelompokkan dalam 2 kategori :&lt;br /&gt;1. Lokasi&lt;br /&gt;2. Penataan Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lokasi : di berbagai tempat seperti Jakarta – MH Thamrin, Sudirman, pesan yang disampaikan sangat jelas : kami adalah perusahan penting dan bergenngsi .Secara implisit ada pesan yang ingin disampaikan melalui lingkungannya : kami adalah perusahaan penting, karena kantor kami terletak dikawasan yang sama dgn lokasi yang sama dgn lokasi bisnis dan profesi lain.&lt;br /&gt;2. Penataan lingkungan : cara mengatur tempat kerja &lt;br /&gt;A. Pengaturan parkir mobil : tersedia tempat parkir yang memadai dan papan penunjuk yang jelas.&lt;br /&gt;B. Seragam : model, warna &lt;br /&gt;C. Ruang terima tamu dijaga kerapiannya &lt;br /&gt;D. Toilet selalu bersih dan terawat&lt;br /&gt;E. Tersedia literatur perush utk para tamu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-8263209066971363768?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/8263209066971363768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=8263209066971363768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8263209066971363768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8263209066971363768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/komunikasi-bisnis-kuliah-i.html' title='KOMUNIKASI BISNIS KULIAH I'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-4013758408668232780</id><published>2010-03-15T06:48:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:49:57.014-07:00</updated><title type='text'>Bahan Kuliah Kapita Selekta Kehumasan II</title><content type='html'>CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau disebut dengan : corporate citizenship, responsible business and corporate social performance adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya ( namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban manajemen untuk membuat pilihan dan mengambil tindakan yang akan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan dan kepentingan masyarakat serta organisasi itu sendiri (Daft, 2006: 213)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CSR cukup trend  beberapa tahun belakangan ini disebabkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.           Di satu sisi sektor industri atau korporasi tingkat nasional mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional tetapi di sisi yang lain eksploitasi terhadap sumber daya alam seringkali menyebabkan degradasi lingkungan yang parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dalam konsep Booke disebut Dual Society : tumbuhnya dua karakter ekonomi yang berjalan paradoks , di satu sisi ekonomi tumbuh secara modern dan pesat dan sisi yang lain ekonomi berjalan sangat lambat dan bahkan mandeg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.                      Perusahaan lebih banyak menyedot tenaga kerja dari luar tempatan, sehingga terjadi marginalisasi tenaga lokal yang umumnya berketrampilan rendah menjadi terbuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yg kemudian menyebabkan hubungan perusahaan dgn masyarakat tempatan menjadi sering diwarnai konflik dan ketegangan : situasi ini diperparah dengan adanya kultur perusahaan yang didominasi perilaku ekonomi yang bersifat profit oriented semata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan tatanan politik tahun 90-an mengubah secara drastis pandangan tsb. Masyarakat lebih menginginkan keterbukaan dalam pengelolaan kegiatan perekonomian dan SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola hubungan perusahaan dan masyarakat mengalami perubahan total : kini harus diletakkan pada kerangka hubungan simbiosis mutualisme, pengertian dan memberi manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan pada tingkat kesadaran masyarakat itulah yang kemudian di Indonesia memunculkan kesadaran baru tentang pentingnya CSR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Highlights :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korporasi bukanlah suatu entitas yang mengutamakan kepentingan dirinya saja sehingga terisolir dari masyarakat tempat mereka bekerja , tetapi sebagai entitas kultural dimana mereka juga harus melakukan adaptasi kultural dgn masyarakat setempat  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoretik: CSR adalah tanggung jawab moral terhadap strategic stake holders-nya terutama komunitas atau masyarakat di sekitar wilayah kerja dan operasinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-CSR : memandang perusahaan sebagai agen moral : prinsip moral dan etik, menggapai suatu hasil terbaik, dengan paling sedikit merugikan kelompok masyarakat lainnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-CSR adalah bukan hanya sekedar kegiatan amal, di mana CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan(stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat tiga tingkat kegiatan program CSR dalam usaha memperbaiki kesejahteraan masyarakat yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.                      Kegiatan program CSR yang bersifat “charity”, Bentuk kegiatan seperti ini ternyata dampaknya terhadap masyarakat hanyalah “menyelesaikan masalah sesaat” hampir tidak ada dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, selain lebih mahal, dampak jangka panjang tidak optimal untuk membentuk citra perusahaan, dari sisi biaya, promosi kegiatan sama mahalnya dengan biaya publikasi kegiatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Walaupun masih sangat relevan, tetapi untuk kepentingan perusahaan dan masyarakat dalam jangka panjang lebih dibutuhkan pendekatan CSR yang berorientasi pada peningkatan produktifitas dan mendorong kemandirian masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.                      Kegiatan program CSR yang membantu usaha kecil secara parsial.  Saat ini makin banyak   perusahaan yang menyadari pentingnya pendekatan CSR yang berorientasi pada peningkatan produktifitas dan mendorong kemandirian masyarakat, salah satu bentuk kegiatannya adalah membantu usaha kecil, tetapi bentuk kegiatan perkuatan tersebut masih parsial, memisahkan kegiatan program yang bersifat pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan kesehatan. Walaupun lebih baik ternyata pada tingkat masyarakat kegiatan ini tidak dapat diharapkan berkelanjutan, bahkan cenderung meningkatkan kebergantungan masyarakat pada perusahaan, sehingga efek pada pembentukan citra ataupun usaha untuk menggalang kerjasama dengan masyarakat tidak didapat secara optimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.                      Kegiatan program CSR yang beroreintasi membangun daya saing masyarakat, program CSR akan memberi dampak ganda untuk perusahaan dan masyarakat karena :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal dirancang untuk meningkatkan produktifitas (sebagai ukuran daya saing) guna meningkatkan daya beli sehingga meningkatkan akses pada pendidikan dan kesehatan jangka panjang, untuk itu perlu diberikan penekanan pada keberlanjutan penguatan ekonomi secara mandiri (berjangka waktu yang jelas/mempunyai exit policy yang jelas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Untuk memberikan ungkitan besar pada pendapatan masyarakat maka kegiatan perkuatan dilakukan pada rumpun usaha spesifik yang saling terkait dalam rantai nilai, setiap pelaku pada mata rantai nilai pada dasarnya adalah organ ekonomi yang hidup, perkuatan dilakukan untuk meningkatkan metabolisme (aliran barang, jasa, uang, informasi dan pengetahuan) dalam sistem yang hidup tersebut yang pada gilirannya akan meningkatkan performance setiap organ. Pendekatan CSR yang smart adalah dengan mengambil peran sebagai fasilitatif-katalistik sehingga kegiatan CSR lebih efesien memberikan dampak pada rumpun usaha dalam satu rantai nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pendidikan, kesehatan, dan infrasturktur infrastruktur dirancang sinergis dengan penguatan ekonomi sehingga mampu menigkatkan indeks pembangunan manusia pada tingkat lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENAM PROGRAM PILIHAN&lt;br /&gt; Phillip Kotler dan Nancy Lee dalam bukunya ”Corporate Social Responsibility, Doing the Most Good for Your Company and Your Cause” (2005), mengidentifikasi enam pilihan program bagi perusahaan untuk melakukan inisiatif dan aktivitas yang berkaitan dengan berbagai masalah sosial sekaligus sebagai wujud komitmen dari tanggung jawab sosial perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam inisiatif sosial yang bisa dieksekusi oleh perusahaan adalah: pertama, Cause Promotions dalam bentuk memberikan kontribusi dana atau penggalangan dana untuk meningkatkan kesadaran akan masalah-masalah sosial tertentu seperti, misalnya, bahaya narkotika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Cause-Related Marketing bentuk kontribusi perusahaan dengan menyisihkan sepersekian persen dari pendapatan sebagai donasi bagi masalah sosial tertentu, untuk periode waktu tertentu atau produk tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Corporate Social Marketing di sini perusahaan membantu pengembangan maupun implementasi dari kampanye dengan fokus untuk merubah perilaku tertentu yang mempunyai pengaruh negatif, seperti misalnya kebiasaan berlalu lintas yang beradab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Corporate Philantrophy adalah inisitiatif perusahaan dengan memberikan kontribusi langsung kepada suatu aktivitas amal, lebih sering dalam bentuk donasi ataupun sumbangan tunai. Kelima, Community Volunteering dalam aktivitas ini perusahaan memberikan bantuan dan mendorong karyawan, serta mitra bisnisnya untuk secara sukarela terlibat dan membantu masyarakat setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Socially Responsible Business Practices, ini adalah sebuah inisiatif di mana perusahaan mengadopsi dan melakukan praktik bisnis tertentu serta investasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas komunitas dan melindungi lingkungan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRIPLE BOTTOM LINES &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"People, Planet and Profit" are used to succinctly describe the triple bottom lines and the goal of sustainability. The phrase was coined by John Elkington, co-founder of the business consultancy SustainAbility in 1994. It was later expanded and articulated in his 1998 book Cannibals with Forks: the Triple Bottom Line of 21st Century Business. (ref Business and Sustainable Development: A Global Guide). Sustainability, itself, was first defined by the Brundtland Commission of the United Nations in 1987.&lt;br /&gt;People&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"People" (Human Capital) pertains to fair and beneficial business practices toward labor and the community and region in which a corporation conducts its business. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Global Reporting Initiative (GRI) has developed guidelines to enable corporations and NGO's alike to comparably report on the social impact of a business.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Planet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Planet" (Natural capital) refers to sustainable environmental practices. Generally, sustainability reporting metrics are better quantified and standardized for environmental issues than for social ones. A number of respected reporting institutes and registries exist including the Global Reporting Initiative, CERES Community Environment Park, Institute 4 Sustainability and others.&lt;br /&gt;Profit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Profit" is the bottom line shared by all commerce, conscientious or not. Arguably, from the perspective of sustainability, “Profit” is the most critical of the three triple bottom lines. If a strong focus is not maintained on the value proposition for the product or service for sale, profits will be affected and consequently a business’s ability to have any impact through its purpose (People and/or Planet) will be eroded.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan CSR : perusahaan perlu melakukan CBBO: Cause-Business-Brand –Objective Analysis : program CSR tidak hanya cukup menghadirkan program sosial tanpa adanya analisa secara mendalam thd kesesuaian program tsb dengan misi dan tujuan perusahaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ketepatan antara business dan brand mission : Body Shop yang sejak awal kemunculannya menunjukkan perhatiannya pada dunia ketiga, tidak melakukan uji coba pada binatang serta menolak kekerasan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian dari Cone/Roper Corporate Citizenship di AS menunjukkan 88% karyawan yang menyadari program CSR memilik tingkat loyalitas yang tinggi terhadap perusahaannya bahkan 53% bekerja disebuah perusahaan karena komitmen perusahaan thd isu-isu sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2001, penelitian National Employee Benchmark Study yang dilakukan oleh Walker Information : 62% karyawan yang bekerja di perusahaan yang memiliki CSR akan merekomendasikan perusahaan tersebut kepada orang lain, yang lebih menarik 73% karyawan menyebutkan mereka lebih loyal terhadap perusahaan yang memiliki misi sosial dengan program CSR.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima kriteria penting dalam menjalankan program saat ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sustainable empowerment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Strategic Aliances dengan organisasi nirlaba &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. employee participation  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. CSR yang mampu membangun buffer sosial dan politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. High Profile : stand out : yang mudah didengar, dilihat dan diingat orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh CSR: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARUBENI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Creating a Better Workplace for Women&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marubeni is dedicated to improving workplaces so that female employees can work comfortably and with peace of mind. In addition to espousing equal employment opportunities during recruitment, we have also introduced the Childcare Leave System and Nursing Leave System.During fiscal 2005, we also organized a team to make recommendations suggested by female employees to the company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-4013758408668232780?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/4013758408668232780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=4013758408668232780' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4013758408668232780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4013758408668232780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-kuliah-kapita-selekta-kehumasan.html' title='Bahan Kuliah Kapita Selekta Kehumasan II'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-3189739686491968924</id><published>2010-03-15T06:46:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:48:13.517-07:00</updated><title type='text'>Bahan Kuliah Kapita Selekta Kehumasan I</title><content type='html'>Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Public Relations&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam terminology Public Relations dikenal istilah atau konsep Community Relations. Community Relations merupakan kategori PR yang sangat spesifik. Pada dasarnya Community Relations dilakukan berdasarkan pertimbangan dan pencitraan bahwa :&lt;br /&gt;1. Perusahaan telah dikenal baik oleh masyarakat atau community;&lt;br /&gt;2. Masyarakat juga mengenal perusahaan mempunyai pegawai yang baik;&lt;br /&gt;3. Telah terjalin hubungan yang baik antara perusahaan dengan community;&lt;br /&gt;4. Dalam hal lain community diartikan juga sebagai pemerintah, sehingga untuk tujuan Community Relations ini perusahan ingin dikenal sebagai wajib pajak yang patuh dan taat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dalam perkembangan selanjutnya konsep Community Relations menjadi bagian integral dari semangat untuk menerapkan tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Good Corporate Governance terdiri dari empat prinsip yaitu: keadilan (fairness), pertanggungajawaban (accountability), transparansi (transparency) dan tanggung jawab (responsibility).&lt;br /&gt;Dalam buku Mastering Good Corporate Governance (tantangan dan kesempatan bagi Komunitas Bisnis Indonesia, disebutkan Good Corporate Governance merefleksikan wujud tanggung jawab social perusahaan publik yang bertujuan mencari keuntungan (profit oriented) akan berbeda dengan lembaga yang non-profit oriented. Ada beberapa istilah teknis yang dikenal sebagai varians pertanggungjawaban sosial perusahaan terhadap masyarakat antara lain : etika bisnis, corporate citizenship, corporate sustainability, triple bottom line, stakeholder dialogue, corporate social responsibility, corporate stewardship. Meski ada nuansa perdedaan di san-sini, namun semua istilah itu mengacu pada satu hal, yakni peran bisnis dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENAM PROGRAM PILIHAN&lt;br /&gt; Phillip Kotler dan Nancy Lee dalam bukunya ”Corporate Social Responsibility, Doing the Most Good for Your Company and Your Cause” (2005), mengidentifikasi enam pilihan program bagi perusahaan untuk melakukan inisiatif dan aktivitas yang berkaitan dengan berbagai masalah sosial sekaligus sebagai wujud komitmen dari tanggung jawab sosial perusahaan. Keenam inisiatif sosial yang bisa dieksekusi oleh perusahaan adalah: pertama, Cause Promotions dalam bentuk memberikan kontribusi dana atau penggalangan dana untuk meningkatkan kesadaran akan masalah-masalah sosial tertentu seperti, misalnya, bahaya narkotika. Kedua, Cause-Related Marketing bentuk kontribusi perusahaan dengan menyisihkan sepersekian persen dari pendapatan sebagai donasi bagi masalah sosial tertentu, untuk periode waktu tertentu atau produk tertentu. Ketiga, Corporate Social Marketing di sini perusahaan membantu pengembangan maupun implementasi dari kampanye dengan fokus untuk merubah perilaku tertentu yang mempunyai pengaruh negatif, seperti misalnya kebiasaan berlalu lintas yang beradab. Keempat, Corporate Philantrophy adalah inisitiatif perusahaan dengan memberikan kontribusi langsung kepada suatu aktivitas amal, lebih sering dalam bentuk donasi ataupun sumbangan tunai. Kelima, Community Volunteering dalam aktivitas ini perusahaan memberikan bantuan dan mendorong karyawan, serta mitra bisnisnya untuk secara sukarela terlibat dan membantu masyarakat setempat. Keenam, Socially Responsible Business Practices, ini adalah sebuah inisiatif di mana perusahaan mengadopsi dan melakukan praktik bisnis tertentu serta investasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas komunitas dan melindungi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) SEBUAH DILEMA&lt;br /&gt; Keenam program penawaran yang dikemukan oleh Kotler dan Lee, memberikan gambaran kepada kita bahwa sebuah usaha atau perusahaan tidak hanya berorientasi tunggal, hanya untuk memperoleh keuntungan semata. Meskipun masih terdapat perdebatan yang cukup ’seru” tentang kielayakan CSR sebagai salah satu program yang harus dijalankan oleh suatu perusahaan, karena dipadang sudah keluar dari esensi bisnis, yaitu mendapat atau memperoleh keuntungan. Sebagaimana dikutip oleh Yanuar Nugroho, Direktur Eksekutif Uni Sosial Demokrat, sebuah lembaga nir laba yang beroperasi dalam bidang think thank bagi empowerment korporasi, menyebutkan bahwa masih terjadi dilema dalam pelaksanaan CSR.&lt;br /&gt; Menurut kajian Yanuar Nugroho, Sekretaris Jenderal Uni Sosial Demokrat, Bahwa Sejarah mencatat banyak negara-bangsa meng-amini ide-ide demokrasi dan menerapkannya tidak saja ke tata pemerintahan (government), tapi juga ke berbagai tata kelola (governance) masyrakat. Berbagai program sosial diciptakan unmtuk melindungi warganya. Namun, mulai akhir abad ke-20, di bawah tekanan dan lobi-lobi korporasi atas nama globalisasi, banyak pemerintahan mulai menerapkan kebijakan neoliberal. Akibatnya, pemerintah dipinggirkan dan bisnis mulai memegang kendali. Akibatnya, bisnis berupa korporasi menjelma menjadi institusi yang sangat dominan, yang kekuasaan dan pengaruhnya melebihi negara dan komunitas civic (Hertz, 1999). Akibatnya pula, berbagai malaprakteik yang dilakukan oleh korporasi berjalan terus tanpa kendali.&lt;br /&gt;Sebagai respons, konsepsi CSR ’kembali’ digiatkan lagi kepada komunitas bisnis. Padahal, CSR bukanlah hal baru. CSR sudah ada sebagai bagian dari strategi bisnis dalam upaya menambah nilai positif perusahaan di mata public : memasarkan perusahaan (Kotler, 1992). Tapi, lewat gugatan ketat logika, tanggung jawab korporasi ini membuahkan dilema.&lt;br /&gt; Di satu sisi, CSR merupakan klaim atas inisiatif yang menunjuk bahwa bisnis tak hanya beroperasi untuk kepentingan para pemegang saham (shareholders), tapi juga untuk kemaslahatan pihak stakeholders dalam praktik bisnis, yaitu para pekerjam komunitas lokal, pemerintah, LSM, konsumen dan lingkungan. Oleh Global Compact Initiative (2002) disebut Three Bottom Line, yang meliputi 3-P yaitu, Profit, Planet and People. Hendaknya bisnis jangan hanya berorientasi pada laba (profit) semata, tetapi harusnya menyejahterakan orang (people) dan menjaga lingkungan (planet).&lt;br /&gt; Namun, di sisi lain, pakar bisnis malah melihat CSR sebagai amoral. Peter F. Drucker dalam bukunya The Corporation (2004) menyatakan bahwa ”jika anda menemui seorang eksekutif di perusahaan yang ingin menjalankan tanggung jawab sosial, pecat dia !”. Milton Friedman pun yakin, bahwa CSR itu sesungguhnya amoral. Dalam buku yang sama Friedman mangatakan ”perusahaan itu miliki pemegang saham (shareholders) dan kepentingannya adalah mencari untung. Haruskah perusahaan membelanjakan uang para pemegang sahamnya untuk suatu tujuan yang dianggap bertanggung jawab secara sosial, tapi tidak berhubungan dengan kepentingan pemegang saham ? Jawabannya, tidak !” Bagi Friedman, ” hanya ada satu ’tanggung jawab sosial’ perusahaan, yaitu mncari keuntungan sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Inilah mengapa gagasan CSR membutuhkan pemikiran yang sungguh serius. Komparasi atas gagasan tersebut, penulis berpendapat, akuntabilitas korporasi harus menjadi inti CSR, karena akuntabilitas berkaitan dengan kontrol atas praktik kekuasaan, sementara tanggung jawab hanya bertumpu pada tindakan voluntaristik. Akuntabilitas bisa dituntut jika ia tidak dilaksanakan, sementara tanggung jawab sosial paling jauh hanya bisa dikecam jika absen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) HARUS DILAKUKAN&lt;br /&gt; Terlepas dari kontroversi seputar “dilemma penerapan CSR”, dalam kenyataannya, saat ini kosnep dan pelaksanaan CSR justru semakin berkembang, sejurus dengan berkembangnya multi stakeholders. Sebagaimana dikemukakan oleh Teguh Sri Pambudi, Wartawan Majalah Swa, yang mengatakan “konsep tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) merupakan aset strategis dan kompetitif bagi perusahaan di tengah iklim bisnis dan multi-stakeholders (banyak pemangku kepentingan) yang makin menuntut praktik-praktik etis dan bertanggung jawab. Praktik tanggung jawab sosial itu dipercaya menjadi landasan fundamental bagi pertumbuhan berkelanjutan, bukan hanya buat perusahaan itu, tetapi juga stakeholder secara keseluruhan, kata Teguh. Mengutip Gurvy Kavei, pakar manajemen dari Universitas Manchester, Inggris, Teguh menyatakan CSR melahirkan sejumlah keuntungan, yaitu profitabilitas dan kinerja finansial yang lebih kokoh, misalnya lewat efisiensi lingkungan, menurunkan kerentanan gejolak dengan komunitas sekitar, sekaligus mempertinggi reputasi perusahaan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya substansi keberadaan CSR adalah dalam rangka memperkuat keberlanjutan perusahaan itu sendiri disebuah kawasan, dengan jalan membangun kerjasama antar stakeholder yang difasilitasi perusahaan tersebut dengan menyusun program-program pengembangan masyarakat sekitarnya. Atau dalam pengertian kemampuan perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya, komunitas dan stakeholder yang terkait dengannya, baik lokal, nasional, maupun global. Karenanya pengembangan CSR ke depan seyogianya mengacu pada konsep pembangunan yang berkelanjutan (Sustainability development).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana hasil Konferensi Tingkat Tinggi Bumi (Earth Summit) di Rio de Jeneiro Brazilia 1992, menyepakati perubahan paradigma pembangunan, dari pertumbuhan ekonomi (economic growth) menjadi pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Dalam perspektif perusahaan, di mana keberlanjutan dimaksud merupakan suatu program sebagai dampak dari usaha-usaha yang telah dirintis, berdasarkan konsep kemitraan dan rekanan dari masing-masing stakeholder. Ada lima elemen sehingga konsep keberlanjutan menjadi penting, di antaranya adalah ; (1) ketersediaan dana, (2) misi lingkungan (3) tanggung jawab sosial, (4) terimplementasi dalam kebijakan (masyarakat, korporat, dan pemerintah) (5) mempunyai nilai keuntungan.&lt;br /&gt;Prinsip keberlanjutan ini mengedepankan pertumbuhan, khususnya bagi masyarakat miskin dalam mengelola lingkungannya dan kemampuan institusinya dalam mengelola pembangunan, serta strateginya adalah kemampuan untuk mengintegrasikan dimensi ekonomi, ekologi, dan sosial yang menghargai kemajemukan ekologi dan sosial budaya. Kemudian dalam proses pengembangannya tiga stakeholder inti diharapkan mendukung penuh, di antaranya adalah; perusahaan, pemerintah dan masyarakat.&lt;br /&gt;Dalam implementasi program-program dalam CSR, diharapkan ketiga elemen di atas saling berinteraksi dan mendukung, karenanya dibutuhkan partisipasi aktif masing-masing stakeholder agar dapat bersinergi, untuk mewujudkan dialog secara komprehensif. Karena dengan partisipasi aktif para stakeholder diharapkan pengambilan keputusan, menjalankan keputusan, dan pertanggungjawaban dari implementasi CSR akan di emban secara bersama.&lt;br /&gt; Tapi dalam hal memandang dan menyikapi CSR ke depan, sesungguhnya perlu ada kajian dan sosialisasi yang serius di internal perusahaan dari semua departemen di dalamnya. Paling tidak untuk menyamakan persepsi di antara pelaku dan pengambil kebijakan di dalam satu perusahaan, karena perubahan paradigma pengelolaan perusahaan yang terjadi saat ini, baik ditingkat lokal maupun global, tidak serta merta dipahami oleh pengelola dan pengambil kebijakan di satu perusahaan sehingga pemahaman akan wacana dan implementasi CSR beragam pula, dan otomatis akan mengalami hambatan-hambatan secara internal perusahaan.&lt;br /&gt;Menurut The Word Business Council for Sustainable Development (WBCSD) in fox, et al (2002), definisi Coorporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan, adalah komitmen bisnis untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerja dengan para karyawan perusahaan, keluarga karyawan, dan masyarakat setempat (lokal) dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan. Dan Trinidad and Tobacco Bureau of Standard (TTBS) menyimpulkan bahwa CSR terkait dengan nilai dan standar yang dilakukan berkenaan dengan beroperasinya sebuah korporat, maka CSR diartikan sebagai komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas (Sankat, Clement K, 2002).&lt;br /&gt;Dalam prinsip responsibility, penekanan yang signifikan diberikan pada kepentingan stakeholders perusahaan. Di sini perusahaan diharuskan memperhatikan kepentingan stakeholders perusahaan, menciptakan nilai tambah (value added) dari produk dan jasa bagi stakeholders perusahaan, dan memelihara kesinambungan nilai tambah yang diciptakannya. Sedangkan stakeholders perusahaan dapat didefinisikan sebagai pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Termasuk di dalamnya adalah karyawan, konsumen, pemasok, masyarakat, lingkungan sekitar, dan pemerintah sebagai regulator.&lt;br /&gt; Dalam praktek kehumasan atau Public Relations menjaga image (citra) perusahaan dimata masyarakat atau bentuk community lain menjadi suatu tugas External Public Relations yang sudah pasti, namun yang lebih pasti lagi adalah bagaimana melaksanakan amanat yang tertuang dalam pesan-pesan External Public Relations ke dalam berbagai benuk program yang mendekatkan perusahaan dengan masyarakat sekitar adalah suatu keniscayaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-3189739686491968924?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/3189739686491968924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=3189739686491968924' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3189739686491968924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3189739686491968924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-kuliah-kapita-selekta-kehumasan-i.html' title='Bahan Kuliah Kapita Selekta Kehumasan I'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-3964819249364290977</id><published>2010-03-15T06:44:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:45:29.667-07:00</updated><title type='text'>Bahan untuk MK Internal Relations</title><content type='html'>HUBUNGAN INTERNAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan hubungan internal (seringkali juga disebut dengan employee communication atau internal public relations) merupakan kegiatan yang dipandang sebelah mata. SEKARANG INI, MENGAPA PENTING ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini karyawan mengharapkan perusahaan dapat memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar gaji. Perusahaan perlu melibatkan karyawan untuk meningkatkan bisnis: namun bila karyawan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dan bagaimana mereka melakukannya, mereka tidak akan bekerja efektif .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGATAKAN –DAN MENDENGARKAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ”mendengarkan” sangat mendasar dalam komunikasi. Informasi yang dikomunikasikan dibagi ke dalam 3 kategori utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Korporasi : membangun kebanggaan dan rasa memiliki (Saya merasa bangga dapat bekerja di perusahaan saya, dan saya suka perusahaan saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Cascade : mengkomunikasikan tujuan (”apa yang harus saya lakukan dan mengapa?) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Personal : motivasi (”Bagaimana anda membujuk saya untuk mencapai apa yang anda ingin saya lakukan ?”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang dikomunikasikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        Tujuan rasional (karyawan memahami bisnis perusahaan dan apa yang harus mereka lakukan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        Tujuan emosional (karyawan merasa dilibatkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        Tindakan yang diinginkan (karyawan memahami bahwa perilaku mereka mempengaruhi bisnis perusahaan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFORMASI yang dikomunikasikan menciptakan perilaku yang benar dengan mengkomunikasikan pesan secara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·      TOP DOWN  (pesan manajemen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·      BOTTOM UP (masukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·      MENYAMPING ( melewati semua fungsi atau bagian )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERNAL PUBLIC RELATIONS DAN ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu suasana di dalam badan atau perusahaan menjadi target dari tugas Internal Public Relations, terutama suasana diantara para karyawannya yang mempunyai hubungan langsung dengan perkembangan badan atau perusahannya. Kegiatan Public Relations ke dalam perusahaan tersebut diperlukan untuk memupuk adanya suasana yang menyenangkan di antara para karyawannya, komunikasi antara bawahan dan pimpinan atau atasan terjalin dengan akrab dan tidak kaku, serta meyakini rasa tanggung jawab akan kewajibannya terhadap perusahaan.&lt;br /&gt;Tiap anggota dari badan atau perusahaan itu, dari tingkat pimpinan sampai pesuruh, merupakan Public Relations Officer yang tidak resmi. Mereka harus menyadari bahwa sebagai anggota atau keluarga dari perusahaan, mereka akan selalu mendapat sorotan dari publik yang ada di luar. Sikap, sifat, tingkah laku, dan perbuatan seorang karyawan atau keluargnya dapat mempengaruhi citra  baik instansi atau perusahaan dimana mereka bekerja. Dengan kesadaran dan keyakinan tersebut diharapkan muncul kegairahan kerja dari para pegawainya. Keadaaan yang demikian dapat diciptakan apabila pimpinan atau majikan selalu memperahatikan kepentingan para pegawainya. Baik secara ekonomi, sosial, maupun secara psikologis.  Oleh karena itu pemahaman PR akan komunikasi organisasi beserta saluran-saluran komunikasi organisasi menjadi sangat penting karena PR akan bekerja melalui saluran-saluran komunikasi organisasi yang ada, dan memastikan saluran tersebut berfungsi dengan baik dalam organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERNAL PUBLIC RELATIONS DAN KOMUNIKASI ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang internal public relations memiliki tugas untuk menjadi gatekeeper informasi ke dalam perusahaan atau organisasi. Seorang internal PR diharapkan mengetahui lebih banyak mengenai bagaimana aliran-aliran komunikasi yang terjadi di dalam tubuh organisasinya, baik yang bersifat formal/informal. Pengetahuan akan struktur organisasi, aliran informasi dan komunikasi organisasi merupakan hal yang vital bagi seorang Internal PR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi Organisasi merupakan pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu unit tertentu. Komunikasi Organisasi merupakan : proses  penciptaan makna atas interaksi yang menciptakan , memelihara dan mengubah organisasi. Komunikasi lebih dari sekedar alat, ia adalah cara berpikir (Pace : 2002) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI KOMUNIKASI ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi organisasi:  didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari organisasi ttt. Komunikasi menjadi suatu fungsi pembentuk organisasi bukan hanya sebagai pemelihara organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi organisasi yang efektif merupakan salah satu jalan ataupun cara agar organisasi terus tetap dapat bertahan hidup.  Komunikasi organisasi yang efektif membantu organisasi untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Seperti yang digambarkan oleh Richard Blundel dalam bukunya Effective Organisation (2004; hal 2) bahwa komunikasi organisasi dapat membantu organisasi dalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Satisfied Repeat Customer, rather than un happy ex-customers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Well Motivated Employees, rather than an expensive industrial dispute&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   A positive reputation in the wider community, rather than an interational boycott of its products&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   Innovative and Creative strategies , rather than inefficiency, indecision and resistance to change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam telaah Blundel, komunikasi organisasi membantu organisasi mencapai hal-hal yang menjadi tujuan utama organisasi misalnya : kepuasan customer, karyawan yang termotivasi, citra atau reputasi yang positif serta iklim inovatif dan kreatif. Banyak definisi komunikasi organisasi menurut para ahli, salah satunya Wayne Pace dan Don F Faules, menurut mereka  Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu (Wayne, Pace dan Faules Don F, 2002 : hal 31). Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hirarkis antara yang satu dengan yang lainnya. Komunikasi organisasi terjadi kapan pun setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukan. Fokus komunikasi organisasi adalah anggota-anggota dalam organisasi. Proses  penciptaan makna atas interaksi yang menciptakan , memelihara dan mengubah organisasi. Komunikasi lebih dari sekedar alat, ia adalah cara berpikir. Tujuan komunikasi dalam proses organisasi tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian (mutual understanding). Pendek kata agar terjadi penyetaraan dalam kerangka referesi (frame of references) maupun bidang pengalaman (field of experiences). Dikatakan oleh Redi Panuju (hal 2) meskipun nyaris mustahil menyamakan ranah kognitif individu-individu dalam organisasi, tetapi melalui kegiatan komunikasi yang terencana dan subtansi isinya terdesain, minimal terjadi proses penyebarluasan (difusi) dimensi-dimensi organisasi pada setiap orang. Kesalahkaprahan utama dalam berkomunikasi adalah asumsi-asumsi bahwa (1) makna terdapat dalam informasi atau pesan dan (2) makna dapat dipindahkan dari seseorang kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan mungkin ditunjukkan dalam bentuk verbal (bahasa) atau bentuk nonverbal (non bahasa) dan sarana lisan, tertulis atau gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel di bawah ini memperlihatkan kategori-kategori yang paling lazim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TABEL 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH BENTUK PESAN&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Verbal &lt;br /&gt;Non Verbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisan &lt;br /&gt;Wawancara &lt;br /&gt;Berbicara Pelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertulis &lt;br /&gt;Laporan &lt;br /&gt;Diagram atau tata Letak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar &lt;br /&gt;Uraian suatu adegan &lt;br /&gt;Sketsa suatu adegan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sumber : Wayne and Pace , 2002: 30 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan John Schemerhorn  (1999, hal 65 ) berpendapat  bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi organisasi adalah proses khusus melalui informasi yang mengalir dan dipertukarkan diantara orang-orang di seluruh organisasi. Informasi seperti itu mengalir baik melalui struktur formal maupun struktur informal, dan ia mengalir ke arah bawah, ke atas, dan dalam samping. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barry Cushway dan Dereck Lodge dalam Redi Panuju (Panuju, Redi, 1999:   2) menggambarkan bahwa fungsi komunikasi dalam organisasi sebagai pembentuk Organisation Climate, yaitu iklim organisasi yang menggambarkan suasana kerja organisasi atau sejumlah keseluruhan perasaan dan sikap orang-orang yang bekerja di dalam organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping komunikasi mempunyai andil membangun iklim organisasi, juga berdampak pada membangun budaya organisasi (Organisation Culture) yaitu nilai dan kepercayaan yang menjadi titik pusat organisasi. Budaya organisasi dibangun dari kepercayaan yang dipegang teguh secara mendalam tentang bagaimana organisasi dijalankan atau beroperasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saluran komunikasi organisasi (Schemerhorn, 1999) : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALURAN FORMAL DAN INFORMAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur formal dan informal mengikuti rantai perintah yang ditetapkan oleh hirarki otoritas suatu organisasi. Karena saluran komunikasi formal diakui secara resmi dan otoriter, maka komunikasi formal bersifat khas untuk komunikasi tertulis dalam bentuk surat,memo, pernyataan kebijakan dan pengumuman-pengumuman lain yang harus dipatuhi. Dalam organisasi-organisasi yang lebih progresif, komunikasi formal sangat informatif mencakup laporan kinerja dan mendukung “empowerment” dengan memastikan bahwa karyawan pada semua tingkatan memiliki informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan tentang karyawan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saluran informal berkembang secara terpisah dari struktur formal dan tidak mengikuti rantai perintah. Saluran ini kadang-kadang disebut dengan desas-desus. Keuntungan-keuntungan “desas-desus” antara lain adalah kemampuannya untuk memindahkan informasi dengan cepat dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi-dimensi komunikasi organisasi menurut Onong Uchjana (dalam Rusadi Ruslan , 2001: 80 ) adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.                                                       Komunikasi vertikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni arus komunikasi dua arah timbal balik. Komunikasi jenis ini memegang peranan cukup vital dalam melakanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu Komunikasi dari atas ke bawah (downward communication) dan dari bawah ke atas (upward communication). Dalam arus komunikasi vertikal-dari atas ke bawah- tersebut pihak pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan dan penugasan lain sebagainya kepada bawahan. Kemudian arus komunikasi ke atas diterima dalam bentuk bawahan memberikan laporan, pelaksanaan tugas, sumbang saran dan hingga pengaduan kepada pimpinannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Komunikasi horizontal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan komunikasi satu level yang terjadi antara para karyawan dengan karyawan lainnya, antara pimpinan satu departemen dengan departemen lainnya dalam satu tingkatan dan lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.   Komunikasi eksternal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi eksternal berlangsung atau terjadi dua pihak antara pihak organisasi/lembaga dengan pihak luar. Misalnya komunikasi dengan pihak kreditur, rekan bisnis, pelanggan, community relations, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan komunikasi organisasi adalah sebagai berikut  (Ruslan, Rosady hal 84) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Mempertukarkan simbol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berkomunikasi antara komunikator dan komunikan akan terjadi suatu pertukaran simbol atau bentuk lambang dengan pengertian yangsama, dan dapat disampaikan secara lisa atau tertulis. Dalam metode komunikasi pada organisasi, instruksi, perintah, pesan dan informasi yang berasal dari atasan tersebut akan disampaikan melalui kata-kata yang  diucapkan secara lisan atau tertulis seperti nota dinas, laporan pekerjaan, peraturan administrasi pekerjaan dsb. PR dituntut untuk memiliki pemahaman terhadap bagaimana saluran komunikasi organisasi tersebut bekerja dan memastikan bahwa semua saluran baik formal maupun informal berjalan secara baik dan mengurangi hambatan komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membentuk makna tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi bersifat transaksional dalam artian orang akan saling belajar satu dengan yang lain, tukar pengalaman atau pengetahuan melalui simbol-simbol yang dimengerti dan membentuk suatu makna tertentu, yang hanya dapat dipahami oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.   Mengembangkan harapan-harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah mempelajari simbol-simbol tersebut dan kemudian menghubungkannya dengan pengalaman yang diperoleh, serta mengamati dan menganalisis apa yang dilakukan oleh pihak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam  komunikasi organisasi pun kita kenal penghalang atau hambatan    dalam berkomunikasi, yang dapat berupa berikut ini :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persepsi selektif :melihat dan mendengar berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar belakang dan karakteristik pribadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Emosi : perasaan si penerima ketika menerima suatu pesan komunikasi akan mempengaruhi penafsiran pesan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Media. Apakah pesan dicetak,  diumumkan atau disebarluaskan?Apakah pesan diukir di suatu papan atau dicat dinding? Kadang-kadang pesan merupakan bagian tak terpisahkan dari peralatan atau proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Faktor psikologi. Pengirim mungkin mempunyai gaya hidup dan latar belakang yang berbeda dengan penerima pesan. Misalnya harga memiliki makna yang berbeda bagi pembeli yang membayar tunai dengan pemakai kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Faktor pendidikan. Bahasa yang terlalu kompleks akan sulit dipahami. Pada umumnya, dalam bahasa bisnis, kata-katanya harus sederhana dan kelimat harus singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Faktor budaya: pesan bisa terdistorsi dari maksud asalnya, karena pengaruh budaya yang menyaring cerapan yang diterima. Di Perancis, misalnya warna kuning mempunyai citra tidak setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ketrampilan mendengarkan. Pesan harus diterima dengan penuh perhatian. Kurangnya konsentrasi penerima pesan membuat pesan tidak sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALIRAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tantangan besar dalam komunikasi organisasi adalah bagaimana  menyampaikan informasi ke seluruh bagian organisasi dan bagaimana menerima informasi dari seluruh bagian organisasi. Proses aliran informasi merupakan proses yang rumit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran informasi dalam suatu organisasi adalah suatu proses dinamik, dalam proses inilah pesan-pesan secara tetap dan berkesinambungan diciptakan, ditampilkan dan diinterpretasikan.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT ALIRAN INFORMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guetzkow menyatakan bahwa aliran informasi dalam suatu organisasi dapat terjadi dengan tiga cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·      serentak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·      berurutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·      kombinasi dari kedua cara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBARAN PESAN SECARA SERENTAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi bila semua anggota departemen, fakultas atau bagian-bagian lain menerima suatu informasi dalam waktu yang bersamaan, proses ini disebut penyebaran pesan secara serentak (Wayne, Pace) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkembangnya media komunikasi, tugas menyebarkan informasi kepada semua anggota secara serentak menjadi lebih sederhana bagi sebagaian organisasi. Banyak organisasi yang mengeluarkan terbitan khusus, berbentuk majalah atau selebaran yang diberikan kepada semua anggota organisasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran pesan secara berurutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hany (1962): mengemukakan bahwa ”penyampaian pesan berurutan merupakan bentuk komunikasi yang utama, yang pasti terjadi dalam ”organisasi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran pesan berurutan memperlihatkan pola ”siapa berbicara pada siapa”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pesan disebarkan secara berurutan, penyebaran informasi berlangsung  dalam waktu tidak berurutan, jadi informasi tsb tiba di tempat yang berbeda dan pada waktu yang berbeda pula. Individu cenderung menyadari adanya informasi pada waktu yang berlainan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POLA ALIRAN INFORMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARUH DUA POLA KOMUNIKASI ATAS SEPULUH PROSES KOMUNIKASI ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Variabel Komunikasi Organisasi &lt;br /&gt;Pola Roda &lt;br /&gt;Pola Lingkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksesibilitas para anggota satu dengan yang lainnya &lt;br /&gt;Rendah &lt;br /&gt;Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan aliran pesan &lt;br /&gt;Tinggi &lt;br /&gt;Rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral atau kepuasan  &lt;br /&gt;Sangat Rendah  &lt;br /&gt;Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan Pemimpin &lt;br /&gt;Tinggi &lt;br /&gt;Sangat Rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecermatan Solusi &lt;br /&gt;Baik &lt;br /&gt;Buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan Kinerja &lt;br /&gt;Cepat &lt;br /&gt;Lambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pesan yang dikirimkan  &lt;br /&gt;Rendah &lt;br /&gt;Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan organisasi yang stabil &lt;br /&gt;Cepat &lt;br /&gt;Sangat Lambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesuaian dengan perubahan kerja  &lt;br /&gt;Lambat &lt;br /&gt;Cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan beban berlebih &lt;br /&gt;Tinggi &lt;br /&gt;Rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola aliran informasi dalam organisasi . Dalam kaitannya dengan ini ada lima pola aliran informasi yang dapat dijumpai diantaranya sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Pola lingkaran : pola lingkaran tidak memiliki pemimpin. Mereka memiliki wewenang atau kekuatan yang sama untuk mempengaruhi kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Pola roda : memiliki pemimpin yang jelas, yaitu posisinya di pusat. Orang ini merupakan satu-satunya yg dpt mengirim dan menerima pesan dari semua anggota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     Pola Y &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Y relatif kurang tersentralisasi dibanding pola roda, tetapi lebih tersentralisasi dibanding pola lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.     Pola Rantai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola rantai sama dengan pola lingkaran kecuali bahwa para anggota yang paling ujung hanya dapat berkomunikasi dgn satu orang saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.     Pola semua saluran atau bintang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam struktur semua saluran, setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota lainnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDAYA ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, bila orang-orang berinteraksi selama beberapa waktu, mereka membnetuk suatu budaya. Setiap budaya mengembangkan harapan-harapan yang tertulis maupun tidak tertulis  tentang perilaku (aturan dan norma-norma) yang mempengaruhi para anggota budaya itu. Tetapi orang-orang tidak hanya dipengaruhi budaya tersebut, mereka menciptakan budaya. Setiap organisasi memiliki satu budaya atau lebih yang memuat perilaku-perilaku yang diharapkan-tertulis atau tidak tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN KARAKTERISTIK PRIMER BUDAYA ORGANISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Inovasi dan pengambian resiko: sejauh mana para karyawan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;didorong untu inovatif dan mengarnbil resiko &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orientasi hasil: sejauh mana menjadi memfokus pada hasil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan pada teknik dan proses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatian ke rincian: presisi, analistis dan perhatian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orientasi orang : sejauh mana keputusanmenjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memperhitungkan efek hasil pada orang-orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Orientasi tim: Sejauh mana kegiatan kerja diorangkan sekitar tim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keagresifan: sejauh mana orang-orang itu agresif dan kompetitif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bukannya santai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kernantapan: sejauh mana kegiatan orang menekankan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipertahankannya status &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUNGSI BUDAYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Budaya mencipatakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      dan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Budaya membawa rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Mempermudah timbulnya komitmen yang luas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Meningkatkan kemantapan sistem sosial &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Perekat sosial yang membantu memepersatukan organisasi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDAYA DOMINAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengungkapkan nilai-nilai inti yang dianut bersarna oleh suatu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mayoritas anggota organisasi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANAK BUDAYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya-budaya mini di dalam suatu organisasi yang lazimnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditentukan oleh rambu departemen dan pemisahan geografis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NILAI INTI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai primer atau dominan yang diterima baik diseluruh organisasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Kuat Versus Budaya Lemah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya kuat : budaya dimana nilai-nilai inti dipegang secara intensif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dianut bersama secara meluas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai dampak yang lebih besar pada perilaku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karyawan karena: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Tingginya tingkat kebersamaan (sharedness) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Memperlihatkan kesepakatan yang tinggi di kalangan anggota &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya organisasi dalam praktek nyata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The Walt Disney Co &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak ada karyawan, melainkan  yang ada anggota pelaku (cast &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;member) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pelanggan adalah ”tamu” , kendaraan disebut atraksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MCI Communications &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senioritas maupun kesetiaan pada korporasi tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penting mendorong individu-individu agar unik, karyawan bebas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan fleksibel &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Levi Strauss: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Keterbukaan : menjadi memperlihatkan sifat langsung, terbuka, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      komitmen pada sukses orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Keanekaragaman : menghargai keanekaragarnan angkatan kerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      pada semua tingkat organisasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Etika : pengharapan yang jelas, mernpraktikkan standar perilaku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§      Pemberian kuasa : mendorong wewenang dalarn orang ke bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Budaya Workaholic Microsoft : menganut etos kerja tanpa belas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kasihan bekerja lebih dari 12jam sehari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mc Donalds : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QSCV : Quality, Service, Cleanliness, Values &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAGAM BUDAYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cerita : dongeng dari peristiwa mengenai pendiri organisasi sukses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari miskin ke kaya. Reaksi terhadap kesalahan masa lalu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ritual : deretan berulang dari kegiatan yang mengungkapkan dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memperkuat nilai-nilai utama organisasi itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Mary Kay Cosmetics, setiap tahun memberikan hadiah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada SPG-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Lambang materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Fasilitas yang diberikan oleh korporasi  kepada executive puncak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bahasa : suatu cara untuk mengidentifikasi anggota suatu budaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya sebagai suatu beban &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penghalang terhadap perubahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penghalang terhadap keanekaragarnan : jika menyingkirkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuatan unik yang dibawa oleh orang-orang dengan latar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belakang berlainan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana karyawan mernpelajari budaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cerita : dongeng dari peristiwa mengenai pendiri organisasi sukses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari miskin ke kaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ritual : deretan berulang dari kegiatan yang mengungkapkan dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memperkuat nilai-nilai utama dari orang itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lambang materi :ukuran dan tata letak kantor, keanggunan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perabot, pakaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bahasa : dengan mempelajari bahasa, para anggota menegaskan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penerimaan mereka akan budaya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi bagi komunikasi organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan komunikasi dalam budaya organisasi dapat dilihat secara berlainan bergantung pada bagaimana budaya dikonsepsikan. Bila budaya dianggap sebagai sebuah himpunan artefak simbolik yang dikomunikasikan kepada anggota organisasi untuk pengendalian organisasi, maka komunikasi dapat diartikan sebaga sebuah sarana yang memungkinkan perolehan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian komunikasi organisasi dari sudut pandang budaya mencakup lebih dari sekedar penelaahan pertukaran resmi pegawai antara orang-orang yang terpilih yang memiliki status. Percakapan sehari-hari mengungkapkan pemahaman organisasi dan jaringan-jaringan makna bersama yang mungkin ada. Perilaku sebagaimana adanya yang  memungkinkan adanya rutinitas dan pengorganisian melekat dalam komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-3964819249364290977?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/3964819249364290977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=3964819249364290977' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3964819249364290977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3964819249364290977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-untuk-mk-internal-relations.html' title='Bahan untuk MK Internal Relations'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-580008088253173169</id><published>2010-03-15T06:42:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:43:42.932-07:00</updated><title type='text'>Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu ke XIII-XIV)</title><content type='html'>Modul  Minggu ke XIII-XIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips-Tips untuk meningkatkan ketrampilan berbicara di depan publik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Mahasiswa mengetahui teknik yang baik untuk berbicara di depan publik.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu mengatur suara saat  berbicara di depan publik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, orientasi dari pertemuan ini adalah bagaimana para mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitas dan kemampuan untuk menggali banyak ide sehingga tidak kehabisan bahan untuk berbicara di depan publik, dan dapat meningkatkan skill dalam menentukan    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah pendapat (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek individu disesuaikan jenis pidato &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.biznb.com/speakerteacher/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.speakforsuccess.net&lt;br /&gt;Going From Terrified to Terrific: How to Calm Your Public Speaking Nerves and Turn Them to Your Advantage&lt;br /&gt;Overcome Your Fear of Public Speaking&lt;br /&gt;How to Organize Your Way Out of the Organizational Oops&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.selfgrowth.com/articles/Laskowski4.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://motivationalplus.com/cgi/a/t.cgi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.selfgrowth.com/articles/Moore39.html&lt;br /&gt;How to Use Humorous One-liners in Your Speeches&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Kuliah &lt;br /&gt;Dosen membuka perkuliahan dan memberikan pengantar.&lt;br /&gt;Mahasiswa dibagi menjadi kelompok, masing-masing 5 orang&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok diminta untuk :&lt;br /&gt;Mencari contoh minimal satu orang pembicara/presenter yang dikenal yang dianggap baik serta seorang pembicara yang menurut kelompok tersebut dianggap terburuk atau tidak menarik &lt;br /&gt;Mengidentifikasikan karakteristik atau sebab-sebab pemilihan mengapa pembicara tersebut dikatakan baik atau dikatakan buruk&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas tersebut selama 30 menit.&lt;br /&gt;Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan &lt;br /&gt;Dosen mendiskusikan kesamaan dan perbedaan serta menjelaskan area yang dipelajari berkaitan dengan identifikasi karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-580008088253173169?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/580008088253173169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=580008088253173169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/580008088253173169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/580008088253173169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-mk-komunikasi-bisnis-modul-minggu_1912.html' title='Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu ke XIII-XIV)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-3873582893503641898</id><published>2010-03-15T06:40:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:42:16.663-07:00</updated><title type='text'>Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu XI-XII)</title><content type='html'>Modul  Minggu XI-XII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik presentasi: mempergunakan alat bantu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Mahasiswa mengetahui teknik yang baik untuk berbicara di depan publik.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu mengatur suara saat  berbicara di depan publik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, orientasi dari pertemuan ini adalah bagaimana para mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitas dan kemampuan untuk menggali banyak ide sehingga tidak kehabisan bahan untuk berbicara di depan publik, dan dapat meningkatkan skill dalam menentukan    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah pendapat (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek individu disesuaikan jenis pidato &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMPERGUNAKAN ALAT BANTU PRESENTASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGUNAAN&lt;br /&gt;Meningkatkan kejelasan pesan&lt;br /&gt;Memberi tekanan pada pesan yang diinginkan&lt;br /&gt;Meningkatkan dinamisasi pembicara&lt;br /&gt;Menambah kepercayaan diri pembicara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis alat bantu presentasi&lt;br /&gt;Obyek: digital camera, komputer dll&lt;br /&gt;Grafik: gambar, diagram, bagan, tabel, peta&lt;br /&gt;Proyeksi: slide, transparansi (diam dan bergerak)&lt;br /&gt;Elektronik: LCD: Power Point, Arc-view, Web, GIS dll&lt;br /&gt;Handout (paper): fotokopi dari grafik yang harus dipegang pendengar (krn (a) informasi tidak bisa efektif ditayangkan, (b) pendengar harus memperhatikan secara serius untuk mengikuti pembicaraan)&lt;br /&gt;Audio dan alat batntu lain: TV, kaset (video atau rekaman musik), CD/DVD, file MP3, film dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman dalam mendesain alat Bantu:&lt;br /&gt;Fokus&lt;br /&gt;Hanya menampilkan poin-poin penting saja&lt;br /&gt;Sampaikan materi satu demi satu, hindari pendengar tahu keseluruhan tampilan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Layout&lt;br /&gt;Gunakan horizontal (landscape) presentasi daripada yang vertical saat menggunakan Powerpoint, slide dll karena lebih mudah diikuti&lt;br /&gt;Susun pesan di atas atau 2/3 bagian atas untuk dapat dibaca pendengar di belakang&lt;br /&gt;Gunakan rata kiri karena lebih mudah dibaca dibandikan rata kanan atau rata kiri-kanan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penegasan&lt;br /&gt;Gunakan tanda penunjuk (bullet) atau angka untuk menegaskan poin-poin penting&lt;br /&gt;Gunakan tidak lebih 6 kata per baris (lebih panjang lebih sulit)&lt;br /&gt;Gunakan tidak lebih 4-6 baris per halaman &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bentuk Huruf/Fonts&lt;br /&gt;Gunakan yang kuat dan jelas spt: Times New Roman, Ariel, Helvetica.&lt;br /&gt;Gunakan tidak lebih 2 fonts dalam satu transparansi/layer&lt;br /&gt;Pilih ukuran fonts yang cukup besar sehingga mudah dibaca (tergantung jarak, besar ruangan, lihat dulu sebelum anda presentasi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Warna dan seni&lt;br /&gt;Pergunakan warna agar lebih menarik&lt;br /&gt;Batasi warna dalam satu tampilan&lt;br /&gt;Hindari memasukkan banyak grafik dalam satu tampilan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi dalam menggunakan alat bantu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Presentasi&lt;br /&gt;Tentukan informasi apa yang akan divisualisasikan&lt;br /&gt;Pilih alat bantu yang tepat sesuai presentasi anda&lt;br /&gt;Pastikan tampilannya dapat mudah dipahami semua pendengar&lt;br /&gt;pastikan alat bantu mengkomunikasikan dengan jelas informasi&lt;br /&gt;Buat alat bantu yang menunjukkan tampilan yang profesional&lt;br /&gt;Praktekkan lebih dulu penggunaannya&lt;br /&gt;Atur transportasi yang selamat untuk membawa alat bantu&lt;br /&gt;Bawa cadangan bahan/alat bantu&lt;br /&gt;Taruh posisi yang tepat&lt;br /&gt;Tes alat bantu sebelum presentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat presentasi&lt;br /&gt;Pergunakan alat bantu jika anda sudah siap&lt;br /&gt;Bicaralah dengan pendengar tidak ke alat bantu&lt;br /&gt;Bicara sesuai dengan alat bantu&lt;br /&gt;Pertunjukkan alat bantu cukup waktu sehingga pendengar dapat mengikuti&lt;br /&gt;Ambil dan simpan alat bantu setelah anda selesai menjelaskan poin-poin&lt;br /&gt;Pergunakan handout dengan catatan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Kuliah &lt;br /&gt;Dosen membuka perkuliahan dan memberikan pengantar.&lt;br /&gt;Mahasiswa dibagi menjadi kelompok, masing-masing 5 orang&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok diminta untuk :&lt;br /&gt;Mencari contoh minimal satu orang pembicara/presenter yang dikenal yang dianggap baik serta seorang pembicara yang menurut kelompok tersebut dianggap terburuk atau tidak menarik &lt;br /&gt;Mengidentifikasikan karakteristik atau sebab-sebab pemilihan mengapa pembicara tersebut dikatakan baik atau dikatakan buruk&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas tersebut selama 30 menit.&lt;br /&gt;Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan &lt;br /&gt;Dosen mendiskusikan kesamaan dan perbedaan serta menjelaskan area yang dipelajari berkaitan dengan identifikasi karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-3873582893503641898?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/3873582893503641898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=3873582893503641898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3873582893503641898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/3873582893503641898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-mk-komunikasi-bisnis-modul-minggu_693.html' title='Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu XI-XII)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-7451946681391925853</id><published>2010-03-15T06:39:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:40:38.275-07:00</updated><title type='text'>Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu IX-X)</title><content type='html'>Modul  Minggu IX-X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik presentasi: Gesture &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Mahasiswa mengetahui teknik yang baik untuk berbicara di depan publik.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu mengatur suara saat  berbicara di depan publik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, orientasi dari pertemuan ini adalah bagaimana para mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitas dan kemampuan untuk menggali banyak ide sehingga tidak kehabisan bahan untuk berbicara di depan publik, dan dapat meningkatkan skill dalam menentukan    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah pendapat (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek individu disesuaikan jenis pidato &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GESTURE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tubuh menunjukkan bagaimana anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Podium&lt;br /&gt;Bagaimana berdiri di/samping podium &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(pertimbangkan tinggi rendah dan besar kecil podium)&lt;br /&gt;Cara meletakkan tangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa podium/mic&lt;br /&gt;perhatikan jarak (jauh-dekat), tinggi-rendah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja&lt;br /&gt;cara duduk, sikap duduk, penggunakan mic dll.           &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan&lt;br /&gt;usahakan sebiasa mungkin (natural) dalam menggerakkan tangan: menegaskan, mendukung dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan: &lt;br /&gt;jangan memasukkan tangan dalam saku, memainkan receh atau kunci dalam saku&lt;br /&gt;sadari gerakan yang mengganggu seperti: memainkan rambut, menyentuh atau menarik hidung, menggaruk, memainkan alat bantu seperti spidol, pointer dll&lt;br /&gt;jangan melipat tangan, menaruh tangan dibelakang tubuh, menutup mulut dengan tangan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POSISI TUBUH&lt;br /&gt;cara berdiri: tegak tetapi relaks, kedua kaki tidak berjauhan tetapi tidak terlalu dekat. Jangan terlalu dekat tetapi juga tidak terlalu jauh dengan pendengar&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimik wajah&lt;br /&gt;Usahakan kontak mata seolah-olah anda berbicara dengan semua pendengar. Hindari hanya melihat sebagian atau seseorang saja.&lt;br /&gt;Hindari melihat kepala atau memandang dari atas, atau menutupi wajah dengan catatan.&lt;br /&gt;Wajah tidak kaku, seseuaikan topic dan isi presentasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan&lt;br /&gt;Baju: Warna, jenis, model, kerapian dll&lt;br /&gt;Perhiasan: jam, kalung, gelang dll&lt;br /&gt;Perlengkapan lain: Sepatu, dasi, kaca mata&lt;br /&gt;Penampilan disesuaikan dengan jenis pertemuan dan jenis presentasi: seminar, diskusi, lokakarya, ceramah umum, pengajian, penawaran produk, presentasi kelas dll&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Kuliah &lt;br /&gt;Dosen membuka perkuliahan dan memberikan pengantar.&lt;br /&gt;Mahasiswa dibagi menjadi kelompok, masing-masing 5 orang&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok diminta untuk :&lt;br /&gt;Mencari contoh minimal satu orang pembicara/presenter yang dikenal yang dianggap baik serta seorang pembicara yang menurut kelompok tersebut dianggap terburuk atau tidak menarik &lt;br /&gt;Mengidentifikasikan karakteristik atau sebab-sebab pemilihan mengapa pembicara tersebut dikatakan baik atau dikatakan buruk&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas tersebut selama 30 menit.&lt;br /&gt;Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan &lt;br /&gt;Dosen mendiskusikan kesamaan dan perbedaan serta menjelaskan area yang dipelajari berkaitan dengan identifikasi karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-7451946681391925853?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/7451946681391925853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=7451946681391925853' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7451946681391925853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7451946681391925853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-mk-komunikasi-bisnis-modul-minggu_5255.html' title='Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu IX-X)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-8552081405174032876</id><published>2010-03-15T06:37:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:38:25.578-07:00</updated><title type='text'>Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu VIII)</title><content type='html'>Modul  Minggu VIII &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik presentasi: Suara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Mahasiswa mengetahui teknik yang baik untuk berbicara di depan publik.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu mengatur suara saat berbicara di depan publik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, orientasi dari pertemuan ini adalah bagaimana para mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitas dan kemampuan untuk menggali banyak ide sehingga tidak kehabisan bahan untuk berbicara di depan publik, dan dapat meningkatkan skill dalam menentukan    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah pendapat (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek individu disesuaikan jenis pidato &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;à alat yang paling kuat untuk mempengaruhi pendengar&lt;br /&gt;Meningkatkan kecepatan saat menjelaskan kejadian akan menciptakan perhatian atau kegairahan pendengar&lt;br /&gt;Berbicara lembut mengajak pendengar untuk mendengarkan secara hati-hati dan menjadi bagian dari pembicaran&lt;br /&gt;Berbicara secara enthusiastic dan hidup dapat menciptakan antusiasme pendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cek:&lt;br /&gt;Apakah saya berbicara terlalu keras atau terlalu lembut (lihat reaksi pendengar menjauh atau mendekat atau minta tanda dari belakang)&lt;br /&gt;Apakah saya berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat (orang yang gugup cenderung cepat)&lt;br /&gt;Apakah saya menggunakan phrasa yg tidak jelas, singkatan yang tidak dijelaskan sebelumnya, atau kata-kata “slang”&lt;br /&gt;Apakah saya memilih dan mengucapkan kata dengan tepat (kalau tidak tahu jangan menggunakan kata-kata tersebut)&lt;br /&gt;Apakah saya menggunakan kata-kata yang kurang perlu seperti: Uh, ehm, e…, dll&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Kuliah &lt;br /&gt;Dosen membuka perkuliahan dan memberikan pengantar.&lt;br /&gt;Mahasiswa dibagi menjadi kelompok, masing-masing 5 orang&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok diminta untuk :&lt;br /&gt;Mencari contoh minimal satu orang pembicara/presenter yang dikenal yang dianggap baik serta seorang pembicara yang menurut kelompok tersebut dianggap terburuk atau tidak menarik &lt;br /&gt;Mengidentifikasikan karakteristik atau sebab-sebab pemilihan mengapa pembicara tersebut dikatakan baik atau dikatakan buruk&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas tersebut selama 30 menit.&lt;br /&gt;Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan &lt;br /&gt;Dosen mendiskusikan kesamaan dan perbedaan serta menjelaskan area yang dipelajari berkaitan dengan identifikasi karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-8552081405174032876?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/8552081405174032876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=8552081405174032876' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8552081405174032876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8552081405174032876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-mk-komunikasi-bisnis-modul-minggu_7820.html' title='Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu VIII)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-9071625815046041846</id><published>2010-03-15T06:33:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:34:21.648-07:00</updated><title type='text'>Bahan MK komunikasi bisnis (Modul Minggu VI-VII)</title><content type='html'>Modul  Minggu VI-VII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat matrik presentasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Mahasiswa mengetahui cara-cara menggali ide untuk bahan berbicara di depan publik.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu membuat list tentang apa yang ingin disampaikan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, orientasi dari pertemuan ini adalah bagaimana para mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitas dan kemampuan untuk menggali banyak ide sehingga tidak kehabisan bahan untuk berbicara di depan publik, dan dapat meningkatkan skill dalam menentukan    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah pendapat (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya jawab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATRIK PRESENTASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Header&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik: subyek yang akan dibicarakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan: Apa yang anda ingin pendengar tahu, melakukan sesuatu atau pikirkan setelah mendengar presentasi anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendengar: grup atau orang-orang yang akan mendengarkan pidato/presentasi anda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat penarik perhatian: cerita, humor/cerita lucu, pernyataan yang kontroversial, pertanyaan untuk membuat pendengar tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thesis: Satu kalimat pernyataan tentang apa presentasi anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat metode: Outline tentang beberapa poin yang akan anda sampaikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi/badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide utama: hal-hal utama yang akan disampaikan sesuai thesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide pendukung: ide yang erat hubungannya dan langsung berhubungan dengan salah satu ide utama dan membantu memahami ide utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detil/Contoh:  Informasi khusus yang memberi ilustrasi terhadap ide utama atau ide pendukung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transisi+thesis: kata-kata transisi untuk menyimpulkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan penegasan ide pokok: Rekap dari poin utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup: Kalimat penutup untuk merangkum presentasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Kuliah &lt;br /&gt;Dosen membuka perkuliahan dan memberikan pengantar.&lt;br /&gt;Mahasiswa dibagi menjadi kelompok, masing-masing 5 orang&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok diminta untuk :&lt;br /&gt;Mencari contoh minimal satu orang pembicara/presenter yang dikenal yang dianggap baik serta seorang pembicara yang menurut kelompok tersebut dianggap terburuk atau tidak menarik &lt;br /&gt;Mengidentifikasikan karakteristik atau sebab-sebab pemilihan mengapa pembicara tersebut dikatakan baik atau dikatakan buruk&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas tersebut selama 30 menit.&lt;br /&gt;Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan &lt;br /&gt;Dosen mendiskusikan kesamaan dan perbedaan serta menjelaskan area yang dipelajari berkaitan dengan identifikasi karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-9071625815046041846?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/9071625815046041846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=9071625815046041846' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/9071625815046041846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/9071625815046041846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-mk-komunikasi-bisnis-modul-minggu_4182.html' title='Bahan MK komunikasi bisnis (Modul Minggu VI-VII)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-1946078679591284252</id><published>2010-03-15T06:25:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:26:47.800-07:00</updated><title type='text'>Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu IV-V)</title><content type='html'>Modul  Minggu IV-V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggali Ide, menentukan topik dan membatasi topik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Mahasiswa mengetahui cara-cara menggali ide untuk bahan berbicara di depan publik.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu membuat list tentang apa yang ingin disampaikan.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu memilih topik untuk praktek pidato serta mampu membatasi topik dan kemudian mengembangkan topik yang telah dipilih&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, orientasi dari pertemuan ini adalah bagaimana para mahasiswa mampu memilih topik sesuai yang pengetahuan dan kemampuan mahasiswa, serta kemudian mampu mengembangkan topik tersebut menjadi bahan pidato/presentasi.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah pendapat (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya jawab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggali Ide &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi mendapatkan ide:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dari diri sendiri -- membuat list tentang&lt;br /&gt;minat &lt;br /&gt;kegiatan yang menarik&lt;br /&gt;hobi &lt;br /&gt;memori&lt;br /&gt;catatan&lt;br /&gt;pengalaman dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dari Pendengar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Apa yang menarik atau penting untuk pendengar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dengan cara;&lt;br /&gt;menanyai mereka&lt;br /&gt;membaca atau mendengarkan sesuatu yang disukai pendengar&lt;br /&gt;menganalisa pendengar&lt;br /&gt;MEMILIH TOPIK&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah topik yang saya pilih menarik saya?&lt;br /&gt;Apakah topik menarik dan penting untuk pendengar?&lt;br /&gt;Apakah saya mampu mendapatkan bahan pendukung serta waktu yang cukup untuk topik yang saya pilih?&lt;br /&gt;Apakah saya cukup tahu tentang topik dan dapat memulai riset serta menterjamahkan apa yang saya temukan.&lt;br /&gt;MEMFOKUSKAN/MEMBATASI  TOPIK&lt;br /&gt;Sekali anda memilih topik, anda harus fokus&lt;br /&gt;Tidak terlalu sempit dan tidak terlalu luas&lt;br /&gt;Didasarkan pada waktu yang disediakan&lt;br /&gt;Tidak memaksakan memberikan banyak/semua informasi&lt;br /&gt;Membuat sub-sub topik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Kuliah &lt;br /&gt;Dosen membuka perkuliahan dan memberikan pengantar.&lt;br /&gt;Mahasiswa tidak dibagi kelompok, tapi bekerja secara individual&lt;br /&gt;Masing-masing mashasiswa diminta :&lt;br /&gt;Menggali ide &lt;br /&gt;Membuat list kemungkinan topik, menyortir topik dan menentukan topik yang akan dipilih&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas tersebut selama 30 menit.&lt;br /&gt;Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan &lt;br /&gt;Dosen mendiskusikan kesamaan dan perbedaan serta menjelaskan area yang dipelajari berkaitan dengan identifikasi karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-1946078679591284252?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/1946078679591284252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=1946078679591284252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1946078679591284252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1946078679591284252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-mk-komunikasi-bisnis-modul-minggu_6188.html' title='Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu IV-V)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-1659456777389498478</id><published>2010-03-15T06:24:00.001-07:00</published><updated>2010-03-15T06:24:59.343-07:00</updated><title type='text'>Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu III)</title><content type='html'>Modul  Minggu III &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan Sebelum berbicara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Mahasiswa mengetahui pentingnya pendengar dalam sebuah pidato.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu membedakan berbicara dengan pendengar sedikit dan pendengar yang banyak.&lt;br /&gt;Mahasiswa menganalisis pendengar&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, orientasi dari sesi ini adalah bagaimana para  mahasiswa mampu  membuat formulasi dasar pembuatan   proposal proyek. Sehingga mahasiswa dituntut secara partisipatoris membuat action planning terkait tema proyek yang sebelumnya mereka pilih. Dalam hal ini, kerangka pikir dalam proses fasilitasi baik dalam tiap materi ataupun korelasi antar materi merupakan modifikasi dari metode pembangunan action planning  yang dikembangkan oleh Technology of Participation (ToP) ( Sumber : Hetifah Sj Sumarto dalam Inovasi, Partisipasi dan Good Governance, 2004,      Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, The Ford Foundation dan LSM B_TRUST Bandung ) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah pendapat (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan kelompok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENDENGARKAN SEBELUM BERBICARA/PIDATO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun pembicara biasanya, pendengar akan bertanya kepada diri sendiri pertanyaan seperti:&lt;br /&gt;Apakah pembicara menyampaikan sesuatu yang berguna untuk disampaikan?&lt;br /&gt;Apa yang akan saya dapatkan dari mendengarkan pembicara tersebut?&lt;br /&gt;Apakah saya punya waktu untuk mendengarkan?&lt;br /&gt;Apakah saya ingin mendengarkan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan adalah ketrampilan yang dapat dilatih. &lt;br /&gt;Apakah anda memahami seluruh apa yang disampaikan pembicara? Apa yang menjadi kendala untuk memahami?&lt;br /&gt;Apa yang anda lakukan atau katakana jika anda tak memahami pembicara? Bagaimana respon dari pembicara?&lt;br /&gt;Apakah aksen, kecepatan menyampaikan, atau istilah dan singkatan-singkatan yang digunakan pembicara mempengaruhi anda untuk memahami pesan dari pembicara. Mengapa? Beri contoh&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci untuk menjadi pendengar yang baik&lt;br /&gt;Tunjukkan ketertarikan&lt;br /&gt;Hindari gangguan (radio, TV, HP, dll)&lt;br /&gt;Perhatikan pilihan/penggunaan kata-kata&lt;br /&gt;Berikan respon kepada pembicara&lt;br /&gt;Bertanya bilamana perlu&lt;br /&gt;Buatlah pembicara merasa nyaman dan enak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara yang baik biasanya dinilai&lt;br /&gt;Bagaimana presentasi disusun&lt;br /&gt;Bagaimana cara pembicara menyampaikan pidatonya&lt;br /&gt;Bagaimana pembicara merasa nyaman dengan topik, pendengar maupun dengan diri mereka sendiri&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 langkah Membuat Presentasi yang efektif &lt;br /&gt;Tentukan Topik&lt;br /&gt;Analisa Pendengar&lt;br /&gt;Batasi topik&lt;br /&gt;Kumpulkan informasi atau sumber berkaitan topik yang dipilih&lt;br /&gt;Buatlah pidato/presentasi relevan dengan pendengar&lt;br /&gt;Susun materi pidato secara efektif&lt;br /&gt;Pilihlah visual atau verbal untuk membantu mengilustrasikan materi dan menjaga perhatian pendengar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Kuliah &lt;br /&gt;Dosen membuka perkuliahan dan memberikan pengantar.&lt;br /&gt;Mahasiswa dibagi menjadi kelompok, masing-masing 5 orang anggotanya&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok diminta untuk :&lt;br /&gt;Mengidentifikasikan pendengar untuk jenis pidato yang berbeda&lt;br /&gt;Menganalisa &lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas tersebut selama 30 menit.&lt;br /&gt;Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan &lt;br /&gt;Dosen mendiskusikan kesamaan dan perbedaan serta menjelaskan area yang dipelajari berkaitan dengan identifikasi karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-1659456777389498478?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/1659456777389498478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=1659456777389498478' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1659456777389498478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1659456777389498478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-mk-komunikasi-bisnis-modul-minggu_15.html' title='Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu III)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-2482867021472225502</id><published>2010-03-15T06:22:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:23:43.775-07:00</updated><title type='text'>Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu II)</title><content type='html'>Modul  Minggu II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Publik speaking &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Mahasiswa memahami fungsi dan tujuan berbicara di depan publik.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu membedakan jenis-jenis pidato serta mampu mengidentifikasi kemampuan diri. &lt;br /&gt;Mengetahui etika berbicara di depan umum&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, orientasi dari pertemuan ini adalah bagaimana para  mahasiswa mampu mengerahui prinsip-prinsip publik speaking. Oleh karena itu mahasiswa dituntut secara aktif untuk mendiskusikan tentang berbagai fungsi dan mengamati kemampuan pribadi fungsi manakah yang mereka merasa mempunyai kekuatan  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah pendapat (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya jawab &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUNGSI PUBLIC SPEAKING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Whitman&amp;Boase, dalam Yayan hal. 2) &lt;br /&gt;Menarik perhatian&lt;br /&gt;Menghibur&lt;br /&gt;Memberikan informasi&lt;br /&gt;Mempertanyakan suatu perkara&lt;br /&gt;Membujuk&lt;br /&gt;Meyakinkan&lt;br /&gt;Memberikan rangsangan&lt;br /&gt;Memberikan kritikan&lt;br /&gt;Membentuk kesan&lt;br /&gt;Memperingatkan&lt;br /&gt;Membangun semangat&lt;br /&gt;Memberikan instruksi&lt;br /&gt;Menyajikan sebuah penelusuran&lt;br /&gt;Menggerakkan masa&lt;br /&gt;Menyamarkan suatu perkara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Kuliah &lt;br /&gt;Dosen membuka perkuliahan dan memberikan pengantar.&lt;br /&gt;Mahasiswa dibagi menjadi kelompok, masing-masing 5 orang&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok diminta untuk :&lt;br /&gt;Menggali jenis-jenis pidato yang diketahui&lt;br /&gt;Mengidentifikasikan fungsi pidato berdasarkan jenis dan tujuan&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas tersebut selama 30 menit.&lt;br /&gt;Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan &lt;br /&gt;Masing-masing Mahasiswa diminta menuliskan jenis pidato yang paling sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-2482867021472225502?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/2482867021472225502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=2482867021472225502' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2482867021472225502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/2482867021472225502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-mk-komunikasi-bisnis-modul-minggu.html' title='Bahan MK komunikasi bisnis (Modul  Minggu II)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-4323911853697180291</id><published>2010-03-15T06:17:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T06:21:51.586-07:00</updated><title type='text'>Bahan Untuk MK Komunikasi Bisnis (Modul Minggu I)</title><content type='html'>Modul  Minggu ke 1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar Publik speaking &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dan Kemampuan yang diharapkan&lt;br /&gt;Mahasiswa mengetahui area, ruang lingkup serta pengertian public speaking.&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu membedakan berbicara secara non formal, tidak berstruktur dengan presentasi di depan umum.&lt;br /&gt;Mahasiswa mengetahui hubungan public speaking dengan ilmu komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, orientasi dari pertemuan ini adalah bagaimana para  mahasiswa mampu mengerahui fungsi dan tujuan publik speaking. Oleh karena itu mahasiswa dituntut secara aktif mengamati, memikirkan dan mendiskripsikan seperti apa kemampuan public speaking dan bagaimana melihat contoh pembicara  yang baik sehingga dapat dijadikan model untuk belajar.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah pendapat (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya jawab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan &lt;br /&gt;Sylabus&lt;br /&gt;Pengertian public speaking&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap &lt;br /&gt;Dosen membuka perkuliahan dan memberikan pengantar.&lt;br /&gt;Mahasiswa dibagi menjadi kelompok, masing-masing 5 orang&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok diminta untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.   Mencari contoh minimal satu orang pembicara/presenter yang dikenal yang dianggap baik serta seorang pembicara yang menurut kelompok tersebut dianggap terburuk atau tidak menarik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.   Mengidentifikasikan karakteristik atau sebab-sebab pemilihan mengapa pembicara tersebut dikatakan baik atau dikatakan buruk&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas tersebut selama 30 menit.&lt;br /&gt;Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan &lt;br /&gt;Dosen mendiskusikan kesamaan dan perbedaan serta menjelaskan area yang dipelajari berkaitan dengan identifikasi karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-4323911853697180291?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/4323911853697180291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=4323911853697180291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4323911853697180291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/4323911853697180291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2010/03/bahan-untuk-mk-komunikasi-bisnis-modul.html' title='Bahan Untuk MK Komunikasi Bisnis (Modul Minggu I)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-1718418300417856632</id><published>2009-09-09T00:12:00.000-07:00</published><updated>2009-09-09T00:13:56.571-07:00</updated><title type='text'>Berita Jogja TV 16 Agustus 2009 tentang Lomba Mading Departemen Komunikasi UMY</title><content type='html'>&lt;object width="352" height="288" &gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true" /&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always" /&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.facebook.com/v/1223647957170" /&gt;&lt;embed src="http://www.facebook.com/v/1223647957170" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="352" height="288"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-1718418300417856632?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/1718418300417856632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=1718418300417856632' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1718418300417856632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1718418300417856632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2009/09/berita-jogja-tv-16-agustus-2009-tentang.html' title='Berita Jogja TV 16 Agustus 2009 tentang Lomba Mading Departemen Komunikasi UMY'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-1331924930820831546</id><published>2009-03-24T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T21:09:18.110-07:00</updated><title type='text'>Bahan  Mata Kuliah Dasar-dasar Manajemen</title><content type='html'>MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makluk sosial, sehingga ada kecenderungan dalam dirinya untuk berinteraksi dan bekerjasama. Sejarah manusia dapat ditelusuri melalui perkembangan organisasi sosial. Pertama-tama adalah keluarga dan suku nomadik, lalu muncul kampung yang permanen dan masyarakat berdasarkan suku dengan sistem feodal, dan kemudian terbentuk negara sebagai perkembangan lebih lanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupannya, manusia adalah anggota suatu organisasi, misalnya anggota organisasi kemasyarakatan, olah raga, bisnis dan sebagainya. Organisasi-organisasi tersebut mempunyai rencana dan cara pencapaian tujuan, termasuk di dalamnya adalah tugas mencari dan mengalokasikan sumber daya yang dimiliki oleh organisasi, dan mempunyai pemimpin yang juga disebut manajer yang bertanggung jawab atas keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen berasal dari kata management yang berasal dari kata to manage yang secara umum berarti mengelola. Dalam arti khusus manajemen dipakai bagi pimpinan dan kepemimpinan, yaitu orang-orang yang memimpin dalam suatu organisasi. Dengan demikian manajer ialah orang yang memimpin atau mengelola.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi adalah suatu sistem yang bersifat sosio-teknis. Sistem adalah suatu keseluruhan dinamis yang terdiri dari bagian-bagian yang berhubungan. Dinamis berarti bergerak di dalam, berkembangke arah suatu tujuan. Sosio (sosial) berarti yang bergerak di dalam dan yang menggerakkan sistem itu adalah manusia. Ekonomis berarti kegiatan dalam sistem bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORGANISASI SOSIAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada pola-pola interaksi sosial (frekuensi dan lamanya kontak antara orang-orang); arah pengaruh antara orang-orang; derajat kerja sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Keaggotaan dalam satu komunitas etnis, klub pendukung sepak bola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi yang didirikan untuk tujuan-tujuan ttt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis: dibentuk untuk menghasilkan barang yang dijual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serikat pekerja (union) diorganisasikan untuk memperkuat tawar menawar  buruh/karyawan pada majikan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANDANGAN SISTEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendekatan sistem, organisasi dipandang sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Jadi dalam pendekatan ini manajer seharusnya memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang merupakan bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Dalam teori sistem dijelaskan bahwa kegiatan setiap bagian dalam organisasi akan mempengaruhi kegiatan bagian lain  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah-istilah penting yang digunakan dalam pendekatan sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Subsistem, yaitu bagian-bagian yang membentuk keseluruhan sistem. Setiap sistem menjadi subsistem dari kesatuan yang lebih besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sinergi, yaitu apabila keseluruhan lebih besar daripada penjumlahan bagian-bagian. Sinergi berarti bagian-bagian terpisah dalam sebuah organisasi yang saling bekerja sama dan berhubungan, serta menghasilkan kerja yang lebih besar dibandingkan bila bagian-bagian tersebut bekerja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sistem terbuka dan tertutup. Suatu sistem dikatakan terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apabila sistem itu berhubungan dengan lingkungan luar organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sistem dikatakan tertutup apabila ia tidak berhubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan lingkungan luar organisasi  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Umpan balik: umpan balik merupakan kunci pengawasan terhadap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sistem. Dengan adanya umpan balik terhadap sistem maka dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilakukan perbaikan apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut. Teori sistem meramalkan bahwa aktivitas setiap segmen organisasi mempengaruhi aktivitas segmen lainnya, dengan tingkat pengaruh yang berbeda. Bagi manajer, mereka harus menghubungkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;departemen mereka dengan perusahaan secara keseluruhan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENDEKATAN KONTINGENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran ini berusaha menyesuaikan antara tanggapan manajerial dengan peluang dan permasalahan yang ada dalam berbagai macam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur yang terbaik : Tergantung pada banyak faktor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Kontingensi:  Struktur yang tepat suatu organisasi mungkin tidak tepat bagi yang lain. Pendekatan ini dikembangkan dikembangkan karena sering dijumpai metode-metode yang efektif untuk situasi tertentu yang ternyata tidak dapat diterapkan pada situasi lain. Menurut pendekatan ini, tugas seorang manajer adalah mengidentifikasi teknik mana yang akan digunakari dalam situasi dan waktu mana yang akan digunakan daiam stuasi dan waktu tertentu dalam membantu pencapaian tujuan. Dalam pendekatan kontingensi, satu jawaban yang dianggap paling tepat untuk mengatasi masalah manajemen adalah bergantung pada situasi yang dihadapi oleh manajemen.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANAJER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah orang yang bertanggung jawab atas kerja satu atau lebih dalam organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran manajer pada organisasi modern:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mengelola proses transisi dari era industri sederhana ke aera informasi yang jauh lebih kompleks.&lt;br /&gt;    * Membangun keuletan SDM dan kemampuan organisasi&lt;br /&gt;    * Melakukan destabilisasi sistem: menjg adanya suasana stress namun tetap dlm batas kemampuan individu.&lt;br /&gt;    * Menjaga keseimbangan antara dua kondisi yang saling berlawanan tetapi sama-sama dibutuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG DILAKUKAN SEORANG MANAJER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer yang efektjf akan memanfaatkan sumber daya organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga membuahkan hasil kerja yang baik dan memberikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepuasan bagi mereka yang terlibat dalam pelaksanaan kerja.&lt;br /&gt;MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian terhadap penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat-alat atau sarana yang dibutuhkan oleh manajemen (Tools of Management)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Men/Tenaga Kerja&lt;br /&gt;   2. Materials (bahan-bahan)&lt;br /&gt;   3. Machines (mesin-mesin)&lt;br /&gt;   4. Methods (cara-cara/sistem)&lt;br /&gt;   5. Money (uang)&lt;br /&gt;   6. Markets (pasar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSES MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Fungsi Manajemen:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perencanaan / planning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai serta langkah -langkah yang harus diambil  untuk mencapainya. Perencanaan didefinisikan  sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti. Para manajer mungkin membuat rencana untuk stabilitas (plan for stability), rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) atau para manajer mungkin juga membuat rencana untuk situasi yang berbeda (plan for contingency) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. BATASAN PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEWMAN : Perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOUIS A ALLEN : Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHARLES BETREHEIM : Rencana mengandung 2 tindakan : Tujuan dan alat untuk mencapai tujuan itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PROSES PERENCANAAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Menentukan tujuan perencanaan&lt;br /&gt;   2. Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;   3. Mengembangkan dasar pemikiran kondisi mendatang&lt;br /&gt;   4. Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;   5. Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengorganisasian / organizing/staffing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemberian tugas, pengalokasikan  SD serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengarahan / directing/motivating&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesuntuk menumbuhkan semangat pada karyawan supaya bekerja dengan giat serta membimbing mereka melaksanakan rencana dalam mencapai tujuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengendalian / controlling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengukuran kinerja membandingkan antara hasil sesungguhnya dengan rencana serta melakukan evaluasi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORGANISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari unsur yang berkaitan. Bagian produksi dalam operasinya berkaitan langsung dengan bagian pemasaran dan bagian keuangan dan tergantung dari sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan dan sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi tidak berada dalam lingkungan hampa. Keberadaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai sebuah sistem dilingkupi sebuah medan yang dinamakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan lingkungan organisasi. Lingkungan organisasi terdiri atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lingkungan umum: lingkungan ekonomi, sosiaibudaya, teknologi, alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan legal, sedangkan lingkungan khusus terdiri atas pemasok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konsumen, pesaing dan pembuat aturan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lingkungan Ekonomi. misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * perubahan nilai mata uang&lt;br /&gt;    * perubahan perdagangan internasional&lt;br /&gt;    * perubahan kebijaksanaan ekonomi&lt;br /&gt;    * meningkatnya hutang luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat: biaya produksi dan perusahaan meningkat  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lingkungan Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * undang-undang&lt;br /&gt;    * undang-undang perburuhan&lt;br /&gt;    * undang-undang perindustrian&lt;br /&gt;    * undang-undang no 22, 1999 ttg otonomi daerah&lt;br /&gt;    * undang-undang no 25, 1999 perimbangan keuangan pusat daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lingkungan Politik: Dalam dan Luar Negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * situasi politik yang tidak menentu&lt;br /&gt;    * disintegrasi bangsa&lt;br /&gt;    * euphoria reformasi (anomali/tanpa hukum)&lt;br /&gt;    * dampak: biaya pengelolaan perusahaan meningkatI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lingkungan kependudukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * pertambahan jumlah penduduk&lt;br /&gt;    * pertambahan jumlah rumah tangga&lt;br /&gt;    * berubahnya struktur umur penduduk&lt;br /&gt;    * meningkatnya perpindahan penduduk&lt;br /&gt;    * meningkatnya mobilitas penduduk&lt;br /&gt;    * dampak:&lt;br /&gt;    * lahan eksplorasi diduduki penduduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perubahan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * masyarakat berubah dari sifat kolektif ke individualistik&lt;br /&gt;    * meniru gaya hidup masyarakat global&lt;br /&gt;    * masyarakat yang serba diburu-buru waktu&lt;br /&gt;    * ingin melakukan banyak ha1 sekaligus&lt;br /&gt;    * tingkat stress meningkat&lt;br /&gt;    * kriminalitas semakin merringkat karena melemahnya norma sosial&lt;br /&gt;    * dan agama&lt;br /&gt;    * kekerasan dalam masyarakat meningkat&lt;br /&gt;    * emosi mudah tersulut&lt;br /&gt;    * dampak:&lt;br /&gt;    * biaya kesehatan memingkat&lt;br /&gt;    * biaya sekuriti meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lingkungan Teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * perubahan bisnis menuntut kecepatan pengambilan keputusan&lt;br /&gt;    * efektivitas organisasi menuntut komunikasi yang cepat&lt;br /&gt;    * kompleksitas data yang harus diolah&lt;br /&gt;    * banyaknya informasi luar yang harus diserap dan diolah&lt;br /&gt;    * biaya pendidikan karyawan meningkat&lt;br /&gt;    * adanya kemungkinan PHK bagi yang tidak bisa mengikuti teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lingkungan hidup/ alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * undang-undang lingkungan hidup semakin ketat&lt;br /&gt;    * dunia internasional memboikot produk yang merusak lingkungan&lt;br /&gt;    * hidup&lt;br /&gt;    * kecaman masyarakat setempat pada masyarakat yang merusak&lt;br /&gt;    * lingkungan&lt;br /&gt;    * sertifikasi lingkungan yang harus dipenuh (ISO)&lt;br /&gt;    * akibat:&lt;br /&gt;    * biaya lingkungan hidup meningkai:&lt;br /&gt;    * biaya pendidikan lingkungan hidup&lt;br /&gt;    * teknologi dan bahan kimia yang ramah lingkungan memerlukan&lt;br /&gt;    * biaya tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Lingkungan Birokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * budaya birokrasi akan menyulitkan pengelolaan bisnis, bila birokrasi&lt;br /&gt;    * memiliki karakteristik sbb:&lt;br /&gt;    * bersifat feodalistik&lt;br /&gt;    * peraturan yang berbelit-belit&lt;br /&gt;    * kesetiaan pada pimpinan (budaya petunjuk pengarahan)&lt;br /&gt;    * lebih banyak minta dilayani&lt;br /&gt;    * bekerja lamban&lt;br /&gt;    * teknologi yang dipakai dalarn bekerja&lt;br /&gt;    * terlalu banyak karyawan&lt;br /&gt;    * bekerja berdasarkan juklak dan juknis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. LINGKUNGAN KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan: Konsumen atau klien khusus, individu dan organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang memberi barang /menggunakan jasa perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasok: Pihak yang memberikan SDM, informasi keuangan &amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahan baku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesaing : Organisasi Khusus yang menawarkan barang &amp; jasa yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mirip Pada konsumen dan kelompok klien yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuat Aturan : Pihak-pihak pemerintah , baik tingkat lokal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;propinsi &amp; Nasional  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERENCANAAN SEBAGAI FUNGSI MANAJEMEN  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan didefinisikan  sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti. Para manajer mungkin membuat rencana untuk stabilitas (plan for stability), rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) atau para manajer mungkin juga membuat rencana untuk situasi yang berbeda (plan for contingency) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. BATASAN PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEWMAN : Perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOUIS A ALLEN : Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHARLES BETREHEIM : Rencana mengandung 2 tindakan : Tujuan dan alat untuk mencapai tujuan itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PROSES PERENCANAAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Menentukan tujuan perencanaan&lt;br /&gt;   7. Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;   8. Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang&lt;br /&gt;   9. Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;  10. Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. TIPE PERENCANAAN YANG DIGUNAKAN  PARA   MANAJER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Perencanaan Jangka pendek (Short Range Plans)&lt;br /&gt;   2. Perencanaan Jangka panjang (Long Range Plans)&lt;br /&gt;   3. Perencanaan Strategi&lt;br /&gt;   4. Perencanaan Operasional&lt;br /&gt;   5. Perencanaan Tetap&lt;br /&gt;   6. Perencanaan Sekali Pakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Perencanaan Jangka Panjang &amp; Jangka Pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka Pendek : Perencanaan untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengah : 1 s/d 2 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang : Jangka waktu 5 tahun atau lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perencanaan strategi dan operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Perencanaan Strategi : Kebutuhan jangka panjang dan menentukan komprehensif yang telah diarahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan tujuan untuk organisasi kegiatan apa yang hendak diambil sumber-sumber apa yang diperlukan untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap perencanaan strategi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. identifikasi tujuan dan sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. penilaian kinerja berdasar tujuan dan sasaran yang ditetapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. penentuan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. implementasi perencanaan strategi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      5. evaluasi hasil dan perbaikan proses perencanaan strategi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan perencanaan strategi: mendapatkan keuntungan kompetitiff (competitive advantage). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Strategi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen strategi: proses pengarahan usaha perencanaan strategi dan menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga menjamin kesuksesan organisasi dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap manajemen strategi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. perumusan strategi (strategy formulation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. pengimplementasian strategi (strategy implementation) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang digunakan organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tingkatan strategi yang digunakan organisasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. strategi korporasi (corporate strategy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tujuan: pengalokasian sumber daya iuntuk perusahaan secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Srtategi ini digunakan pada tingkat korporasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. strategi bisnis (business strategy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      strategi untuk bisnis satu produk lini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Strategi ini digunakan pada tingkat divisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. strategi fungsional (functional strategy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      mengarah ke bidang fungsional khusus untuk beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Strategi ini digunakan pada tingkat fungsional seperti penelitian dan pengembangan, sumber daya, manufaktur, pemasaran, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perencanaan operasional: kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan operasional yang khas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Perencanaan produksi (Production Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan&lt;br /&gt;   2. Perencanaan keuangan (Financial Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas  operasional&lt;br /&gt;   3. Perencanaan Fasilitas ( Facilites Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan fasilitas &amp; layaout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas.&lt;br /&gt;   4. Perencanaan pemasaran (Marketing Plans) : Berhubungan dengan keperluan penjualan dan distribusi barang /jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perencanaan tetap (standing plans)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk kegiatan yang terjadi berulang kali (terus menerus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertuang dalam : Kebijaksanaan Organisasional , Prosedur dan Peraturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan tetap yang mengkomunikasikan pengarahan yang luas untuk membuat berbagai keputusan dan melaksanakan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya : Penyewaan karyawan, Pemberhentian sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur dan aturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan tetap yang menggambarkan tindakan yang diambil pada situasi tertentu sering disebut : Standard Operating Prosedurs (SOPs) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perencanaan sekali pakai (single-use plans)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan hanya sekali untuk situasi yang unik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan sumber-sumber untuk mengerjakan aktivitas proyek atau program&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan alat Manajemen yang ampuh untuk mengalokasikan berbagai macam sumber yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang beranekaragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal Proyek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan rangkaian kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan khusus dan yang  menghubung-hubungkan dengan kerangka waktu yang khusus, target kinerja dan Sumber Daya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUNTUNGAN PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fokus dan fleksiblitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOKUS : Mengetahui apa yang terbaik , mengetahui apa yang dibutuhkan dan bagaimana melayani pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLEKSIBILITAS: Beroperasi dan  punya pandangan kedepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan membantu Manajer  karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2.. Perencanaan berorientasi pada hasil- Menciptakan pengertian arah orientasi kinerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. Perencanaan Orientasi pada prioritas -Memastikan hal yang paling penting dan mendapatkan perhatian utama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      5. Perencanaan orientasi pada keuntungan -Membantu sumber -sumber untuk mendayagunakan kekuatan terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      6. Perencanaan orientasi pada perubahan -membantu mengantisipasi masalah dan kesempatan sehingga dapat dicapai kesesuaian yang  terbaik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Perencanaan mengembangkan koordinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tujuan-tujuan dari masing-masing subsistem ditata sehingga saling mendukung satu sama lain. Tingkatan tujuan yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkatan tujuan yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Perencanaan mengembangkan pengendalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pengendalian meliputi Pengukuran dan evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan membantu kemungkinan tersebut dalam menentukan tujuan, keinginan hasil kinerja dan menentukan tindakan khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDEKATAN-PENDEKATAN PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Perencanaan inside-out dan perencanaan outside-in&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan inside-out: terfokus pada yang sudah dilakukan dan mengusahakan untuk melakukan yang tebaik yang dapat dilakukan. Ini meningkatkan efektivitas organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan outside-in: dari analisa lingkungan eksternal muncul perencanaan untuk mengeksploitasi kesempatan-kesempatan dan meminimisasi permasalahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kedua perencanaan ini dapat dikombinasikan agar optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Perencanaan top-down dan perencanaan bottom-up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan dari atas ke bawah (top-down): manajer dibawah manajer puncak membuat perencanaan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan manajer puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up) dikembangkan pada tingkatan yang lebih bawah tanpa adanya batasan yang secara teratur melewati hirarki tersebut ke tingkat manajer puncak. Kelebihan: kuatnya komitmen dan kepemilikan dalam perencanaan yang lebih rendah. Kelemahan: bila terlalu ekstrim mungkin akan gagal untuk menghasilkan seluruh tugas yang terintegrasi dalam organisasi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. Perencanaan contingency&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      -&gt; perencanaan yang terfokus pada pemikiran ke depan. Perencanaan ini meliputi penentuan alternatif-alternatif tindakan yang dapat diimplementasikan seandainya perencanaan orisinil tidak sesuai karena adanya perubahan keadaan. Kunci: prediksi perubahan yang akan datang yang dapat berakibat pada perencanaan yang sedang dijalankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DASAR-DASAR PERENCANAAN YANG BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. forecasting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è proses pembuatan asumsi-asumsi tentang apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  a. forecasting kualitatif: prediksi masa depannya menggunakan pendapat para ahli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  b. forecasting kuantitatif: prediksi masa depannya menggunakan analisa data secara matematis dan statistis (analisa time series, model ekonometri, survey statistik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Penggunaan skenario&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è meliputi penentuan beberapa alternatif skenario masa yang akan dtaang atau keadaan peristiwa yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengidentifikasian kemungkinan skenario yang berbeda waktunya akan membantu organisasi beroperasi lebih fleksibel dalam lingkungan yang dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. benchmarking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è perbandingan eksternal untuk mengevaluasi secara lebih baik suatu arus kinerja dan menentukan kemungkinana tindakan yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Tujuan: untuk mengetahui apakah orang-orang dan organisasi bekerja dengan baik dan merencanakan bagaimana menggabungkan ide-ide tersebut dalam pengoperasiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. partisipasi dan keterlibatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è perencanaan partisipatif yang aktif: perencanaan di mana semua orang yang mungkin akan memperngaruhi hasil dari perencanaan dan atau akan membantu mengimplementasikan perencanaan-perencanaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      5. penggunaan staf perencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            è fungsi staf perencana: bertanggung jawab dalam mengarahkan dan mengkoordinasi sistem perencanaan untuk organisasi secara keseluruhan atau untuk salah satu komponen perencanaan yang utama.  &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-1331924930820831546?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/1331924930820831546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=1331924930820831546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1331924930820831546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/1331924930820831546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2009/03/bahan-mata-kuliah-dasar-dasar-manajemen.html' title='Bahan  Mata Kuliah Dasar-dasar Manajemen'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-245336778149733270</id><published>2009-03-24T21:06:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T21:07:22.726-07:00</updated><title type='text'>MATA KULIAH INTERNAL RELATIONS (V dan VI)</title><content type='html'>IKLIM ORGANISASI &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI BERKEMBANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tsb thd komunikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Iklim komunikasi organisasi merupakan fungsi kegiatan yang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o  menunjukkan kepada anggota organisasi bhw org. tsb mempercayai mereka dan memberi kebebasan dlm mengambil resiko&lt;br /&gt;          o mendorong mereka dan memberi mereka tanggung jawab dlm mengerjakan tugas-tugas mereka&lt;br /&gt;          o menyediakan informasi yang terbuka dan cukup ttg organisasi&lt;br /&gt;          o mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari anggota org.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Iklim komunikasi tertentu memberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu. Keputusan-keputusan yang diambil oleh anggota org. Untuk melaksanakan pekerjaan mereka scr efektif, mengikatkan diri mereka dengan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Iklim komunikasi dpt menjadi salah satu pengaruh yang paling penting dalam produktivitas organisasi, karena iklim mempengaruhi usaha anggota organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Usaha biasanya terdiri dari empat unsur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Aktivitas (A) yang merupakan pekerjaan tsb.&lt;br /&gt;   2. Langkah-langkah (L) pelaksanaan kerja&lt;br /&gt;   3. Kualitas (K) hasil&lt;br /&gt;   4. Pola waktu (W) kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      KEPUASAN KOMUNIKASI ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Kepuasan atas komunikasi” kadang-kadang dikacaukan dengan “iklim komunikasi”. Alasannya adalah bahwa iklim, tampaknya merupakan fungsi dari bagaimana kepuasan anggota terhadap komunikasi dalam organisasi (Litwin &amp; Stringer, 1968).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kepuasan menggambarkan suatu konsep individu dan konsep mikro sedangkan iklim merupakan konsep makro dan konsep gabungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     DIMENSI KEPUASAN DAN IKLIM KOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  KEPUASAN  &lt;br /&gt;                  IKLIM KOMUNIKASI&lt;br /&gt;                  1. Infomasi yang berkaitan dengan pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  2. Kecukupan informasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  3. Kemampuan untuk menyarankan perbaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  4. Efisiensi berbagai saluran komunikasi ke bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  5. Kualitas Media &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  6. Cara sejawat berkomunikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  7. Informasi tentang organisasi secara keseluruhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  8. Integrasi&lt;br /&gt;             1. Kepercayaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            2.Pembuatan Keputusan Partisipatif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            3. Kejujuran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            4. Keterbukaan dalam komunikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            5.Mendengarkan dalam komunikasi ke atas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            6. Memikirkan tujuan-tujuan berkinerja tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Your browser may not support display of this image. &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Secara umum, bila orang-orang berinteraksi selama beberapa waktu, mereka membnetuk suatu budaya. Setiap budaya mengembangkan harapan-harapan yang tertulis maupun tidak tertulis  tentang perilaku (aturan dan norma-norma) yang mempengaruhi para anggota budaya itu. Tetapi orang-orang tidak hanya dipengaruhi budaya tersebut, mereka menciptakan budaya. Setiap organisasi memiliki satu budaya atau lebih yang memuat perilaku-perilaku yang diharapkan-tertulis atau tidak tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      TUJUAN KARAKTERISTIK PRIMER BUDAYA ORGANISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Inovasi dan pengambian resiko: sejauh mana para karyawan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      didorong untu inovatif dan mengarnbil resiko &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Orientasi hasil: sejauh mana menjadi memfokus pada hasil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      bukan pada teknik dan proses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. Perhatian ke rincian: presisi, analistis dan perhatian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. Orientasi orang : sejauh mana keputusanmenjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      memperhitungkan efek hasil pada orang-orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      5. Orientasi tim: Sejauh mana kegiatan kerja diorangkan sekitar tim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      6. Keagresifan: sejauh mana orang-orang itu agresif dan kompetitif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      dan bukannya santai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      7. Kernantapan: sejauh mana kegiatan orang menekankan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      dipertahankannya status  &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      FUNGSI BUDAYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Budaya mencipatakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi&lt;br /&gt;          o dan yang lain.&lt;br /&gt;          o Budaya membawa rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi&lt;br /&gt;          o Memperrnudah timbulnya komitmen yang luas&lt;br /&gt;          o Meningkatkan kemantapan sistem sosial&lt;br /&gt;          o Perekat sosial yang membantu memepersatukan organisasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      BUDAYA DOMINAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mengungkapkan nilai-nilai inti yang dianut bersarna oleh suatu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      mayoritas anggota organisasi itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ANAK BUDAYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Budaya-budaya mini di dalam suatu organisasi yang lazimnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ditentukan oleh rambu departemen dan pemisahan geografis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      NILAI INTI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Nilai primer atau dominan yang diterima baik diseluruh organisasi  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Budaya Kuat Versus Budaya Lemah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Budaya kuat : budaya dimana nilai-nilai inti dipegang secara intensif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      dan dianut bersama secara meluas  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mempunyai dampak yang lebih besar pada perilaku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      karyawan karena: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tingginya tingkat kebersamaan (sharedness)&lt;br /&gt;    * Memperlihatkan kesepakatan yang tinggi di kalangan anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Budaya organisasi dalam praktek nyata  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. The Walt Disney Co &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      - Tidak ada karyawan, melainkan  yang ada anggota pelaku (cast &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      member) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      - Pelanggan adalah ”tamu” , kendaraan disebut atraksi  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. MCI Communications &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Senioritas maupun kesetiaan pada korporasi tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      penting mendorong individu-individu agar unik, karyawan bebas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      dan fleksibel  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. Levi Strauss: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Keterbukaan : menjadi memperlihatkan sifat langsung, terbuka,&lt;br /&gt;          o komitmen pada sukses orang lain.&lt;br /&gt;          o Keanekaragaman : menghargai keanekaragarnan angkatan kerja&lt;br /&gt;          o pada semua tingkat organisasi&lt;br /&gt;          o Etika : pengharapan yang jelas, mernpraktikkan standar perilaku&lt;br /&gt;          o Pemberian kuasa : mendorong wewenang dalarn orang ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. Budaya Workaholic Microsoft : menganut etos kerja tanpa belas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      kasihan bekerja lebih dari 12jam sehari  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      5. Mc Donalds : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      QSCV : Quality, Service, Cleanliness, Values  &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      RAGAM BUDAYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Cerita : dongeng dari peristiwa mengenai pendiri organisasi sukses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      dari miskin ke kaya. Reaksi terhadap kesalahan masa lalu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Ritual : deretan berulang dari kegiatan yang mengungkapkan dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      memperkuat nilai-nilai utama organisasi itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Contoh: Mary Kay cosmetics, setiap tahun memberikan hadiah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      kepada SPG-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. Lambang materi :Fasilitas yang diberikan oleh koperasi kepada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      executive puncak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. Bahasa : suatu cara untuk mengidentifikasi anggota suatu budaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Budaya sebagai suatu beban &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Penghalang terhadap perubahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Penghalang terhadap keanekaragarnan : jika menyingkirkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      kekuatan unik yang dibawa oleh orang-orang dengan latar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      belakang berlainan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bagaimana karyawan mernpelajari budaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Cerita : dongeng dari peristiwa mengenai pendiri organisasi sukses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      dari miskin ke kaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Ritual : deretan berulang dari kegiatan yang mengungkapkan dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      memperkuat nilai-nilai utama dari orang itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. Lambang materi :ukuran dan tata letak kantor, keanggunan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      perabot, pakaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4. Bahasa : dengan mempelajari bahasa, para anggota menegaskan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      penerimaan mereka akan budaya itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Implikasi bagi komunikasi organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Peranan komunikasi dalam budaya organisasi dapat dilihat secara berlainan bergantung pada bagaimana budaya dikonsepsikan. Bila budaya dianggap sebagai sebuah himpunan artefak simbolik yang dikomunikasikan kepada anggota organisasi untuk pengendalian organisasi, maka komunikasi dapat diartikan sebaga sebuah sarana yang memungkinkan perolehan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penelitian komunikasi organisasi dari sudut pandang budaya mencakup lebih dari sekedar penelaahan pertukaran resmi pegawai antara orang-orang yang terpilih yang memiliki status. Percakapan sehari-hari mengungkapkan pemahaman organisasi dan jaringan-jaringan makna bersama yang mungkin ada. Perilaku sebagaimana adanya yang  memungkinkan adanya rutinitas dan pengorganisian melekat dalam komunikasi &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-245336778149733270?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/245336778149733270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=245336778149733270' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/245336778149733270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/245336778149733270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2009/03/mata-kuliah-internal-relations-v-dan-vi.html' title='MATA KULIAH INTERNAL RELATIONS (V dan VI)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-8787188953873882040</id><published>2009-03-24T21:04:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T21:05:14.903-07:00</updated><title type='text'>MATA KULIAH INTERNAL RELATIONS  (IV)</title><content type='html'>TINJAUAN MENGENAI  BUDAYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan budaya ? Ada banyak ahli yang mendefinisikan budaya. Salah satunya adalah William Gudykunst dan Woord Goodenough, yang mendefinisikan budaya sebagai “system of knowledge” (sistem pengetahuan). Lebih lanjut Gudykunst mengatakan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”but much of what is cultral consists of explanations and actions that are either taken for granted or unnoticeable; more over, it’s commonplace occurance for people to distinguish between knowing about something or how to do it, on the one hand, and understanding why something should be done or what its doing constitutes, on the other hand” (Banks, Stephen B, 2000)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pernyataan tersebut nampak bahwa budaya terdiri atas penjelasan yang dapat diterima apa adanya (taken for granted) oleh masyarakat dan juga budaya digunakan untuk menilai hal mana yang pantas dilakukan , bagaimana mengerjakan, dan di sisi yang lain adalah pemahaman mengapa sesuatu harus dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koentjaraningrat dalam bukunya Pengantar Ilmu Antropologi (1981: 17) menggambarkan budaya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya mengatakan bahwa kebudayaan  keseluruhan sistem tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan milik diri sendiri dengan belajar. Hal tersebut berarti bahwa hampir seluruh tindakan manusia adalah “kebudayaan” karena hanya amat sedikit tindakan manusia yang tak perlu dibiasakan dengan  belajar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “kebudayaan” berasal dari kata Sanskerta : buddhayah : bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Dengan demikian :kebudayaan adalah “hal-hal yang bersangkutan dengan “budi” atau “akal”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli yang lain mendefinisikan bahwa budaya adalah daya dari budi  yang berupa cipta, rasa dan karsa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talcott Parsons, serupa dengan JJ Honigman (dalam Koentjaraningrat 1981:186)  membedakan adanya tiga “gejala kebudayaan” yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wujud pertama adl wujud ideal dari kebudayaan : ide-ide dan gagasan manusia banyak yg hidup bersama dlm masyarakat : disebut dengan sistem budaya atau cultural system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wujud kedua : sistem sosial atau social system, mengenai tindakan berpola dari manusia itu sendiri. Sistem ini terdiri dai aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan dan bergaul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wujud ketiga : kebudayaan fisik . Sifatnya paling konkret. Berupa seluruh total dari hasil fisik dari aktivitas, perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam organisasi pun, ketiga wujud budaya tersebut tertanam dan hidup seiring dengan lahir dan tumbuhnya organisasi tersebut. Inilah yang disebut dengan budaya organisasi, dikatakan oleh Robbins bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya adalah satu set nilai, penuntun kepercayaan akan suatu hal, pengertian dan cara berpikir yang dipertemukan oleh para anggota organisasi dan diterima oleh anggota baru seutuhnya (Robbins, SP, 1999).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan definisi menurut Edgar Schein dalam Gibson Ivancevich dan Donnely (1999: 30) organizational culture adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A pattern of basic assumptions-invented, discovered or developed by a given group as it learns to cope with problems of external adaptations and internal integrations- that has worked well to be considered valid, and therefore, to be taught to new members as the correct ways to perceive, think and feel in relation to those problems. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schein menyatakan bahwa budaya terdiri dari asumsi-asumsi, adaptasi, persepsi dan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Richard E. Porter dan Larry A. Samovar (Schramm, Wibur, et.al , 1996 : hal 11 ) budaya berkenaan dengan cara manusia hidup. Manusia belajar berpikir,  merasa, mempercayai dan mengusahakan apa yang patut menurut budayanya. Bahasa, persahabatan, kebiasaan makan, praktek komunikasi, tindakan sosial, kegiatan ekonomi dan politik dan teknologi, semua itu berdasarkan pola-pola budaya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya membangkitkan minat. Secara formal budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, waktu, peranan, hubungan ruang, konsep alam semesta, objek-objek materi dan milik yang diperoleh sekelompok besar orang dari generasi ke generasi melalui usaha individu dan kelompok. Budaya berkesinambungan dan hadir di mana-mana , budaya meliputi semua peneguhan perilaku yang diterima selama periode yang diterima selama periode kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya dan komunikasi tak dapat dipisahkan oleh karena budaya tidak hanya menentukan siapa berbicara dengan siapa, tentang apa dan bagaiamana orang-orang menyandi pesan, makna yang ia miliki untuk pesan dan kondisi-kondisinya untuk mengirim, memperhatikan dan menafsirkan pesan.  Michael Gamble dan Tery Gamble (dalam Gambe and Gamble, 2005: 14) mengatakan bahwa komunikasi sangat dipengaruhi oleh budaya (communicationis affected by culture).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digambarkan oleh Gamble and Gambe (2005: 14) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Culture diversity, including race, ethnicity, gender, and age influence the meanings we attribute to communication. Cultural differences exist not only between persons who speak  different language but  between persons who speak the language as well. Every culture group has its own rules or preferences for interactions. When these are ignored or unknown, we are likely to misinterpret the meaning of messages received and miscalculate the impact of messages sent” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alfred  G. Smith dalam  (Jand, Fred E, 2004 : hal 29)  mengatakan sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Culture is a code we learn and share, and learning and sharing require communication. Communication requires coding and symbols that must be learned and shared”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya merupakan kode yang kita pelajari dan bagi (dengan orang lain), dan mempelajari serta berbagi dengan orang lain membutuhkan komunikasi. Komunikasi membutuhkan code dan simbol yang juga harus dipelajari dan kita bagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godwin C. Chu juga dalam Jand (Jand, Fred E : 29) mengatakan bahwa setiap pola budaya dan setiap tindakan sosial melibatkan komunikasi. Untuk dapat dipahami budaya dan komunikasi harus dipelajari secara bersama-sama. Budaya tidak dapat dimengerti tanpa belajar tentang komunikasi dan komunikasi tidak dapat dipahami tanpa kita belajar budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINJAUAN MENGENAI INTERCULTURAL COMMUNICATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intercultural Communication didefinisikan oleh Gamble and Gamble (2005; 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai berikut secara singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“interaction with individuals from different culture “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Gamble and Gamble (2005 : hal 37) menjelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In actually, intercultural communication comprises a number of different forms. Among its many variations are interracial communication (which occurs when interactants are of different races).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interethnic communications  (which occurs when communication parties have different ethnic origins), international communication (which occurs between persons representing political structures), and intracultural communication (which includes all forms of communication among members of the same racial, ethnic, or other co or subculture groups)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intercultural communication saat ini menjadi tema yang cukup menarik untuk dibicarakan. Tery Kwal Gamble dan Michael Gamble dalam bukunya Communication Works (2005: 32) menggambarkan bahwa “ours is the age of globalization. We are linked to people in all corners of Planet Earth”. Abad ini merupakan abad globalisasi kita terhubung ke semua sudut bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi menjadi kian terbuka. Informasi terbuka bagi siapa saja, dunia terasa sempit. Hal inilah yang kemudian menyadarkan orang akan arti pentingnya sebuah komunikasi dimana dimungkinkan orang dari budaya yang berbeda saling berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred E Jand dalam bukunya An Introduction to Intercultural Communication menggambarkan intercultural communication berikut ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Intercultural communication generally refers to face to face interactions among people of diverse cultures. Imagine how difficult communications can be if the source and receiver are in different context and share few symbols. That’s one way of defining intercultural communication” (Jand, Fred E 2004 : 39) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Jand menjelaskan bahwa definisi dari komunikasi intercultural tersebut membuat komunikasi yang dikembangkan (baik pada tingkat individu dan organisasi) akan lebih ditekankan pada keahlian (skill) dari monocultural person menjadi multicultural person. Multicultural persons  adalah orang yang menghargai (who respects) budaya dan memiliki toleransi terhadap perbedaan (tolerance for differences). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chen dalam Jand (2004: 45) mengatakan terdapat 4  keahlian yang dimiliki seorang  multicultural persons:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Personality Strength: the main personal traits that affect intercultural communication are self concept, self disclosure, self monitoring and social relaxation.&lt;br /&gt;   2. Communication Skills : the individuals must be competent in verbal and non verbal behaviors. Intercultural communication skill require messages skills, behaviral flexibity, interaction management, and social skills.&lt;br /&gt;   3. Psychological Adjusment: effective communicators must be able to acclimate to new  environment. They must be able to handle the feelings of “culture shock”, such as frustations, stress and alienation in ambiguous situations caudes by new environments&lt;br /&gt;   4. Cultural awarenerss: individuals must be understand the social customs and social systems of the host culture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya keanekaragaman di tempat kerja menyadarkan orang akan arti penting multicultural person.  Mengelola keanekaragaman menurut  Schemerhorn, berarti mendorong setiap karyawan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan potensi mereka.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-8787188953873882040?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/8787188953873882040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=8787188953873882040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8787188953873882040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/8787188953873882040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2009/03/mata-kuliah-internal-relations-iv.html' title='MATA KULIAH INTERNAL RELATIONS  (IV)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-7900435074313232206</id><published>2009-03-24T21:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T21:04:06.137-07:00</updated><title type='text'>MATA KULIAH INTERNAL RELATIONS (III)</title><content type='html'>ALIRAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT ALIRAN INFORMASI:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guetzkow (dalam Pace Wayne) menyatakan bahwa aliran informasi dalam suatu organisasi dapat terjadi dengan tiga cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-serentak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-berurutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-kombinasi dari kedua cara ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBARAN PESAN SECARA SERENTAK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Terjadi bila semua anggota departemen, fakultas atau bagian-bagian lain menerima suatu informasi dalam waktu yang bersamaan, proses ini disebut penyebaran pesan secara serentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dengan berkembangnya media komunikasi, tugas menyebarkan informasi kepada semua nggota secara serentak menjadi lebih sederhana bagi sebagaian organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran pesan secara berurutan Hany (1962): mengemukakan bahwa ”penyampaian pesan berurutan merupakan bentuk komunikasi yang utama, yang pasti terjadi dalam ”organisasi”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran pesan berurutan memperlihatkan pola ”siapa berbicara pada siapa”. Informasi berlangsung pada waktu yang tidak beraturan, tiba di tempat yang berbeda dan pada waktu yang berbeda pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POLA ALIRAN INFORMASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARUH DUA POLA KOMUNIKASI ATAS SEPULUH PROSES KOMUNIKASI ORGANISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Variabel Komunikasi Organisasi  Pola Roda  Pola Lingkaran&lt;br /&gt;Aksesibilitas para anggota satu dengan yang lainnya  Rendah  Tinggi&lt;br /&gt;Pengawasan aliran pesan  Tinggi  Rendah&lt;br /&gt;Moral atau kepuasan  Sangat Rendah  Tinggi&lt;br /&gt;Kemunculan Pemimpin  Tinggi  Sangat Rendah&lt;br /&gt;Kecermatan Solusi  Baik  Buruk&lt;br /&gt;Kecepatan Kinerja  Cepat  Lambat&lt;br /&gt;Jumlah pesan yang dikirimkan  Rendah  Tinggi&lt;br /&gt;Kemunculan organisasi yang stabil  Cepat  Sangat Lambat&lt;br /&gt;Penyesuaian dengan perubahan kerja  Lambat  Cepat&lt;br /&gt;Kecenderungan beban berlebih  Tinggi  Rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-7900435074313232206?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/7900435074313232206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=7900435074313232206' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7900435074313232206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/7900435074313232206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2009/03/mata-kuliah-internal-relations-iii.html' title='MATA KULIAH INTERNAL RELATIONS (III)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-6772039256139085166</id><published>2009-03-24T21:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T21:02:31.723-07:00</updated><title type='text'>MATA KULIAH INTERNAL RELATIONS (II)</title><content type='html'>PROSES KOMUNIKASI ORGANISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses komunikasi antar orang perorangan atau perusahaan melibatkan lima elemen pokok: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.  Pemberi pesan  (sender atau encoder)&lt;br /&gt;   2. Pesan yang diberikan (message)&lt;br /&gt;   3. Jalur dan Media Komunikasi (communication channel and media)&lt;br /&gt;   4. Penerima pesan (receiver, audience atau decoder)&lt;br /&gt;   5. Tanggapan atau umpan balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Pemberi pesan: Tanggung jawab pemberi pesan adalah memformulasikan pesan yang akan mereka berikan sehingga dapat dimengerti sepenuhnya oleh penerima pesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Pesan yang diberikan : pesan yang diberikan pemberi pesan terdiri dari simbol-simbol yang menggambarkan informasi, pendapat, petunjuk, penjelasan, perintah, usul, pertanyaan dan larangan yang disampaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Simbol-simbol tersebut dapat berbentuk verbal (menggunakan kata-kata secara lisan maupun tulisan) ataupun non verbal (tanpa kata-kata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Pesan yang akan disampaikan organisasi seringkali cukup kompleks dan rumit, sehingga membutuhkan persiapan yang matang dan media yang canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Jalur dan Media: pesan yang ingin diberikan pemberi pesan dapat disampaikan melalui 2 jalur utama : written channel (jalur tulisan) dan jalur lisan (verbal and oral channel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Penerima pesan (receiver atau decoder) adalah mereka yang menerima pesan tertulis atau lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Bagaimana penerima pesan mengartikan atau bereaksi terhadap pesan yang mereka terima a.l dipengaruhi oleh persepsi dan sikap mereka terhadap pembawa pesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kendala Efektivitas Komunikasi Organisasi (Prof Murphy Brown) : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      -     Penafsiran kata-kata yang dipergunakan (interpretation of words)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Batas ruang lingkup pesan (abstraction)&lt;br /&gt;    * Sikap, opini dan emosi (attitudes, opinions and emotions).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang gagal lebih karena: (Sue Smithson):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Tidak ada tujuan komunikasi yang jelas (lack of objective setting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Problem sikap dan persepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Pemilihan bentuk dan media yang kurang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Lingkungan organisatoris yang tidak mendukung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Menahan sebagian informasi yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Problem Bahasa Pengantar  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran Kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Kesamaan Penafsiran: Agar komunikasi antara 2 orang atau lebih berjalan efektif, pemberi dan penerima pesan harus mempunyai penafsiran yang sama terhadap kata-kata yang dipergunakan selama berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Arti Harfiah dan Multi Arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Pengertian Harfiah : pengertian kata yang disetujui atau dimengerti orang-orang pada umumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ambiguous: Multi Arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Euphemisme: penggunaan kata-kata yang bersifat memperhalus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas Ruang Lingkup Pesan :Pembicara wajib memilih data, informasi atau fakta yang paling bersangkutan dengan subyek yang disampaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Sikap, Opini, Emosi dan Kondisi Lingkungan  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejelasan Tujuan Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Bentuk dan Media &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Mengatasi Kendala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala komunikasi bisnis yang efektif dapat diatasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bersikap bijak (tactful)&lt;br /&gt;   2. Bernada positif&lt;br /&gt;   3. Menggunakan kalimat aktif.&lt;br /&gt;   4. Efisien dalam penggunaan kata dan kalimat&lt;br /&gt;   5. Mengkaitkan hal-hal yang diampaikan dalam pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap Bijak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Orang bijak dapat mengetahui apa yang paling tepat untuk dikerjakan atau dikatakan setiap saat menghadapi situasi yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap bijak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Menyesuaikan diri dengan tingkat intelegensia lawan komunikasinya&lt;br /&gt;    * Menghindari sikap ofensif&lt;br /&gt;    * Memperhatikan persepsi penerima pesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      You Approach : Komunikator yang bijak juga memfokuskan diri pada kebutuhan dan keinginan penerima pesan. Penerima pesan ditempatkan sebagai titik sentral komunikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bernada Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Apabila suasana yang diciptakan positif pembaca atau pendengar. Untuk menciptakan suasana positif, pesan yang menyenangkan diungkapkan beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mempergunakan kalimat aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kalimat aktif dapat menghidupkan suasana komunikasi. Kalimat aktif lebih menarik karena menunjukkan kegiatan subyek yang disebutkan dalam kalimat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Efisien Penggunaan Kata dan Kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tiap kalimat yang dipergunakan dalam komunikasi bisnis hendaknya mengandung satu hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Keterkaitan Hal-hal yang disampaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam komunikasi tertulis perlu diperhatikan keterkaitan antar paragraf, pasal dan bab dalam tulisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pesan Yang Jelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      -Menghindari penggunaan jargons atau istilah teknis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      -Menghindari kata-kata yang tidak umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25288583-6772039256139085166?l=yenirosilawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/feeds/6772039256139085166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25288583&amp;postID=6772039256139085166' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/6772039256139085166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25288583/posts/default/6772039256139085166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yenirosilawati.blogspot.com/2009/03/mata-kuliah-internal-relations-ii.html' title='MATA KULIAH INTERNAL RELATIONS (II)'/><author><name>iwa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25288583.post-7727616960437946817</id><published>2009-03-24T20:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T21:01:00.344-07:00</updated><title type='text'>MATA KULIAH INTERNAL RELATIONS (I)</title><content type='html'>BAHAN KULIAH I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      HUBUNGAN INTERNAL  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGANTAR &lt;br /&gt;Istilah Public Relations yang di Indonesia secara umum diterjemahkan menjadi Hubungan Masyarakat, sebenarnya baru dikenal pada abad ke-20, namun gejalanya sudah tamapk sejak abad-abad sebelumnya, bahkan sejak manusia masih primitif. Unsur-unsur dasarnya –memberi informasi, membujuk, dan mengintegrasikan khalayak—selalu tampak dalam kehidupan masyarakat zaman dahulu. Gejala tersebut terlihat pada adanya hubungan yang harmonis diantara individu-individu, individu dengen kelompok, ataupun antar kelompok, di dalam pergaulan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harmonis dalam arti adanya saling pengertian dan persesuaian antara kedua belah fihak, satu sama lain saling memberikan keuntungan dan merasa senang. Hanya saja pada waktu itu orang belum menemukan istilah (public relations) yang cocok untuk melukiskan kegiatan dimaksud. Padahal apa yang dilakukan Cleopatra dengan keindahannya sebagai ratu, dalam rangka menyambut Mark Anthony di tepi sungai Nili, sebenerna merupakan kegiatan PR (Griswold dalam Kustadi Suhandang, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUBLIC RELATIONS MODERN &lt;br /&gt;Dengan pesatnya perkembangan demokrasi, maupun majunya perkembangan industri, semuanya menyebabkan pergesaran-pergeseran atau kegoncangan-kegoncanagan hebat di bumi ini. Pergeseran tersebut mengakibatkan perubahan dan kemajuan yang luas, tidak saja dalam bidang perdagangan dan perniagaan, tetapi juga dalam lapangan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan dan sebagainya. &lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan tersebut, komunikasipun dituntut untuk lebih maju lagi sehingga kegiatan Public Relations pun semakin banyak dipergunakan, banyak dipelajari, dan diteliti. Public relations dari berbagai badan, perusahan, atau pun instansi-instansi dalam masyrakat mendapat tugas untuk senantiasa mengikuti dan menganalisa masalah-masalah yang timbul, baik dari dalam badan itu sendiri, maupun dari publiknya. Masalah-masalah yang timbul akibat adanya pergeseran-pergeseran dan kegoncangan-kegoncangan yang terjadi di dalam masyarakat.  Pada tahun 1906, sebuah industri besar di Amerika meminta Ivy Lee untuk menjadi juru bicara dalam hubungan antara perusahaan dengan public dan badan-badan lainnya. Dari situ Lee memulai karirnya sebagai seorang publisist. Karena itu Ivy Lee dianggap sebagai pelopor Public relations Modern. Karena jasanya, dalam bidang Public Relations Ivy Lee disebut sebagai Father of Public Relations. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;APAKAH PUBLIC RELATIONS ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  para pakar, hingga saat ini belum terdapat konsensus mutlak tentang difinisi dari PR. Ketidaksepakatan tersebut disebabkan oleh: pertama beragamnya definisi PR yang telah dirumuskan baik oleh para pakar maupun profesional PR didasari perbedaan sudut pandang mereka terhadap pengertian Humas/PR.   &lt;br /&gt;Definisi yang sangat umum diberikan oleh John. E. Marston&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ PR is planned, persuasive communication designed to influence significant public”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PR adalah kegiatan komunikasi yang terencana dan persuasif untuk mendesain publik-publik yang nyata.  PR bukanlah ilmu tradisional yang digunakan untuk menghadapi tujuan-tujuan sesaat. PR perlu direncanakan dalam suatu pendekatan manajemen kepada target-target public tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi yang sangat umum tadi, kita menuju kepada definisi yang lebih spesifik, yang lebih konkret. Marston memberikan defisnisi yang baik sekali lagi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“PR adalah seni untuk membuat perusahaan Anda disukai dan dihormati oleh para karyawan, konsumen dan para penyalurnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Harlow (dalam Grunig, James E, 1984: 7), memberikan definisi dengan mengkombinasikan berbagai elemen dari berbagai definisi sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public Relations is the distinctive management functions which helps establish and maintain mutual line of communication, acceptance and cooperation between an organization and its public; involves  the management of problems and issues; helps management to keep informed on and responsive to public opinion &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Public Relations adalah fungsi manajemen yang membantu mendirikan dan memelihara hubungan komunikasi yang saling menguntungkan, keterbukaan dan kerjasama antara organisasi dan publiknya, melibatkan manajemen problem dan issu, membantu manajemen untuk tetap terinfomasi dan responsive terhadap publik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Harlow walaupun terkesan sangat umum ataupun general, memberikan arti penting bagi kegiatan PR itu sendiri. Bahwa kegiatan PR yang dilakukan oleh setiap organisasi maupun institusi pada intinya adalah kegiatan komunikasi, serta membantu agar manejemen tetap terinformasi (keluar dan kedalam) serta responsive terhadap apa yang terjadi pada lingkungannya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Baskin, Otin et al mendefinisikan PR dalam definisi yang lebih operasional yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public relations is a management function that helps  achieve organizational objectives, define philosophy, and facilitate organizational change. Public Relations practitioners communicate with all relevant internal and external public to develop positive relationship and to create consistency between organizational goals and societal expectations&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi tersebut Baskin, Otin dan kawan-kawan mencoba untuk mendefinisikan fungsi PR secara lebih luas, dimana PR adalah sebuah fungsi (bagian) dari manajemen yang bertangung jawab untuk mencapai tujuan organisasi dan berkomunikasi dengan publik internal dan eksternal untuk mengembangkan sebuah hubungan yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, tidak semua praktisi melakukan apa yang didefinisikan oleh Baskin. Beberapa bahkan praktisi PR melakukan hal yang lebih luas (more broadly) dari apa yang didefinisikan oleh Baskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi PR menekankan pada fungsi komunikasi dari PR.  Pada dasarnya , semua  manajer di dalam organisasi bertanggung jawab dan terlibat dalam komunikasi, tetapi PR manajer memiliki tanggung jawab yang lebih besar, dan memiliki tanggung jawab yang lebih spesifik di dalam komunikasi. Komunikasi berperan di dalam skill (keahlian) seorang PR, juga harus nampak dalam tugas-tugasnya (tasks performed). Ahli PR yang bernama Gene Harlan dan Alan Scott menekankan sbb : “skilled communication of ideas to various publics with the object of producing desired results”.    Artinya bahwa keahlian komunikasi harus nampak di dalam segala ide  yang dihasilkan untuk publik yang beragam dengan obyek (PR) dalam mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan “.  Masih menurut Gene Harlan, tugas (objek PR) antara lain produksi release, laporan tahunan (annual report), majalah karyawan perusahaan (employee magazine). Seorang PR akan berhubungan dengan hal-hasl tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain harus 
